Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri

Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri
59. Membuat Zarra jatuh cinta 2


__ADS_3

Sejak pertama bertemu dengan Pangeran Yazzid sebenarnya Zarra sudah merasakan debaran debaran aneh di hatinya, entah mengapa tatapan Pangeran begitu dalam mampu menenggelamkan Zarra kapan saja, seperti ada ikatan batin yang kuat di antara mereka, tapi Zarra berusaha sekuat tenaga membuang rasa itu jauh jauh, bagi Zarra itu hanya kekaguman biasa karena aura calon Raja yang begitu kuat pada diri Pangeran itu, dan mereka juga belum pernah bertemu sebelumnya, jadi mana mungkin Zarra menyukainya.


Mereka saling berhadapan, Zarra masih menunduk tak berani menatap Pangeran Yazzid, pun saat pangeran mulai bicara Zarra tetap menunduk tak berani menatap manik coklat yang begitu tajam itu. "Zarra... saya nak cakap 1 rahsia pada awak, dan saya harap awak tak potong cakap saya sampai saya siap, ok?" Zarra menggangguk.


"Awak tahu kan kalau saya baru sahaja mengalami accident? disebabkan accident tu saya cedera teruk, dan saya tak ingat apa apa, Ayahanda saya bawa saya pergi UK untuk dapatkan rawatan untuk bagi ingatan saya balik, tapi hasilnya nothing, tak ada apa yang boleh buat ingatan saya balik, and kalau awak nak tahu ada barah di otak saya, saya boleh mati bila bila sahaja Zarra. Pangeran menatap Zarra, pandangan mata mereka bertemu, saat itu Zarra yang terkejut reflek mengangkat kepalanya menatap pangeran, tapi saat tahu pangeran menatapnya Zarra cepat cepat menunduk lagi, Pangeran tersenyum melihat tingkah Zarra.


Pangeran sengaja berbohong untuk dapat simpati Zarra, sebagai seorang perawat Zarra sudah melihat orang dengan berbagai penyakit di rumah sakit, dan Pangeran yakin Zarra tak kan tega untuk meninggalkannya, rencana yang sempurna jika pangeran mengaku sakit Zarra pasti akan langsung simpati. tepat dugaan Pangeran Zarra masuk dalam perangkapnya.


So Zarra, Dokter kata umur saya tak panjang lagi, saya nak awak jaga saya sampai saya ma.... "Tuan.. jangan cakap macam tu, jodoh, takdir maut semua Allah yang tentukan" Zarra memotong ucapan Pangeran. Zarra pun terdiam setelah mengatakan itu, entah keberanian dari mana Zarra berani membantah ucapan pangeran, tapi pangeran tidak marah hanya tersenyum "Saya tak salah pilih awak Zarra, awak boleh bagi semangat pada saya" pangeran tersenyum 'Ha.. ha...ha.. jangan lari lagi sayang di sini saja di dekatku' batin pangeran Indra.


"Awak kena rahsiakan semua yang saya cakap pada awak, awak tahukan kalau gosip sangat mudah menyebar, and kalau sampai gosip ni ada di luar sana saya tahulah nak cari sapa" Pangeran berbicara sedikit mengancam. "Baik tuan saya akan jaga rahsia ni sampai saya mati biar pecah di perut jangan pecah di mulut" Zarra mengangkat tangan kanannya sebagai tanda mengangkat sumpah. "Saya percaya awak boleh jaga rahsia ni Zarra".

__ADS_1


"Ok, tugasan pertama awak hari ni, saya lapar, saya nak makan, but tak nak makan makanan tadi, dah sejuk" Pangeran menatap meja berisi makanan yang dibawa Zarra tadi. "Baiklah tuan saya ambekkan makan bar, tapi tuan... "Ape?" Pangeran Yazzid bertanya bingung "Lepaskan tangan saya" Zarra tersenyum malu, sejak tadi pangeran Indra berbicara sambil mengenggam tangan Zarra. "Owh, sorry" Pangeran melepaskan tangan Zarra.


Zarra mengambil makanan yang sudah dingin dan cepat berlalu menuju dapur di lantai 1. Memanaskan bubur dan lauk pauknya, lalu kembali lagi ke kamar pangeran Indra dengan makanan yang masih mengepul.


