
Pangeran membelai bibir Suri, "boleh? pangeran bertanya sambil tersenyum pada Suri. Suri yang ditanya menjawab dengan memonyongkan bibirnya "eleh biasanya juga langsung nyosor kayak bebek nggak pake nanya".
Pangeran Indra tertawa mendengar jawaban Suri. Mereka asik bercengkrama sambil tertawa, saat Suri lengah pangeran mengecup bibir Suri, Suri yang tak menyangka dapat serangan mendadak hanya melotot.
Pangeran Indra yang melihat ekspresi lucu Suri tertawa terbahak-bahak. Suri kesal melihat pangeran tertawa dan membalas dengan mengecup bibir pangeran Indra, sekarang gantian pangeran Indra yang melotot kaget dengan ciuman mendadak Suri.
Mereka berdua terdiam, dan sesaat kemudian mereka tertawa bersama. Pangeran Indra mencubit hidung Suri, " katanya kanda mesum ternyata adinda juga sama" "Sapa suruh curi-curi menciumku, aku juga bisa" Suri pura-pura cemberut.
Pangeran Indra menggigit hidung Suri "Aduh, apaan sih pangeran sakit" Suri memegangi hidungnya, "Kamu gemesin banget sayang" pangeran tersenyum jahil. "Gemes sih gemes tapi nggak gigit juga kali" Suri mengelus elus hidungnya yang sebenarnya tidak sakit.
"Iya maaf, ngga bakal gigit lagi, tapi ada syaratnya" Pangeran menatap Suri. "Syarat apa? aku ngga mau ya kalo susah" Suri bersungut-sungut sambil memonyongkan bibirnya.
Pangeran yang melihat Suri mengomel sambil memonyongkan bibirnya langsung menoel hidung Suri "Tu kan menggoda lagi" "Apaan sih, ngga ada" Suri marah "itu tadi monyong monyong gitu, jadi pengen nyium" Pangeran mengedipkan sebelah matanya genit.
"baiklah.. baiklah.. ngga monyong lagi", Suri mengangkat tangan tanda damai "jadi apa syaratnya? Suri bertanya lagi. "Panggil aku Kanda bukan pangeran, jika salah lagi harus dihukum" pangeran memberi penjelasan "Apaan sih dikit dikit dihukum dikit dikit dihukum" Suri mengomel lagi. "Dilarang mengomel juga, kalo mengomel lagi akan dihukum juga" Pangeran bicara lagi. "Suri yang mendengar langsung diam"
__ADS_1
Hening, mereka berdua saling tatap, tatapan penuh rindu, hingga akhirnya "kruek.. kruek.." "suara apa itu" pangeran bingung mendengar suara aneh. "Pangeran aku lapar" Suri memegangi perutnya, mukanya memerah menahan malu.
"Ha3x... ayo kita ke istana, dinda bisa makan sepuasnya" pangeran bangun dan mengulurkan tangan membantu Suri untuk berdiri. "Mengapa kita tidak ke pasar saja?bukankah lebih dekat?" Suri bertanya pada pangeran Indra, tapi dijawab dengan gelengan.
"Tidak, aku tidak mau kejadian tadi pagi terulang lagi" pangeran membantu Suri naik ke kudanya, dan pangeran menyusul naik. Cantiqa ditinggalkan di pohon kasturi, lalu pangeran merafal mantera halimunan untuk menyembunyikan Cantiqa. Merekapun berkuda berdua menuju istana Buana Gemilang.
Setengah jam kemudian mereka tiba di istana Buana Gemilang, pangeran langsung membawa Suri ke Paviliunnya, memerintahkan dayangnya menyiapkan makanan dengan segera.
Tak perlu menunggu lama datanglah serombongan dayang dayang membawakan makanan, ada ayam goreng,ayam panggang, sate rusa, sate ayam, pepes ikan, dan ikan bakar. Suri yang melihatnya melotot pada pangeran Indra, "kenapa sebanyak ini pangeran, apa kau ingin membuatku gemuk dalam sekejap" bukannya menjawab pertanyaan Suri, pangeran malah mengacungkan 2 jari telunjuk dan jari tengahnya ke arah Suri. Suri yang tidak mengerti maksud pangeran bertanya lagi, "apa itu? aku tidak mengerti pangeran?" pangeran mengacungkan 3 jarinya sambil tersenyum.
Suri kesal dan ingin memukul pangeran, tapi tidak jadi karena pangeran sudah menambahkan acungan jarinya menjadi 4, yang artinya hukuman bertambah jika Suri memukulnya.
"Ha3x.. Pangeran Indra tertawa puas karena berhasil mengerjai Suri. "Sudahlah sayang, terima saja hukumanmu jangan marah-marah lagi kasihan cacing cacing di perutmu, nanti nyanyi-nyanyi lagi karena kelaparan"
Suri yang tadinya ingin membalas, urung membalas pangeran Indra. Pangeran Indra mengulurkan tangannya, menyuapi Suri dengan ayam bakar, "Ayo, buka mulutmu, marahnya nanti saja" pangeran memerintah, dan Suri yang sudah sangat lapar, menurut saja. Suri makan dengan lahap, melupakan kekesalannya pada pangeran Indra.
__ADS_1
Selesai makan mereka duduk di ayunan di belakang paviliun mawar putih, Suri yang lelah dan kenyang tertidur di pelukan pangeran Indra.
Pangeran menatap Suri yang tertidur pulas dipelukannya. "'Sayang, kau membuatku mabuk, mabuk karena cintamu" pangeran berbisik dan mengecup lembut kening Suri. membiarkan Suri terlelap dipelukannya, hingga pangeranpun tertidur.
please
......like.....
........komen....
...............vote....
dukungan kalian vitamin buat aku,
tq so much more reader๐๐๐
__ADS_1