Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri

Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri
100 Lee Mey Hwa 9


__ADS_3

Maaf ya reader, kemaren author bilang Lee Mey Hwa hanya 2-3 part lagi kelar, tapi malah 9 part belum kelar juga, maaf ya, kalo dipaksain kelar nanti malah ngga jelas, jadi iklasin aja ya 😁 author juga belom tahu kemana ujungnya, pokoknya tergantung kehaluan otor aja, harap dimaklumin aja penulis remahan rengginang ini, lebih dan kurang otor mohon maaf assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuhπŸ™ (koq jadi kayak pidato kata sambutan RT yach πŸ™ˆπŸ˜‚)


happy reading😘😘😘😘😘😘😘


Lee Mey Hwa datang ke kamar pangeran pagi itu, membawa nampan berisi bubur dan semangkuk obat yang di racik nya sendiri, Mey Mey melangkah dengan sangat bersemangat, namun raut wajahnya seketika berubah muram, karena pangeran tidak ada di kamarnya. Mey Mey putuskan untuk menunggu pangeran sambil berdiri menatap bunga bunga yang bermekaran dari jendela kamar pangeran.


Hujan semalam membuat bunga bunga di taman itu seakan dihiasi butiran berlian yang berkilauan di terpa cahaya matahari pagi. Tiba tiba sepasang tangan memeluk Mey Mey dari belakang, Mey Mey terkejut dan berusaha melepaskan diri tapi pelukan itu begitu erat walau sekuat tenaga melepaskan Mey Mey tak mampu melepaskannya.


"Diamlah, biarkan seperti ini sebentar saja, aku sangat merindukanmu sayang" Suara yang sangat dikenalnya, "Pangeran, apa yang kau lakukan" Mey Mey berbisik cemas. "Mengapa? aku hanya merindukanmu sayang, terlalu merindukanmu" Pangeran berbisik di telinga Mey Mey, bisikan yang membuat bulu kuduk Mey Mey merinding.


"Cukup pangeran, cukup, jangan membuat hamba bingung, dan tolong, jangan samakan hamba dengan perempuan perempuan penghibur yang selalu ada di sekeliling pangeran" wajah Mey Mey berubah muram, matanya mulai berkaca kaca.


"Hei.. hei.hei.. tolong jangan menangis, aku tak ingin membuatmu menanangis, lagi pula siapa bilang aku menyamakan dirimu dengan wanita penghibur, hanya kau yang ada di hatiku sayang". Pangeran menangkup pipi Mey Mey mengusap air matanya.

__ADS_1


"Tatap aku" pangeran berkata lembut "Ayo tatap aku" perlahan Mey Mey menatap pangeran. Pangeran tersenyum dan menutup mata Mey Mey dengan tangannya, pangeran merafal mantera agar Mey Mey segera mengingat siapa dirinya dan siapa pangeran Indra.


Sesaat kemudian Mey Mey menangis sesungukan, "benarkah itu kau? kau tidak membohongiku kan pangeran?" Mey Mey bertanya di sela isak tangisnya. Pangeran Langsung memeluknya, "Tentu saja tidak sayang" aku sangat mencintaimu, apapun kulakukan untukmu, tak kusangka kali ini kau sangay manja dan cengeng" Pangeran mengejek Suri. "Aww! sakit sayang" Pangeran mengaduh dan memegangi perutnya yang di cubit Suri. "Siapa suruh mengejekku" Suri bersungut kesal.


"Mengapa tidak memberi tahuku sejak awal?" Suri bertanya penasaran. "Tidak semudah itu sayang, jika kukatakan sejak awal apa kau akan percaya?" Pangeran balik bertanya. "Ya,benar juga" Suri yang sedang berfikir terlihat sangat lucu di mata pangeran, hingga pangeran tak tahan untuk menciumnya. "pangeran! kau ini! kalau ada yang melihat bagaimana?" Suri marah dan melihat ke kanan dan ke kiri karena khwatir ada yang melihat mereka.


