Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri

Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri
68. Jangan membenciku dinda nanti benar benar cinta


__ADS_3

Pangeran Indra tersenyum sinis, menyentuh bajunya yang basah seketika baju itu langsung kering, "Kau fikir aku sudi disentuh olehmu, dasar wanita murahan" Pangeran meneguk minumannya kasar hingga sebagian minuman tumpah membasahi bajunya.


Pangeran membuka bajunya, lalu membuangnya begitu saja ke sudut ruangan, baju sutra yang sangat mahal berubah menjadi sampah dalam sekejap. Nyai Seruni pemilik tempat hiburan segera menuju kamar pangeran karena mendapat laporan dari anak buahnya mengenai insiden yang terjadi karena kesalahan yang dilakukan Kedasih, Nyai Seruni ingin minta maaf atas kesalahan yang dilakukan anak buahnya itu. Saat melihat pangeran melempar bajunya Nyai menjadi sangat takut tapi berpura pura tenang, Pangeran Arya adalah pelanggan tetapnya akan sangat merugikan baginya jika pangeran tidak lagi datang 'Dasar manusia tamak' batin pangeran karena mendengar apa yang ada difikiran Nyai Seruni. "Maafkan anak buah hamba gusti pangeran jika pelayanannya kurang memuaskan, apa gusti ingin pelayan lain?" Nyai Seruni bertanya lembut. "Apa aku memintanya? aku jijik melihatnya apa lagi harus menyentuhnya!" Apa kau tahu anak buahmu itu sudah kurang ajar, berani sekali menyentuhku tanpa izinku!" Pangeran sangat marah hingga matanya berubah merah.


Nyai Seruni terlonjak mundur terkejut melihat reaksi pangeran, 'ternyata rumor yang beredar benar, pangeran sudah gila' batin Nyai. "Kau bilang aku gila Nyai?" Pangeran bertanya sinis "Astaga.. dia membaca fikiranku, batin nyai gusar "Ti..ti.tidak gusti, hamba mana berani" Nyai Seruni menjawab dengan wajah pucat jantungnya serasa berhenti berdetak.


"Bawakan baju baru untukku, aku tak sudi memakai pakaian yang sudah disentuh tangan kotor anak buahmu itu!" Pangeran berkata lagi , "Baik pangeran akan segera kami sediakan" Nyai membungkuk hormat dan cepat cepat berlalu, dari hadapan pangeran yang begitu menakutkan baginya.


"Cepat siapkan, Nyai berkata pada asistennya Kamboja, "Baik nyai" Kamboja berlalu cepat menyiapkan pakaian yang diminta Pangeran. Dan kau Anyelir! Seret perempuan tak tahu di untung itu, "Baik Nyai, Asisten nyai yang bernama Anyelir segera menyeret Kedasih, wajah kedasih sudah pucat sejak tadi membayangkan hukuman apa yang akan diterimanya "Nyai.. ampuni aku nyai, jangan hukum aku nyai, Kedasih meraung berlutut memohon ampun di hadapan nyai. "Kau fikir kau siapa? sampah yang bermimpi menjadi selir?" Menjijikkan! enyah kau! Nyai menendang Kedasih, mengibaskan bajunyanya yang disentuh Kedasih. Kedasih masih menangis memohon nyai mengampuninya saat tubuhnya diseret oleh dua pengawal nyai itu. Dunia sudah gelap bagi kedasih, dirinya yang merasa hebat karena penggibur kelas atas yang hanya melayani kaum bangsawan hari ini sudah berubah menjadi penggibur rakyat jelata, tak ada baju bagus, tak ada emas berlian hanya makanan yang akan diterimanya sebagai upah. Kedasih di lempar ke sebuah kamar sempit yang temaram di rumah bunga kelas bawah, hari hari suramnya di mulai hari ini. "Awas kau pangeran sombong, tunggu pembalasanku" Kedasih membatin.

