Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri

Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri
35. Berita mengejutkan


__ADS_3

"Hmmmmm, ada apa gerangan Pangeran? kenapa tiba tiba saja ingin mempercepat pernikahan? tanya Panglima dengan penuh curiga, "Mohon maaf Panglima, tanyakan langsung saja pada Putri Dayang Suri, beta rasa Putri bisa menjelaskannya lebih jelas dan lebih terperinci" Pangeran menatap Suri, tapi yang ditatap hanya menunduk, Suri gelisah, tak tahu harus apa, hingga akhirnya hanya terdiam pasrah.


"Besok rombongan akan datang Panglima, untuk membicarakan persiapan pernikahan, mohon panglima bekerjasama, beta pulang dulu" Pangeran berdiri dan mengangguk hormat pada panglima, bagaimanapun dia adalah calon mertuanya, yang harus dihormati. Pangeran berjalan cepat di ikuti para pengawal setianya.


Suri berdiri menunduk sedalam mungkin tak ingin melihat wajah putra mahkota saat melewatinya, tapi sayang, apa yang dia lakukan hanya sia-sia putra mahkota yang diharapkan melewatinya malah berhenti di hadapannya, "Putri, beta sudah tidak sabar menanti hari bahagia kita" "beta harap putri juga begitu" putra mahkota tersenyum sinis sambil berlalu meninggalkan putri.


"Putra mahkota sialan, kenapa dia harus muncul dalam hidupku" Suri memaki putra mahkota dalam hati hingga tanpa disadari Suri meninju meja di depannya, Brak!! Panglima terkejut menatap tajam pada putrinya yang sangat tidak sopan. "Ada apa Dayang Suri? apa ada sesuatu yang ingin ananda katakan pada ayahanda?" panglima bertanya dengan pandangan tajam pada putrinya. "Maaf ayahanda, hanya seekor kecoa lewat" Suri menjawab asal.


"Tunggu Ayahanda di ruang baca kita harus bicara" Panglima segera menyusul Putra mahkota yg sudah tak tampak di ruang makan, sementara Suri hanya menunduk lesu, inikah hidupku, harus menikah dengan orang yang tak kucintai? Suri tersenyum menyeringai mentertawakan nasibnya, bayangan untuk pernikahan bahagia dengan orang yang dicintai musnah sudah.

__ADS_1


Sambil menunggu ayahandanya Suri duduk membaca sebuah buku sejarah yang sangat disukainya, tapi akhirnya Suri hanya melamun menatap kosong pada halaman bukunya melamun memikirkan nasibnya. Menjadi putri mahkota semua gadis memimpikannya, tapi tidak bagi Suri yang suka kebebasan, hidup di istana seperti burung dalam sangkar, tak ada lagi kebebasan semua serba di atur, hidup yg membosankan.


Ehem2x, Panglima berdehem memecah lamunan Suri, Suri sontak berdiri melihat ayahandanya sudah berdiri dihadapannya, "Tinggalkan kami", pengawal yang sejak tadi mendampingi panglima segera membungkuk hormat, melangkah mundur meninggalkan Panglima dengan Putri Dayang Suri.


"Bicaralah nak, ada apa gerangan, ananda sepertinya tidak bahagia dengan pernikahan ini, Ayahanda ingin ananda jujur agar tidak ada penyesalan di kemudian hari" Panglima menatap lembut putri yang sangat disayanginya, sejak istrinya meninggal hanya Suri satu satunya yg sangat dicintainya, panglima tidak menikah lagi semata mata karena tidak ingin ada yang menyakiti Suri putrinya.


"Ananda istirahat dulu ayahanda" Suri melepas pelukan ayahandanya, "Baiklah sayang istirahatlah, banyak yang harus kita lakukan besok". Suri menghatur sembah berjalan pelan keluar dari ruang baca di ikuti Melati dayang setianya yang sedari tadi menunggu di depan pintu. Setelah keluar dari ruang baca Suri mempercepat langkahnya ingin segera tiba di paviliunnya, Melati terengah engah berjalan setengah berlari mengikuti junjungannya.


Setiba di paviliunnya Suri langsung merebahkan diri di peraduan, Melati mengambil pakaian tidur untuk Suri dan berdiri mematung melihat Suri yang terlentang dengan wajah ditutupi bantal.

__ADS_1


"Suri berteriak sekencang kencangnya, menumpahkan segala kekesalannya. Melati hanya mematung, melihat apa yang dilakukan Suri. Saat Suri telah diam Melati baru berani bersuara "Putri, mohon ganti pakaian dulu" Suri duduk di tepi pembaringan, membiarkan Melati melepas suntingnya, membuka gulungan sanggulnya hingga rambutnya hitam mengkilat menutupi matanya yang sembab, wajah Suri terlihat menakutkan dengan riasan yang rusak karena menangis wajah Suri terlihat menakutkan, Melati mundur ketakutan, "Kenapa Melati? Suri menatap Melati yang ketakutan, "Mm...maaf Putri, wajah putri sangat menakutkan" Melati menunduk takut junjungannya marah, Suri menatap cermin dan berteriak "Aaaaaa" Melati reflek menutup mulut Suri, takut jika teriakan Suri membangunkan semua orang. Akhirnya mereka berdua tertawa, Suri membiarkan Melati melayaninya hingga selesai, apa yang terjadi barusan sedikit membuat Suri lega, untuk sesaat Suri tak memikirkan pernikahannya dengan putra mahkota yang tidak dicintainya. Melati meninggalkan Suri yang masih diam mematung di pembaringannya.


Entah sudah berapa lama Suri berusaha memejamkan matanya, tapi matanya tak juga kunjung mengantuk, Suri berharap bisa tertidur dan bertemu pangeran Indra dimimpinya, atau bisa terbangun di istananya, hanya pangeran Indra yang bisa menghilangkan segala kepedihan ini, tapi hingga pagi menjelang matanya tak juga terlelap.


Sementara itu di istana Buana Gemilang Pangeran Indra berdiri cemas di depan cermin saktinya, sejak tadi berusaha melihat kekasihnya tapi tak kunjung berhasil, berulang kali merafal mantera tapi hasilnya tetap sama. Kemudian Pangeran Indra berusaha masuk ke mimpi Suri tapi juga tak bisa. Pangeran kembali memejamkan mata komat kamit merafal mantera pangeran ingin berteleportasi ke paviliun Suri tapi saat matanya terbuka dirinya masih berada di kamarnya, pangeran mengepalkan tinjunya menahan amarah yang semakin memuncak "Ada apa ini? aku tak pernah melanggar pantangan mengapa manteraku tak berhasil seolah ada dinding yang menghalangi pandanganku? Pangeran sangat resah fikirannya kalut, cemas memikirkan sesuatu pasti telah terjadi pada kekasihnya.


"Hah!! Pangeran Indra meninju dinding paviliunnya hingga hancur berkeping keping, pengawal yang berjaga di luar terkejut tapi tak berani mendekat, hanya saling berpandangan.


Hallo reader, mohon maaf sudah lama tidak up karena satu dan lain hal autor tidak bisa up, terima kasih buat semua yang sudah mampir membaca 565 view membuat author kembali bersemangat, hari.ini menchallenge diri untuk menulis 1000 kata, biasanya hanya 500an saja , but untuk saat ini author hanya menulis untuk suka suka saja, belum berani terikat kontrak karena belum siap untuk up tiap hari, tq reader, i love u🙏

__ADS_1


__ADS_2