"Biarkan saja, paling paling kita di suruh kawin, dan aku pasti tak kan menolak, ha.. ha.. ha.." pangeran tertawa senang. "Dasar mesum" Suri bersungut kesal. Bibir Suri yang kesal membuat Pangeran makin tak tahan untuk menciumnya, pangeran menarik Suri kedalam pelukannya, dan mengecup bibir Suri dengan cepat, Suri yang tidak menyangka akan serangan tiba tiba itu hanya terdiam perlahan pasrah dalam dekapan hangat, dan kecupan pangeran yang membuat jantungnya berdebar kencang.


Tak ada perlawanan lagi, pangeran tersenyum dan melepaskan ciumannya perlahan, menatap Suri yang terpejam membuat pangeran tersenyum, dan merengkuh Suri dalam pelukannya lagi. "Sayang, aku merindukanmu, sangat merindukanmu" pangeran Indra berbisik di telinga Suri, tak ada jawaban hanya pelukan Suri yang makin erat. Mereka saling melepas rindu dalam diam.


"Terserahlah, tapi jaga dirimu, jangan lakukan apapun tanpa sepengetahuanku, janji?" Pangeran mengulurkan kelingkingnya. "Sudah kukatakan aku tidak akan berjanji sesuatu.yang pasti akan kulanggar" Suri bersungut kesal.


"Sudahlah, jangan bicara terus bubur yang kubawa sudah keburu dingin, ayo makan" Suri mengangkat nampan bubur ke hadapan pangeran. "Bubur dingin?" Pangeran menatap isi nampan tanpa selera. "Salahmu sendiri, mengapa pagi pagi sudah keluar, belum lagi tadi berbicara terlalu lama, jangan harap aku menggantinya Suri bersungut.

__ADS_1


"Hmmm kau tega sekali sayang, ayo suapkan, tanganku masih sakit" pangeran memelas. "Mau makan tanganmu sakit, tadi pas meluk meluk tidak terlihat sakit" Suri menatap curiga. "Sayang kau tega sekali" pangeran memasang wajah sedih, akhirnya terpaksa makan walau dengan perasaan enggan, hanya Suri kekasihnya yang berani melakukan ini padanya. Suri hanya tersenyum nakal melihat pangeran menghabiskan bubur dinginnya dengan susah payah.


"Ayo minum obatnya" Suri mengangkat mangkuk obatnya dan memberikan pada pangeran Indra, "Sayang, aku sudah sembuh tidak perlu obat lagi" Pangeran Indra mendorong mangkuk yang diberikan Suri sambil menutup hidungnya karena bau obat yang sangat tidak enak. "Kau harus meminumnya pangeran, aku sudah susah payah membuatnya" Suri berkacak pinggang tak terima.


Akhirnya pangeran terpaksa meminum ramuan obat yang sangat tidak enak itu, muncul ide di kepala pangeran untuk membalas Suri. Pangeran meminum obatnya hingga habis kemudian secepat kilat pangeran menarik.Suri dan mencium bibirnya "Mmmmmm,.mmmmh" Suri mendorong pangeran marah" Dan berlari keluar. "Ha..ha.. pangeran tertawa penuh kemenangan, "Enak kan sayang" pangeran mengejek Suri.


Pangeran tersenyum senyum membayangkan apa yang baru saja terjadi saat Kwan Yiew tiba dikamar pangeran untuk melaporkan apa yang telah mereka lakukan. "Apa yang membuat pangeran sangat senang hari ini?" Kwan Yiew bertanya penuh minat"


"Aku tak ingin berbohong padamu, Suriku sudah ingat siapa dirinya, maksudku Mey Mey" Pangeran tersenyum bahagia. Berbeda dengan pangeran Indra Kwan Yiew tersenyum getir, dia harus menerima kenyataan bahwa Mey Mey adiknya sudah tiada. "Maaf, maafkan aku prajurit Lee, bukan maksudku membuatmu sedih.


"Tidak apa apa pangeran, cepat atau lambat ini pasti.akan terjadi juga bukan? jaga dia pangeran, aku tak ingin dia terluka" Kwan Yiew menatap pangeran Indra dengan wajah sendu. Pangeran Indra menepuk pundak Kwan Yiew, " Terima kasih Prajurit Lee, aku akan selalu menjaganya dengan nyawaku.


14060 view, tq reader😘😘😘

__ADS_1


"


__ADS_2