Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri

Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri
34. Kedatangan Putra Mahkota


__ADS_3

Hari itu Suri lelah sekali hingga tertidur pulas, saat bangun Suri sudah kembali di paviliun melati, Suri tersenyum karena tahu pasti pangeran Indra yang membawanya kembali.


Suri bangun berdiri di depan jendela, matahari telah menghilang, obor-obor di sekeliling kediaman panglima sudah di nyalakan, nyala api meliuk-liuk diterpa angin yang kencang, "sepertinya akan turun hujan di luar gelap sekali" Suri berkata dalam hati.


"Tok tok tok", terdengar suara ketukan di pintu, Suri membuka pintu, di depan pintu berdiri Melati membawa tempat lilin, Melati membungkuk hormat, dan bergeser kesamping memberi jalan bagi Melati untuk masuk.


"Putri, kalau boleh hamba bertanya, kemanakah gerangan putri tadi?" Melati bertanya dengan menunduk. "Apakah ayahanda mencariku?" Suri balik bertanya.


"Banyak sekali yang menanyakan putri hari ini, Tuanku Panglima, Tuanku Hang Nadim, dan Yang Mulia Putra Mahkota.


Melati menjelaskan.

__ADS_1


"Kalau ayahanda yang mencari tidak masalah, tapi putra mahkota dan Nadim, kenapa mencariku?, apa kau tahu Melati?


Suri bertanya pada Melati yang dari tadi hanya menunduk. "Ha..hamba tidak tahu putri" Melati menjawab gugup.


"Kau yakin tidak mau memberi tahuku Melati?" Melati menunduk. "Tuanku Nadim tadi datang katanya ingin meminta maaf pada putri, dan berpamitan karena beliau akan berangkat besok pagi, sedangkan putra mahkota, hamba tidak tahu putri, sebaiknya Tuanku tanyakan langsung pada Tuanku Panglima, hamba pamit putri.


Dayang Melati pergi meninggalkan Suri dengan terburu-buru. "Hmmm... apa yang terjadi, hingga Melati pun sudah tak bisa dipercaya" Suri melangkah lesu menuju pemandian. Air bak mandi yang hangat membuat nyaman, Suri tersenyum menghirup wangi mawar yang semerbak. Suri memejamkan mata menikmati hangatnya air kolam, untuk sesaat melupakan segala fikiran yang berkecamuk di fikirannya.


Selesai mandi Suri segera berpakaian, Baju kurung merah muda yang cerah, makin menyerlahkan kecantikan Suri, Rambutnya yang digelung sederhana dengan sunting kamboja 2 bunga makin menambah kecantikan Suri malam ini, walaupun hanya menggunakan riasan tipis tak.mengurangi kecantikannya, tak lupa Suri memakai selendang dan sendal warna senada, untuk melengkapi penampilannya malam ini, Suri melangkah pelan di ikuti Melati menuju ruang makan.


Tiba di ruang makan panglima sudah menunggu, dan seseorang di sudut barat meja membuat Suri sedikit gugup, "Hmmm... ada apalagi ini, kenapa dia tak mau membiarkan hidup tenang" Suri menggerutu dalam hati, tamu yang tak di rindukan tersenyum penuh arti disana, dialah Putra Mahkota Pangeran Mulyawarman.

__ADS_1


Suri memberi hormat sebelum duduk di sebelah kanan ayahandanya di sudut Timur meja jamuan bersebrangan dengan Putra Mahkota. "Ehem3x" Panglima berdehem memecah kesunyian di meja jamuan "Sebaiknya kita makan dahulu, sebelum kita membicarakan hal penting yang ingin disampaikan Putra Mahkota, Silahkan dinikmati jamuan kami yang tak seberapa ini yang mulia" Panglima mempersilahkan putra mahkota untuk makan, merekapun makan dalam diam, hanya denting sendok dan garpu yang sesekali terdengar berlaga dengan piring, para pelayan sesekali mendekat memeriksa jika ada yang kurang, saat makanan penutup disajikan Suri menatapnya dengan penuh minat, puding buah dengan vla susu kesukaannya, Suri makan dengan lahap, pun ketika ayahandanya berdehem Suri hanya melirik sekilas dan fokus kembali pada Pudding di piringnya, Suri tahu ayahandanya tak ingin bila putri nya disebut rakus dan makan tanpa tata krama, tapi Suri tak peduli, akan lebih baik jika Putra Mahkota tidak menyukainya fikir Suri. Saat Suri mencuri pandang pada putra mahkota putra mahkota mengedipkan sebelah matanya, sambil tersenyum menggoda. "Sialan" Suri mengumpat pelan, tak di sangka ayahandanya mendengar dan melotot marah ke arahnya.


Ternyata Putra Mahkota tahu akal bulus Suri yang pura-pura tidak sopan, Suri hanya menunduk menyembunyikan kekesalannya.


Selesai makan Panglima mengajak Putra Mahkota dan Suri untuk melanjutkan pembicaraan di Pendopo kediaman Panglima. Suri hanya diam mengikuti langkah Putra Mahkota dan Ayahandanya menuju pendopo utama kediaman mereka.


Setiba disana tanpa berbasa basi lagi Panglima bertanya maksud kedatangan Putra Mahkota yang tiba-tiba datang ke kediamannya.


"Baiklah yang mulia, kalau boleh hamba bertanya apakah gerangan maksud dan tujuan yang mulia datang malam ini?" Panglima berbicara sambil mengangguk hormat pada Putra Mahkota. "Baiklah panglima, sebenarnya maksud dan tujuan beta datang malam ini, adalah untuk menyampaikan hajat beta, beta ingin mempercepat pernikahan beta dengan Putri Dayang Suri, beta ingin pernikahan kami dilaksanakan secepatnya, karena beta tak ingin Suri berubah hati" Putra Mahkota memandang Suri dengan senyum sinis dan pandangan tajam menusuk ke jantung. Suri hanya menunduk menahan debaran jantungnya yang berdegup kencang, tangannya gemetar menahan gugup "Apakah putra mahkota sudah mengetahui jika aku punya kekasih? ah tidak mungkin, pangeran Indra bukan dari bangsa kami tak mungkin Putra Mahkota tahu hal ini, Suri hanya bisa menunduk memainkan ujung selendangnya.


Hai reader mohon maaf sudah lama ngga up, author sakit jadi ngga mood dan ngga konsen, alhamdulillah sekarang sdh berangsur membaik semoga bisa up lebih sering, dukung aku ya biar semangat up tiap hari, btw tq buat 347 viewer😘

__ADS_1


__ADS_2