Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri

Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri
33. Ini hari kita


__ADS_3

Pangeran Indra memeluk erat Suri seakan tak ingin melepaskannya walau sesaat, hingga Suri terpaksa mendorongnya, "Kanda tolong lepaskan" Suri memohon dengan wajah memelas, "Kenapa, biarkan seperti ini sayang, aku masih rindu, pangeran makin mempererat pelukannya, mencium kening Suri, dan menautkan keningnya di kening Suri.


"Tapi aku bisa mati kalau begini terus, aku sesak nafas" Suri memasang wajah memelas sambil pura-pura pingsan. "pangeran melepaskan pelukannya, dan menggigit hidung Suri, "Aww, sakit kanda, kalau hidungku copot gimana?" Suri memegangi hidungnya yang memerah karena digigit pangeran Indra "Salahmu sayang kenapa terlalu menggoda" pangeran Indra membuka mulutnya lebar lebar seakan ingin memakan Suri.


Suri Bangun dari ranjang dan lari ke taman pangeran Indra mengejar Suri seperti singa lapar yang ingin menerkam mangsanya, Suri lari dengan kencang sambil tertawa sesekali menoleh mengejek pangeran yang mengejarnya , tapi sial bagi Suri kakinya tersandung dan jatuh di rerumputan.


Pangeran Indra pun pura-pura jatuh tepat menimpa Suri, tak membuang waktu pangeran memakan Suri, bunga-bunga mawar putih yang bermekaran jadi saksi sepasang insan yang sedang kasmaran itu berbaring dan bercanda di atas rumput tebal layaknya permadani hijau yang tebal.


Pangeran Indra tak bosan-bosan mencium Suri, rindunya seakan tak habis-habis, saat pangeran mencium lagi bibir Suri tiba tiba terdengar suara musik keroncong dari perut Suri, merekapun akhirnya tertawa bersama.


" Yuk masuk cacing-cacing diperutmu sudah cemburu juga padaku" pangeran Indra tersenyum menggoda, Suri hanya tertunduk pipinya memerah menahan malu dalam hati Suri berkata "Dasar cacing cacing tidak sekolah, bikin malu saja".


"Sayang, aku lelah, gendong" Suri mengulurkan tangan pada pangeran Indra "Baiklah, tapi tidak gratis" Pangeran Indra mengedipkan sebelah matanya. "Ya terserah kanda saja" Suri balas menggoda dengan mengedip matanya berulang-ulang. "Ha3x.. Pangeran indra tertawa melihat tingkah lucu Suri.

__ADS_1


Merekapun masuk ke paviliun dengan Suri yang digendong pangeran, sangat mesra, pangeran pun tak melepaskan kesempatan mencium lagi kekasihnya.


Pangeran membaringkan Suri di ranjang, "Kanda pergi dulu jangan kemana-kemana" Pangeran Indra membelai rambut Suri, menciumnya sekilas lalu pergi lewat pintu belakang.


Suri yang ditinggal sendiri baru sadar "Astaga, bagaimana aku bisa sampai disini? bukankah aku tadi tidur di paviliunku? kenapa pas bangun bisa disini?, Suri berkata dalam hati, "Apa ini mimpi?" Suri berkata lagi lalu mencubit pipinya "Aww!" sakit, jadi ini bukan mimpi" Suri mengelus-elus pipinya yang memerah karena dicubit sendiri olehnya.


Tak lama kemudian datang iring-iringan para dayang membawa makanan, minuman, dan juga buah-buahan, mereka langsung menghidangkannya, Suri hanya diam memperhatikan para dayang bekerja menata makanan di meja.


Saat Suri asik memperhatikan para dayang menata meja, pangeran Indra sudah ada dibelakang Suri, menyentuh pelan pundak Suri agar tidak terkejut. Suri menoleh dan melihat pangeran Indra sedang tersenyum padanya. Para dayang undur diri setelah selesai menghidangkan makanan.


Selesai makan Suri berjalan-jalan duduk di ayunan di gazebo yang terletak di samping paviliun. Pangeran duduk disampingnya, memeluk bahu Suri untuk bersandar padanya.


"Mau tanya apa?" pangeran bertanya, "Bagaimana aku bisa sampai disini? tidak mungkinkan kalau naik kereta? karena aku sama sekali tidak merasakannya", Suri bertanya sambil menatap pangeran Indra.

__ADS_1


"Memang tidak, aku menculikmu di kamarmu, membawamu kemari dengan berteleportasi" pangeran menjelaskan singkat. "Teleportasi? Suri melotot menatap pangeran Indra, "Jadi kita dari kamarku langsung tiba disini?" Suri bertanya dengan takjub. "Ya sayang, langsung tiba disini" pangeran menjawab sambil membelai rambut Suri.


"Kalau begitu aku bisa kapanpun datang kemari tak perlu naik kuda atau kereta kanda bisa menjemputku langsung" Suri berbicara dengan mata berbinar-binar.


"Tidak bisa sembarangan berteleportasi, apalagi ketempatmu sayang" pangeran Indra berbicara dengan serius "Kenapa? kenapa tidak bisa?" Suri bertanya dengan nada kecewa.


Sistem keamanan gaib di kerajaanmu sangat sulit ditembus, aku harus berusaha mengeluarkan seluruh tenagaku untuk kesana, jika gagal tubuhku bisa musnah".


"Apa?". Suri terkejut hingga tak sadar mulutnya terbuka lebar karena terkejut. "Pangeran Indra menutup mulut Suri dengan bibirnya, Suri yang terkejut mendorong pangeran Indra, Pangeran tertawa "ha3x sapa suruh melongo begitu".


"Jahat sekali" Suri mencubit pangeram Indra "Aww" pangeran Indra pura pura kesakitan. "Tak usah difikirkan sayang" pangeran Indra menarik Suri untuk kembali bersandar dipelukannya, membelai pelan rambut Suri.


"Maaf, tadi dinda tak sengaja memeluk putra mahkota" Suri berkata pelan. "Hari ini hari kita jangan bicarakan orang lain, kanda tak ingin mendengarnya" suara pangeran Indra berubah serius. Jika sudah begini Suri tahu kekasihnya marah, dan tau harus apa untuk menenangkannya😝

__ADS_1


Hai reader terima kasih banyak supportnya alhamdulillah 325 view, maaf belum bisa konsisten up tiap hari, makanya ngga berani ajukan kontrak biarlah berjalan pelan pelan, terima kasih manyak3x lov u more😘😘😘


__ADS_2