Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri

Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri
107. Kembali ke desa Liang Fu


__ADS_3

Pangeran Indra menggosok matanya yang silau karena cahaya yang begitu terang di depannya. Pangeran menjauh untuk memastikan benda apa yang ada dihadapannya itu. 'Permata? sebesar itu?' Pangeran Indra membatin.


Dengan hati hati pangeran mendekati permata sebesar bola kasti itu, dan ketika pangeran menyentuhnya tiba tiba keluar seekor naga dengan sisik emas, naga itu perlahan lahan berubah semakin besar dan terbang melayang layang di angkasa lalu turun tepat di hadapan Pangeran Indra. "Terima kasih tuanku telah membebaskan hamba, mulai saat ini hamba akan mengabdi pada tuanku" Sang naga membungkuk hormat.


Pangeran Indra hanya bisa tertegun melihat naga itu yang nampak begitu patuh dan bisa berbicara, tidak menyeramkan seperti naga api yang sering di ceritakan dalam dongeng sebelum tidur. "Siapa kau naga yang baik" tanya pangeran Indra. Aku naga emas, kita telah ditakdirkan berjodoh tuanku, karena anda tuanku, berikanlah aku nama" sang naga membungkuk hormat. "Hmmmm kuberi kau nama Dragon, apa kau setuju?" tanya pangeran. "Nama yang bagus aku menyukainya, terima kasih tuan" Sang naga kembali membungkuk sebagai ucapan terima kasih.


"Kembalilah ke tempatku, kita akan meneruskan perjalanan ke desa Liang Fu" Pangeran Indra memerintah. Dengan cepat Dragon terbang berputar, lalu perlahan mengecil dan masuk ke dalam bola berlian, saat tubuhnya sudah masuk seutuhnya bola berlian langsung berubah menjadi sangat kecil seukuran batu cincin, pangeran sangat takjub, lalu memungut berlian itu dan menyimpannya di dalam lipatan ikat kepalanya.


Pangeran Indra berjalan cepat menuju ke timur, saat itu matahari mulai menampakkan dirinya dengan cahaya jingga kemerah merahan di ufuk timur. "Tuan" Dragon berbicara pada pangeran Indra, tapi pangeran tidak menjawab. "Tuan, aku bicara padamu, aku Dragon" Dragon bicara lagi. "Owh.. ternyata kau, kufikir suara dari khayalanku saja" pangeran tertawa kecil. "Kita bisa bicara sambil berjalan tuan, agar bisa saling mengenal, tak perlu mengatakan apa apa aku kita bisa bicara dari hati ke hati" Dragon menjelaskan. "Bagus, kalau begitu kita bisa saling mengenal, dan orang tidak akan menganggapku gila karena bicara sendiri, ha.. ha..ha.." pangeran Indra tertawa senang, sedikit melupakan beban di hatinya.


Dragon : "Kita mau kemana tuan?"


Pangeran Indra : "Kita akan ke desa Liang


Fu,apa kau tau dimana letak desa Liang Fu?"

__ADS_1


Dragon : "Tentu saja, mengapa kita tidak terbang saja, akan lebih cepat tiba disana?"


Pangeran Indra : "Apa kau ingin kita jadi pusat perhatian semua orang ha..ha..ha.." pangeran Indra tertawa lucu.


Dragon : "Owh.. soal itu, tidak perlu khawatir tuan, kita bisa menghilang agar tidak terlihat"


Pangeran Indra : "Benarkah?, kau sungguh hebat dragon, ayo lakukan" Pangeran Indra sangat bersemangat.


Akhirnya Pangeran Indra tiba di desa Liang Fu dengan cepat dengan mengendarai Dragon. Mereka sengaja turun di batas desa agar tidak ada yang melihat ketika mereka memperlihatkan wujudnya kembali setelah terbang tanpa terlihat.


Pangeran Indra segera menyimpan Dragon kembali dibalik lipatan kepalanya, saat melewati hamparan sawah pangeran melihat orang.orang sawah yang memakai caping timbul idenya untuk mengambil caping itu untuk memenutupi wajahnya agar tidak terlihat, pangeran khawatir masih ada orang orang yang mengenalinya di desa Liang Fu.


"Jadi kau murid Arya Wisesa?" Feng Hoo bertanya dengan begitu bersemangat matanya berbinar bahagia mendengar nama sahabatnya itu disebut. "Ya benar sifu, saya juga cucu kandungnya".Pangeran Indra menjelaskan secara lengkap.


