
Hari ke-7 pangeran Indra di Istana Tanah Datar, Pangeran Indra sedang berjalan jalan mengitari istana, tak peduli dengan bisik bisik para dayang dengan keanehan Putra Mahkota Kerajaan mereka sejak bangkit dari kematian. Pangeran yang lupa ingatan dan berubah jadi baik sungguh gosip yang sangat sedap ditambah bumbu bumbu lain yang makin menambah kelezatannya.
'Ternyata di kehidupan ini dan kehidupan sebelumnya selalu sama semua dayang suka bergosip' batin pangeran Indra tersenyum sinis, dengan kemampuannya membaca fikiran pangeran Indra dengan mudah mendengar semuanya, akhirnya hanya membuat pangeran geleng geleng kepala.
Pangeran Indra berhenti tiba tiba, mengejutkan pengawal berjalan di belakangnya, "Ada apa pangeran?" "Sebaiknya kita kembali, aku lelah ingin beristirahat" "Baiklah tuanku" Sudah tiga hari sejak tabib menyatakan dia sudah sembuh pangeran terus berjalan menjelajahi seluruh ruang yang ada di istana, semua bangunan hingga semua lorong lorong di belakang istana, walaupun banyak tatapan mata yang melihat aneh padanya Pangeran Indra pura pura tidak tahu, dengan alasan ingin membangkitkan kembali ingatannya pangeran mendatangi seluruh istana. Pangeran Indra ingin mengetahui seluk beluk istana agar segera bisa beradaptasi. "Apa tidak sebaiknya pangeran makan dulu, waktu makan malam sebentar lagi, Baginda raja dan Permaisuri pasti sudah menunggu" "Tidak Rizal" pangeran indra menjawab tanpa menghentikan langkahnya menuju kediamannya.
Pangeran merebahkan diri di ranjangnya dan bergumam? 'Pangeran yang bangkit dari kematian, lupa ingatan, bangkit untuk memperbaiki kesalahan, sempurna' pangeran tersenyum, 'sungguh indah sekenariomu penguasa langit, apapun itu akan kupenuhi sumpahku demi Suriku.
Pangeran Indra memejamkan mata lirih berbisik membaca mantera, rindunya tak tertahan untuk menemui Suri dalam mimpinya.
Siti baru saja ingin keluar dari kamar Suri ketika dilihatnya Suri gelisah dalam tidurnya, keringat mulai membasahi keningnya, perlahan terdengar suara rintihan Suri menangis.
Tuan Putri... Tuan Putri... Siti mengguncang tubuh memaksanya bangun dengan hati hati. Perlahan Suri membuka matanya "Ah.. mimpi itu lagi" nafasnya masih memburu saat Siti menyodorkan gelas minum. Suri minum dan bangkit dari ranjangnya, "Aku ingin keluar mencari angin" Siti mengikuti Suri mengambil baju hangat dan memakainya pada Suri, "Pakai ini putri udara di luar kurang baik sepertinya akan turun hujan, apa sebaiknya putri di kamar saja?" "Tidak Siti aku hanya sebentar hanya ingin mencari udara segar rasanya sesak sekali.
__ADS_1
Suri duduk di kursi halaman paviliunnya, "Duduklah Siti, walau enggan akhirnya Siti duduk di hadapan Suri. Satu keanehan yang tidak difahami Siti sejak junjungannya sehat sang putri seperti orang lain, sikapnya yang tak suka dilayani sangat berbeda dengan tuan putrinya dulu yang sangat manja, apalagi saat Suri minta untuk memanggil namanya saja saat mereka berdua, Siti seperti disambar petir, seakan perintah untuk mencabut nyawanya, Siti tak mungkin berani.
"Ada apa putri, apakah yang membuat putri gelisah" Siti bertanya hati hati. "Entahlah Siti sungguh tak kumengerti sudah 3 malam aku memimpikan hal yang sama, dalam mimpiku aku melihat seorang pangeran, pandangan matanya tajam melihatku, yang tidak kumengerti pandangan itu membuat ku takut, aku seperti mengenalnya tapi aku tak ingat, makin aku memaksakan diri kepalaku sakit" "Seperti apa pangeran itu putri?" Siti bertanya cemas "Dia tinggi, berkulit putih, matanya coklat, alisnya tebal, pandangannya tajam, dagunya belah, dan ada goresan di keningnya sepertinya bekas goresan pedang" Siti menutup mulutnya terlihat sangat terkejut "Ada apa Siti kau mengenalnya?" "Dia... dia... pangeran Mudo Mangkuto tunanganmu putri, tapi pangeran... " Siti terdiam "Kenapa Siti, ada apa dengan pangeran itu?" Suri penasaran dengan reaksi Siti yang berubah ubah "Pangeran sudah tiada putri, pangeran minum racun, dari pada menikah dengan putri pangeran lebih memilih mati bersama".
Suri terdiam berusaha mengingat apa yang dikatakan Siti, tapi sama sekali tak ada yang di ingatnya, tapi sungguh aneh, jantungnya berdebar bukan benci yang dirasakan tapi rasa lain yang tak difahami. Hujan mulai turun rintik rintik saat mereka kembali ke kamar.