__ADS_1


Kamboja mengetuk pintu, "Gusti pangeran apa saya boleh masuk? saya membawakan pakaian gusti" Kamboja memohon izin "Masuklah" Suara pangeran yang datar membuat Kamboja lega. Kamboja meletakkan pakaian yang dibawanya lalu bertanya lagi, "Ada yang tuan butuhkan lagi?" "Tidak, pergilah" Pangeran Indra menjawab singkat. Pangeran segera memakai baju yang dibawakan Kamboja, Baju Sutra berwarna Biru gelap, dengan sulaman benang emas bergambar seekor naga dan elang di dada kirinya. Pangeran tersenyum, sulaman benang yang sangat disukainya, tiba tiba saja pangeran rindu istananya, "Semoga kita bisa segera kembali sayang aku merindukanmu, memelukmu di taman kita" Pangeran terlihat sendu.


"Pangeran bersiap siap berteleportasi saat Wiro abdi setianya muncul, 'untung saja aku belum menghilang' batin pangeran lega. "Apa kita akan pulang sekarang gusti? " hamba akan siapkan kereta. "Ya, kita pulang naik kereta saja" Pangeran pura pura mabuk. 'Heh.. sungguh menyebalkan harus berpura pura' batin pangeran.


Jalanan berbatu membuat kereta oleng dan tak lama keretapun tiba tiba berhenti.


1 batang pohon yang cukup besar melintang di tengah jalan hingga kereta terpaksa berhenti. Dan sesaat kemudian muncul 7 orang berpakaian serba hitam dengan wajah tertutup topeng hitam, membawa sepasang trisula. Pangeran keluar dari kereta, 'hmmmm perampok trisula hitam' batin pangeran. "Aku sedang tak ingin bermain main dengan kalian, cepat katakan apa yang kalian inginkan" Pangeran menatap tajam pada seorang perampok yang bertubuh paling besar dan berdiri paling belakang di keliling 6 temannya dialah Buto Ireng ketua perampok trisula hitam.


"Kau mengenalku? siapa kau?" Buto Ireng terkejut dan tidak suka hanya orang terdekat yang berani manggilnya begitu. "Kau melupakanku gendut? ah mengecewakan, kali ini kau kumaafkan jika nanti kita bertemu lagi kau masih lupa, kau takkan kuampuni" Pangeran pura pura sedih. "Wiro berikan 7 kantong emas pada mereka. "Satu lagi gendut, pindahkan pohon itu" pangeran memerintah, hingga membuat Buto Ireng mengeram marah. "Jangan marah, jika kuadukan pada Nyai basingah kau bisa digantung nanti" Pangeran berkata lagi. 'Sialan, siapa dia?' Buto Ireng makin kesal. "Temui aku besok di pasar, di kedai biasa kita bertemu, awas jika kau tak datang, nyai basingah pasti akan kecewa" bisikan tanpa wujud yang terdengar jelas di telinga Buto Ireng.

__ADS_1


'Ah sudahlah yang penting malam ini kami harus membunuh pel***r bodoh itu, 7 kantong emas lebih berharga dari nyawamu ja**ng' Buto Ireng menyeringai senang memperlihatkan giginya yang runcing dan hitam.


"Joko, Gatot, Habisi dia" Buto Ireng memerintahkan anak buahnya membunuh Kedasih, Dua orang anak buah Buto Ireng kembali ke Rumah Bunga, dan Buto Ireng bersama anak buahnya yang lain kembali ke markas mereka di tengah hutan.


Pangeran Indra melemparkan tubuhnya ke ranjang, 'hari yang melelahkan, gara gara perempuan bodoh itu' batin pangeran masih kesal dengan apa yang telah terjadi tadi. 'lebih baik aku menemui Suri dalam mimpinya' batin pangeran lagi, wajahnya yang kesal langsung berubah senang hanya dengan memikirkan Suri.


Pangeran Indra berkomat kamit membaca mantera seketika pangeran sudah masuk ke mimpi Suri. "Suri memimpikan saat mereka pertama bertemu di hutan larangan. Mereka bertengkar kala itu karena memperebutkan rusa buruan Suri yang di ambil pangeran, karena masuk ke wilayahnya. Suri marah sekali pada pangeran hingga dia berkata "Pangeran sialan, aku membencimu! dan pangeran hanya tertawa "Jangan membenciku dinda, nanti kau benar benar cinta!".


tq 2845 view, happy reading ya cin dukung terus pangeran Indra dan Suri ya😘😘😘

__ADS_1


'


__ADS_2