
Ayu sangat heran, termenung sambil masih memeluk bantal, 'aneh sekali kenapa mimpiku tadi malam terasa begitu nyata, seolah olah aku memang pernah mengalaminya' Ayu membatin.
'Apa mungkin dia bukan kakak kandung ku? apa mungkin kami adalah sepasang kekasih? mana mungkin! apa kau sudah gila?' Ayu berperang dengan hati dan fikirannya, lalu bangkit dengan malas.
Hingga waktu makan pagi bersama, Ayu tetap diam, Pangeran Adi yang melihat sikap adiknya yang tak biasa sangat cemas melihat perubahan adiknya itu. "Diajeng, apa kau sakit?" Ayu menggeleng pelan. "Apa makanannya tidak enak?" tanya ibundanya, Ayu kembali menggeleng. "Ananda tidak apa apa bunda hanya sedikit kelelahan, nanti juga pasti sembuh" Ayu menjawab malas.
"Katakan saja apa yang ananda inginkan, ayahanda akan penuhi" Yang mulia raja juga angkat bicara, karena sangat faham dengan tingkah putri kesayangannya itu, jika ada yang di inginkannya tidak terpenuhi pasti langsung merajuk, akibatnya akan menyusahkan seluruh istana karena tingkah manjanya itu. "Tidak ada ayahanda" Ayu menggeleng pelan. Yang mulia menatap permaisuri dan putranya minta penjelasan, tapi sama saja keduanya menggeleng tidak tahu apa penyebab Ayu tidak bersemangat pagi ini.
Ayu mohon izin untuk lebih dulu meninggalkan makan pagi karena akan berlatih menari. Di kamarnya Ayu berganti pakaian dengan malas, dia berlama lama di depan cermin hanya untuk memasang selendang. Muti dayangnya terpaksa menegur karena putri junjungannya itu malah melamun di depan cermin.
"Putri, kita sudah terlambat" suara Muti yang pelan tidak terdengar oleh Ayu hingga ayu menyentuh bahu Ayu pelan, "Hah! Ayu terlonjak, hampir saja Ayu terjatuh jika tidak segera di pegangi oleh Muti. "Maaf maaf gusti, maaf kalau hamba mengejutkan Gusti putri", Muti merasa sangat bersalah. "Tidak apa apa Muti, kau tidak salah, ayo pergi" Ayu menatap tampilannya sambil lalu di depan cermin dan melangkah ke luar menuju pendopo latihan tari.
Tiba di pendopo Ayu langsung memperhatikan pemain alat musik pengiring tariannya, tapi sosok yang dicari tak nampak disana, semburat kekecewaan terpancar dimatanya. Entah mengapa Ayu berharap pemain gong itu ada di sana, menatapnya tak berkedip seperti biasa, karena terus memikirnya Ayu menjadi tidak fokus menari, hingga beberapa kali melakukan kesalahan. "Cukup untuk hari" Pelatih tari Nyi Kencana Sari menghentikan latihan hari itu karena Ayu yang terus terusan membuat kesalahan. Ayu kembali ke kediamannya dengan wajah lesu.
Sementara itu tanpa di ketahui Ayu, Pangeran Indra tersenyum senang melihat Suri yang mencarinya. 'Sayang apa kau merindukannku' batin pangeran, 'bersabarlah, kanda ingin dinda mengingat semuanya sedikit demi sedikit' batin pangeran sambil terus memperhatikan Suri dari jauh.
__ADS_1
Sepanjang hari Suri hanya berdiam di kamarnya,wajahnya tidak bersemangat, hingga makan pun dilakukannya di kamar saja.
Mimpi bersama pangeran Indra di kerajaan yang tidak di ketahui terus mengganggu Ayu setiap malam, dan seperti hari hari kemarin Ayu selalu berharap bisa bertemu Pangeran Arya.
Ayu tak tahu mengapa, hatinya terasa sangat hampa setiap kali berharap pangeran Arya menabuh gong dan menatap nya saat berlatih menari.
Hari ini hari ke tujuh, Pangeran Arya sengaja hadir ke tempat latihan tari. Pangeran sengaja sengaja datang terlambat saat latihan telah dimulai, pangeran duduk diantara pemain musik saat Ayu menoleh dan melihat pangeran Arya ada di sana, tatapannya sungguh terkejut, dan Ayu tiba tiba jatuh pingsan.