Tak bisa memejamkan mata akhirnya Suri hanya termenung di pembaringannya, "Hmmmm.... apa rencanamu padaku penguasa langit?
Suara cicit burung burung murai di tepi jendela membuat Suri terbangun, badannya sakit karena tertidur di depan cermin, "Akhh.. ternyata aku tertidur disini".
Tak lama Siti kembali dengan Amak Juriah. Sentuhan jari jari tangan Amak Juriah membuat Suri nyaman dan membuat matanya kembali mengantuk, seperti kemaren pangeran itu datang lagi, tak seperti sebelumnya, Suri hanya diam, menatap pangeran yang menyentuh pipinya, perlahan mencium puncak kepalanya, mencium keningnya, Suri terpejam merasakan sensasi hangat yang menjalari hatinya dan detak jantung yang tak lagi setenang biasa. Sesaat kemudian sosok itu diselimuti kabut tebal dan hilang seiring kabut yang kian menipis.
Suri membuka mata, melihat tubuhnya yang berminyak, tak ada lagi Amak Juriah, 'Ah ternyata aku hanyut karena pijatan Amak Juriah' Suri meregangkan otot ototnya terasa segar, saat itu Siti muncul dari balik pintu, "Apa putri ingin mandi sekarang? air hangat sudah hamba sediakan. Suri mandi perlahan menikmati harumnya kelopak bunga mawar yang sengaja ditaburkan di kolam itu.
__ADS_1
Saat Suri di pijat Amak Juriah, Siti mengambil kesempatan untuk menemui Tabib Datuk Malin, menceritakan mimpi mimpi yang berulang pada putri Dara Jingga hingga putri tak lena tidurnya.
"Taburkan ini pada air mandi putri, dan minta Amak Juriah untuk sedikit memberi pelindung pada putri, semoga bisa membantu untuk sementara, cepatlah kembali, aku akan menemui baginda melaporkan hal ini" "Baiklah Datuk segera hamba laksanakan".
"Datuk Malin datang menghadap Tuanku" pengawal melaporkan. Raja Bagagar Alam mengalihkan pandangannya dari menyimak laporan di mejanya, mempersilahkan Datuk Malin untuk duduk di hadapannya.
"Ada hal penting apa hingga Datuk menggangguku sepagi ini" "Ampun baginda, hamba ingin melaporkan tentang keadaan putri Dara Jingga"
Datuk Malin menghela nafas sebelum berkata, "Siti melaporkan bahwa putri setiap malam bermimpi bertemu pangeran Mudo Mangkuto, mimpi yang sama terus berulang setiap malam, kita harus melakukan ritual pembersihan raga, sepertinya sisa sisa ingatan Putri Dara Jingga masih ada, hamba takut jika tidak segera dilakukan bisa mengganggu kejiwaan putri" Baginda terdiam memahami apa yang terjadi bukan hal yang bisa dianggap remeh Putrinya bisa gila jika ini dibiarkan berlarut larut.
"Apa yang kau inginkan pangeran, sudah matipun masih ingin menyusahkan putriku" Baginda Raja Bagagar Alam mengepalkan tinjunya menahan amarah yang makin memuncak. "Segera laksanakan" "Menjunjung titah baginda" Datuk Malin membungkuk hormat.
Malam itu di bawah langit yang kelam tanpa bintang Suri menggigil menahan dingin, ritual pembersihan raga membuat giginya gemeretuk menahan dingin yang menusuk tulang, Mak Juriah menyiramkan air kembang tujuh rupa "Semoga setelah ini mimpi itu tidak datang lagi" Suri menggumam lirih. Siti buru buru melingkarkan kain pada tubuh Suti menepis sebagian bunga bunga yang masih melekat di tubuh Suri. Sesaat kemudian tubuh Suri jatuh perlahan, Putri! tolong.....putri pingsan! Teriakan Siti membuat pengawal di pintu berlarian bingung harus berbuat apa, melihat tubuh Suri dengan pakaian yang basah membuat pengawal membalikkan badannya. "Ambilkan pakaian untuk putri, cepat!" Suara teriakan Pangeran Pangeran Bagagar Syah" menyadarkan Siti, "Baik pangeran" Teriakan Siti membawa Pangeran Bagagar Syah kakak Putri Dara Jingga yang sedang berjalan di dekat kediaman adiknya itu.
__ADS_1
Tanpa menunggu lama Pangeran segera menggendong tubuh adiknya yang dingin seperti es, Suri menyongsong, menutupi tubuh putri junjungannya dengan kain seadanya. "Cepat panggil tabib!" pengawal yang sejak tadi membelakangi menjawab gugup "Menjunjung titah pangeran" semua panik melihat kejadian yang tak terduga itu.
Tq so much more reader, maaf author sedikit bingung mau lanjutkan, otak hallu nya lagi terganggu dengan novel yg author baca, takut terbawa bawa ntar disangka plagiat bisa kacchaw 😎, btw tq 786 view, happy reading.