"Sile makan tuan" makanan di atas nampan sudah berpindah ke atas meja kecil di atas ranjang pangeran Indra. Pangeran menatap Zarra, tapi yang ditatap sama sekali tidak mengerti, melihat pangderan tak kunjung makan Zarra bertanya lagi "Ada apa apa lagi yang kurang tuan?" "Tak de" "Habis tu kenapa tak makan lagi?" "Saya tunggu kamu suapkan, tak kan tak faham" Pangeran berkata acuh. Sementara Zarra mengepalkan tangan menahan marah, tapi sesaat kemudian kembali melunak. "Kenapa? tak sudi nak suapkan saya? pangeran bertanya lagi "Tak lah tuan, saya ingat tuan dah sihat so tak payahlah nak suap lagi" Zarra mengambil mangkuk bubur dan mulai menyuapkan pangeran Yazzid "Fuahhh" Pangeran menyemburkan buburnya, awak nak bunuh saya ke Zarra, panas nie tiup lah dulu. Pangeran menuju wastafel berkumur kumur, saat ingin berbalik pangeran menabrak Zarra yang berdiri tepat dibelakangnya, merekapun jatuh bertindihan, Pangeran dam Zarra terdiam hanya bisa saling tatap dalam jarayamg begitu dekat jantung Zarra berdetak kencang 'OMG, jantung aku' batin Zarra "Tuan, tuan panggilan Zarra menyadarkan Pangeran Yazzid, "Tuan bangonlah sesak nafas saya tuan" Zarra mulai ngos ngosan, pangeran Yazzid buru buru bangun. membantu Zarra berdiri. "Apa awak buat di belakang saya Zarra, tak payahlah nak ikut saya pegi toilet" Pangeran mengomeli Zarra "Maaf tuan saya bukan ikut tuan tapi nak bersihkan nie" Zarra menunjukkan bajunya yang kotor karena bubur yang di semburkan pangeran tadi.


"Ups, Sorry, dah lah tak payah cuci pegi lah salen baju, ade tak bawa baju?" Pangeran menatap Zarra yang pura pura sibuk membersihkan bajunya dengan tissu. "Baik tuan saya minta diri dulu" Zarra berlalu pergi.


"Engkau ni kan, asek kacau daun je,aku nak engkau matikan CCTV dalam bilik ni, hari ni jugak, kalau tidak siap lah kau" Pangeran mengancap, "Siap bos" Saddam memberi hormat. "Ada apa apa lagi tak, kalau tak ada ay nak pegi office" Saddam bertanya lagi " tak ada pegilah berambus cepat" Pangeran pura pura marah "Amboy orang tengah jatuh cinte nie tak nak berenggang" Saddam menggoda pangeran Indra. Yang di goda hanya diam menahan marah.


Zarra masuk ke kamar pangeran setelah berganti pakaian, Pangeran menatap Zarra. "Ay dah makan, you suke kan" Zarra tersenyum "Terime kaseh dah mudahkan tugas saye, sekarang makan ubat pulak" Pangeran makan obat tanpa bertanya hari ini sudah cukup melelahkan dia ingin istirahat "Ok encik Zarra saya dah breakfast, dah makan ubat, saya nak rehat I'm so tired, but you dont go any where, masa saya bangun nanti saya tak nampak awak, siap awak saya kerjekan" Pangeran menarik selimut dan tidur membelakangi Zarra, Pangeran menutup mulut menahan tawa. Sementara Zarra mengepalkan tinju menahan geram. Tiba tiba pangeran bersuara lagi "Zarra, awak kutuk saye e" "Tak tuan, mane ade" Ya Allah die nie macam tahu tahu je aku kutuk die' Zarra membatin ngeri.

__ADS_1


Akhirnya Zarra duduk di kursi disamping jendela, melihat lihat majalah yang ada dimeja hingga tanpa sadar Zarra tertidur.


Dalam tidurnya Zarra bermimpi berada di taman mawar putih yang begitu indah, Zarra berlari kesana kemari mencium bunga bunga yang harum Zarra ingin memetik satu bunga tangannya tertusuk duri. Tiba tiba seorang pangeran langsung mengisap jari tangan Zarra yang berdarah. Saat mereka saling menatap betapa terkejutnya Zarra pangeran itu Pangeran Yazzid.


Zarra pun terbangun, dan terkejut melihat pangeran Yazzid sedang menghisap jarinya "Tuan?" "Sorry, tadi awak jerit, saya tengok tangan awak bedarah, saya isap jelah supaya darah lekas berenti, awak picit tangan awak sekejap, saya ambikkan ubat. Zarra tertegun, mimpi tadi?.....


wow!!! 1376 view!!!, tq alls, happy nye semalam 1285 tak gerak2 tu yang malas nak up, simpan dulu 1 part๐Ÿ˜ hari ni dah 1376, semangat up, dukung terus Suri dan pangeran Indra ya, eh Zarra dan Prince Yazzid๐Ÿ˜


happy reading gaes, lov u more๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_1


Suri dan Pangeran Indra dalam zaman modern "Zarra with Pangeran Yazzid"


__ADS_2