"Sayang!" Pangeran Indra langsung menggendong tubuh Ayu, membawanya kembali ke Istana, tanpa memperdulikan tatapan aneh semua orang yang ada di sana.
"Percuma ibunda, nggak usah diomeli, nggak bakalan mempan, cah bandel ibu itu ya begitu, dilarang kalo suka pasti tetep dilakoni" kakandanya Pangeran Adi tiba tiba muncul disana.
Ayu mengambil bantal dan melemparkan pada kakaknya, Pangeran berkelit cepat bantal meleset dan menimpa Yang Mulia Raja Majapada yang baru tiba. "Ups! Ayu menutup mulut dan langsung memeluk ibundanya mohon perlindungan. Apa begini tingkah seorang putri raja, mana ada yang mau meminangmu jika begini tidak sopan cah Ayu.
"Maaf ayahanda, kangmas yang memulai, tadi dia mengataiku bandel dan manja" Ayu pura pura merajuk dalam dekapan ibunya. "Seperti yang ayahanda lihat, apa Kangmas salah?" Pangeran Adi mengganggu adiknya lagi, dan dibalas dengan mata melotot Ayu, "ha...ha..ha.." Pangeran Arya tertawa pelan.
__ADS_1
Raja dan permaisuri hanya tersenyum melihat Putra mahkota yang terus mengganggu adiknya, para abdi yang melihat kemesraan itu turut merasa bahagia. Tanpa diketahui siapapun sesosok bayangan tak kasat mata turut memperhatikan kemesraan mereka.
"Sayang, andai bisa memilih kanda ingin dinda tetap disini, memiliki keluarga lengkap yang bahagia" pangeran menatap sedih pada Suri. Dan tiba tiba seperti mendengar suara hati pangeran Indra Suri menoleh ke jendela di mana pangeran duduk sejak tadi.
Pangeran Indra tercekat 'Astaga, apa Suti melihatku?' Jerit pangeran dalam hati. Namun sesaat kemudian Suri kembali memeluknya, pangeran Indra bernafas lega ternyata dugaannya salah.
"Tabib datang membawa obat. Setelah mendengar penjelasan dari tabib bahwa Putri Ayu hanya kelelahan Raja dan Permaisuri pergi meninggalkan Ayu. Satu persatu keluar dari kamar itu, saat hanya Ayu yang ada di kamar itu Pangeran Indra menampakkan wujudnya.
Ayu tertidur pulas karena pengaruh obat yang diberikan oleh tabib. Pangeran Indra naik ke pembaringannya, dan membelai rambut Suri pelan. Pangeran mencium kening Suri, menyentuh kedua matanya, hidungnya, dan bibir merah muda yang begitu dirindukannya. Pangeran tak kuasa menahan rasa rindunya yang begitu membuncah, pangeran mencium pelan bibir itu, tak ada penolakan, tak ada pula balasan. Pangeran menarik Suri dalam dekapannya, Suri tersenyum dan membalas pelukan pangeran.
Matahari sudah tinggi saat Ayu membuka matanya, tersenyum bahagia teringat mimpinya tadi malam, membayangkan ciuman dan pelukan pangeran Arya seketika wajah Ayu memerah karena malu. Jantungnya berdebar aneh, tapi rasa di dadanya begitu menyenangkan.
Ayu kembali menutup mata membayangkan kembali apa yang terjadi dalan mimpinya itu, saat merasa kecupan lembut di keningnya Ayu membuka mata "Kang!" belum sempat ayu bicara, bibirnya sudah bungkam dengan sebuah kecupan lembut, Ayu hanya diam, matanya melotot ingin menolak, tapi tubuhnya tak seirama hati dan fikiran, matanya kembali terpejam menikmati sentuhan orang yang sangat dirindukannya, yang selalu hadir dalam setiap mimpinya, Ayu merasa terbang, bahagia berada dalam pelukan sang penganggu malam malamnya.
4224 view, tq banyak banyak buat reader semua kemaren 2845 view hari ini nambah banyak banget, seneng deh, tapi maaf, hanya bisa up 1 part saja 1 hari. Di tunggu komen komen manis penuh cinta buat Suri dan Pangeran Indra biar makin semangat, kirim yang banyak ya, ntar di balas crazy up😍 dan please jangan pelit like nya ya, biar cepet di kontrak jadi aku makin ngehalunya. ups sory jadi curcol ya panjang banget🙈 love you tujuh turunan😘😘😘
__ADS_1