
Suri masuk ke paviliun, langsung menghempaskan tubuhnya keranjang, tersenyum membayangkan kejadian di pasar tadi, "Gila, ternyata pangeran sudah menungguku, apa dia sama sepertiku, rindu berat.
Apalagi tadi sempat-sempatnya menciumku, padahal di kedai yang ramai, dasar pangeran mesum" Suri tersenyum-senyum sendiri sambil meraba bibirnya, ciuman pangeran seakan meninggalkan bekas di sana.
Karena kelelahan Suri pun tertidur, dan pangeran Indra muncul dalam mimpinya, seperti sebelumnya mereka duduk berdua di gazebo paviliun mawar putih di kerajaan Swarnabumi.
Pangeran Indra memeluk Suri dari belakang, dan berbisik "adinda kanda rindu, cepatlah datang" pangeran mencium leher Suri sekilas dan menghilang.
Suri terjaga, mengerjap-ngerjapkan matanya, mimpi tadi seperti nyata. "Maaf pangeran aku ketiduran" Suri berbicara sendiri sambil bergegas mencuci muka, dan memoles wajahnya sedikit.
Selesai berdandan Suri mengikat rambutnya, memakai topeng hingga menutupi sebagian wajahnya dan tak lupa caping lebar hingga wajahnya tak terlihat. Suri mematut diri di depan cermin, memastikan kalau penyamarannya rapi.
Suri keluar dari pintu belakang paviliunnya, mengendap-endap memastikan tak ada yang melihat, melompati tembok dan berlari kebawah pohon angsana tempatnya menambat Cantiqa kuda kesayangannya.
Hiyaaa! secepat kilat Suri memacu kudanya menuju hutan larangan, Sementara di perbatasan kota, pangeran Indra menunggu Suri dengan gelisah.
Pangeran berjalan mondar-mandir, sebentar-sebentar memandang ke arah perbatasan kerajaan Swarnabumi berharap Suri muncul dari kejauhan.
Tapi setelah berjam-jam menunggu Suri tak kunjung muncul. Pangeran Indra segera melakukan meditasi, melihat Suri yang terlelap di paviliunnya Pangeran segera masuk dalam mimpinya, hingga membangunkan Suri yang terlelap.
Satu jam kemudian barulah yang dinanti tiba, nampak dari kejauhan Suri memacu Cantiqa, rambutnya yang panjang berkibar kibar di terpa angin, capingnya terbuka, jika tidak di ikat ke leher pasti sudah terbang, karena kencangnya Suri memacu Cantiqa.
Pangeran yang melihatnya segera naik ke atas kuda saat Suri melintas di hadapannya pangeran segera memacu kudanya tak ingin tertinggal jauh dari Suri.
__ADS_1
"Hiya...hiya... terdengar suara lantang pangeran memacu kudanya" Suri yang mendengar Suara yang tak asing di telinganya segera mengurangi kecepatannya. Saat mereka telah sejajar Suri melihat Pangeran Indra tersenyum padanya.
Pangeran memacu kudanya meninggalkan Suri, "Ayo kita berpacu, siapa yang kalah akan di hukum, Hiyaaa... hiyaaa..." dalam sekejap pangeran sudah hilang dari pandangan.
Suri mendengus kesal, "Curanggg....." Suri berteriak, pangeran Indra yang mendengar teriakan Suri hanya tertawa, ha3x.... rasakan sapa suruh membuatku menunggu.
Pangeran tiba lebih dulu di hutan larangan, menunggu Suri di tepi sungai tempat mereka pertama bertemu.
Dan Suri tiba tak lama kemudian, turun dari kuda dengan wajah cemberut, pangeran Indra hanya membiarkan saja, memasang wajah marah, pura pura tidak peduli dengan kedatangan Suri.
Suri yang melihat pangeran Indra tak peduli, makin kesal, mengikat cantika di pohon kasturi dan bersandar di bawah pohon, melipat kedua tangannya dengan kesal
"Dasar pangeran sialan, sudah aku ditinggal, sekarang malah aku dicuekin, apa sih maunya" Suri sengaja mengeraskan suaranya supaya pangeran Indra mendengarnya.
Jantungnya berdegup kencang, dengan terbata-bata Suri berbicara "pa.. pa..pangeran mau apa" Pangeran Indra menatap tajam ke manik mata Suri tersenyum menyeringai seakan ingin melahap Suri.
Pangeran hanya diam menatap dalam ke manik mata itu kepala mereka sangat dekat dan sekejap kemudian Suri memejamkan matanya.
Pangeran yang melihat Suri memejkan matanya tersenyum, Pletak! "Aww!! Suri membuka matanyanya dan memegangi keningnya yang sakit, pangeran menjitaknya, melihat Suri kesakitan pangeran Indra malah tertawa senang.
"Bisa-bisanya mengatai aku mesum, kenapa memejamkan mata, pengen dicium ha3x... Pangeran Indra tertawa senang, merasa menang karena berhasi mengerjai Suri.
Suri yang sadar sudah dikerjai langsung mencubit pangeran Indra "Dasar pangeran mesum, jahil, rasakan ini cubitanku" Surie mencubit pangeran membabi buta.
__ADS_1
mereka tertawa bersama hingga tak sengaja Suri menginjak ranting kering dan jatuh di rerumputan. Pangeran Indra yang ditarik Suri ikut jatuh tepat di atas tubuh Suri.
Seketika mereka terdiam, "Pangeran, aku tak bisa bernafas" Suri berbisik, pangeran yang jatuh di atasnya membuat Suri tak bisa bernafas.
Pangeran segera berpindah kesamping Suri, memberi kode agar Suri berbaring di lengannya. Suri menurut mereka saling pandang.
"Hari ini hari jadian kita, aku tak ingin kita bertengkar" pangeran Indra bicara pelan sambil membelai rambut Suri.
"Hari jadian? bukannya kemaren kita sudah jadian?" Suri menjawab bingung. "Tidak sayang, kemaren itu hanya dalam mimpimu, sedangkan kita baru bertemu di dunia nyata hari ini, jadi hari ini kita resmikan sebagai hari jadian kita".
Pangeran Indra menjelaskan sambil menyentuh hidung, mata dan bibir Suri. Sentuhan yang membuat desir desir aneh di hati Suri.
💞
please.....
like
koment
vote
support kalian vitamin buat aku, tq so much more, 😘😘😘
__ADS_1