Tak ingin membuang waktu pangeran langsung menceritakan maksud kedatangannya pada Feng Hoo. Lee Feng Hoo mendengarkan tanpa menyela sedikitpun sambil mengusap usap janggut putihnya yang panjang.

__ADS_1


"Sebenarnya aku telag kama meninggalkan dunia persilatan, tak ada kedamaian hanya iri dengki dan ketamakan yang ada, tapi karena ini sahabatku yang meminta aku akan menjadikanmu muridku" Feng Hoo berkata bijak.


"Ayo, Feng Hoo membawa pangeran Indra menuju halaman belakang kediamannya yang sangat luas dan asri di keliling pohon buah persik yang sedang berbunga sangat indah dan menyegarkan mata. Pangeran tersenyum karena teringat saat dia tinggal di desa Liang Fu. "Ehem.. " Feng Hoo berdehem membuyarkan kenangan pangeran Indra "Bukan saatnya untukmu bernostalgia anak muda" Feng Hoo berkata sambil menatap Pangeran Indra. "Ternyata Lee Feng Hoo memiliki ilmunmbaca fikiran, apa yang dikatakannya membuat pangeran Indra terkekeh malu.


Belum hilang rasa kagum Pangeran Indra Feng Hoo berkata lagi "Keluarkan binatang gaib yang kau bawa". "Baik Sifu" Pangeran mengeluarkan berlian yang berisi dragon pada gurunya. "Kau sungguh beruntung pangeran, karena seekor naga emas telah memilihmu" Feng Hoo tersenyum kagum.


"Bersihkan dirimu, setelah itu lakukan meditasi" Feng Hoo memerintah pangeran Indra, dan langsung dijawab dengan anggukan tanda mengerti. Pangeran memberi hormat pada gurunya, dan segera berlalu untuk membersihkan diri .


Pangeran melalukan semua yang diperintahkan gurunya dengan cepat, saat selesai pangeran langsung kembali menemui gurunya. "Lakukan pemanasan terlebih dahulu, dan aku ingin mengetahui sejauh mana ilmu beladiri yang kau miliki, dan aku akan mengetahui tingkat kultivasimu.


Pangeran melakukan pemanasan, dan saat selesai Lee Feng Hoo langsung menyerang Pangeran Indra pertarungan sengitpun terjadi, Pangeran Indra bisa mengimbangi serangan demi serangan yang dilancarkan Feng Hoo.


"Cukup" suara Feng Hoo menghentikan serangan yang baru saja kembali dilancarkan pangeran Indra. "Hebat, dengan kemampuan ini kau telah berada di tingkat 8, hanya tinggal berlatih sedikit lagi untuk mencapai tingkatan 10, untuk melawan Anangga kau harus berada setingkat lebih tinggi, karena Anangga berada di titik 9. "Ayo lanjutkan!" waktumu tidak banyak.


Pangeran Indra berlatih tak kenal lelah, hingga matahari condong ke barat barulah mereka selesai berlatih, "Selamat, kau sudah berada di tingkatan 10" Feng Hoo menepuk bahu Pangeran Indra senang. "Terima kasih sifu berkat bantuanmu aku bisa sampai dititik ini. "Aku tidak akan melupakan bantuanmu, kelak jika sifu butuh bantuan jangan segan segan minta bantuan kami, kami sedia membantu" Pangeran Indra membungkuk hormat.

__ADS_1


"Hutang emas bisa dibayar hutang budi.dibawa mati, aku telah menganggapmu cucuku karena Arya Wisesa adalah sahabatku, pergilah nak, kerajaanmu sedang membutuhkanmu, Lee Feng Hoo menyerahkan kembali berlian yang berisi dragon. Dan tiba tiba pangeran Indra ingat untuk menyakan mengenai kotak dimensi dan binatang gaib peliharaan. "Kau telah memiliki keduanya untuk apa bertanya lagi" Lee Feng Hoo menjawab sembari tersenyum.


"Terima kasih sifu, semoga kita bisa bertemu lagi" pangeran Indra memeluk Lee Feng Hoo kemudian memberi hormat pada gurunya itu sebelum pergi meninggalkannya, 'semoga kita bisa bertemu lagi guru' pangeran membatin dan tersenyum melangkah dengan cepat mencari tempat yang tepat untuk berteleportasi ke Kerajaan Buana Gemilang.


__ADS_2