Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri

Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri
98. Lee Mey Hwa 7


__ADS_3

"Dan aku bukan pangeran Hong Di" Pangeran Indra berkata sambil menatap tajam Kwan Yiew. Pangeran sengaja berkata lambat menunggu reaksi Kwa Yiew, diluar dugaan Kwan Yiew hanya diam menunggu pangeran berkata lagi.


"Pangeran Hong Di sudah mati, saat aku memasuki raganya, tapi aku telah berjanji akan membalaskan dendamnya" Pangeran menatap Kwan Yiew. "Kau tidak ingin bertanya siapa aku?" yang di tanya hanya diam membatu, mendengar dan menatap dingin pada pangeran Indra. "Aku Pangeran Indra Buana dari kerajaan Buana Gemilang, dan apa kau tahu, didalam tubuh adikmu Mey Mey ada jiwa kekasihku Dayang Suri putri dari kerajaan Swarna Bumi, kami sama sama dari Nusantara"


Adikmu telah lama mati Kwan Yiew karena racun yang salah sasaran, dan kami berdua akan menuntut balas atas kematian Pangeran Hong Di dan adikmu Lee Mey Hwa, dan kau pasti bertanya mengapa kami sampai kemari?" Aku terikat sumpah, sumpah.yang harus kujalani hingga kekasihku harus melewati 7 kehidupan agar kami bisa bersama".


"Apa kau sekarang faham, hingga tak ingin bertanya lagi?" Pangeran menatap Kwan Yiew yang terduduk lemas di kursinya. "Adikku sudah mati?" Kwan Yiew bergumam. "Ya, adikmu telah tiada, perdana menteri mengirim racun dalam makanan yang dikirim untuk ayahmu, tapi Mey Mey telah memakannya, apa kau ingat?" Pangeran bertanya, namun tetap saja Kwan Yiew tak menjawab. "Apa kau merasakan Mey Mey berubah setelah sembuh?" Karena dia bukan Mey Mey adikmu, tapi Suri kekasihku" Pangeran terus bicara meski Kwan Yiew tak menjawab sedikitpun.


"Pergilah Kwan Yiew fikirkan apa yang kukatakan, jika kau merasa aku berbohong aku bisa berikan bukti bukti nya padamu" Pangeran beranjak dari kursi nya menuju ranjang, tiba tiba dia merasa sangat lelah.


Kwan Yiew masih terpaku di kursinya hingga beberapa saat, kemudian bangkit dengan tatapan kosong, namun tiba tiba dia berbalik "Jangan katakan apapun pada ayahku, cukup kita berdua yang tahu rahasia ini" Kwan Yiew berkata pelan namun masih jelas terdengar oleh Pangeran Indra. pangeran menjawab Kwan Yiew dengan anggukan. "Dan satu hal lagi jangan sakiti adikku, selagi kalian disini dia tetaplah adikku" Kwan Yiew menekankan kata adikku sambil tetap menatap pangeran Indra.

__ADS_1


"Tidak akan, aku sangat mencintainya, apapun kulakukan demi dia" Pangeran menjawab sambil balas menatap manik hitam milik Kwan Yiew. "Aku percaya kau pangeran" Kwan Yiew berkata lagi dan berbalik meninggalkan pangeran Indra.


Kwan Yiew termenung di kamarnya memikirkan apa yang baru saja dikatakan Pangeran Indra, Kwan Yiew memijit kepalanya yang tiba tiba pusing, karena apa yang baru saja di dengarnya sangat sulit diterima akal. 'Berpindah raga? sungguh tak masuk akal, tapi apa yang dikatakannya memang benar, Mey er lupa ingatan setelah keracunan, sikapnya jadi aneh, Mey er yang manja dan tidak punya keahlian, tiba tiba tertarik pada ilmu pengobatan, tiba tiba bisa melukis' Kwan Yiew membatin, menghubung hubungkan apa yang dikatakan pangeran Indra padanya.


'Dia sungguh tidak berbohong' batin Kwan Yiew. Kwan Yiew berusaha untuk memejamkan mata menghilangkan rasa sakit di kepalanya yang serasa mau pecah.


Pangeran Indra bangun karena.suara ketukan di pintu kamarnya. Lian muncul di pintu dan berdiri 7 langkah dari ranjang pangeran. "Air mandi sudah siap pangeran" Lian berbicara sambil menunduk. "Terima kasih Lian, pergilah aku bisa sendiri" Pangeran menjawab Lian. "Baiklah pangeran" Lian berundur dari kamar. Tak lama kemudian Kwan Yiew masuk tanpa mengetuk pintu. "Pangeran" Kwan Yiew baru mulai berbicara ketika di potong oleh pangeran Indra. "Mana sopan santunmu prajurit Lee, mengapa masuk tanpa mengetuk pintu? selagi aku disini aku tetap lah junjunganmu" Pangeran Indra menatap tajam pada Kwan Yiew. "Maaf, ampuni hamba pangeran" Kwan Yiew berlutut menyadari kesalahannya. "Kau memang harus menerima hukuman tapi tidak sekarang, tunggu saat aku berkuasa nanti" Pangeran sengaja mengeraskan suaranya. "Nanti malam bersiaplah menerima hukumanmu" Pangeran berkata lagi.


Hari sudah mulai gelap, lampu lampu mulai di nyalakan, saat pangeran melihat pergerakan yang sangat perlahan dari balik jendela kamarnya. 'Bersiaplah untuk tertangkap malam ini pengintip' pangeran membatin sambil tersenyum licik.


Acara makan malam berlangsung khidmad, tak ada yang ingin memulai pembicaraan, sesekali Mey Mey terlihat mencuri pandang pada pangeran, entah mengapa tiba tiba ia rindu akan candaan pangeran, saat Mey Mey mencuri pandang lagi pangeran sedang menatapnya, Pangeran mengedipkan sebelah matanya menggoda, Mey Mey langsung menunduk malu 'Dasar, apa yang dia lakukan, kalau ayah melihatku, bisa gawat' Mey Mey membatin, wajahnya memerah karena malu.

__ADS_1


"Apa kau sakit Lee Mey Hwa?" pangeran pura pura bertanya, semua mata jadi tertuju pad Mey Mey, menyadari itu Mey Mey menjadi gugup "Ti..ti..tidak pangeran" Mey Mey menjawab terbata. "Mengapa wajahmu memerah?" Pangeran bertanya lagi. 'Dasar pangeran, awas kau' Mey Mey membatin kesal. "Tidak pangeran, ini hanya karena aku kepedasan, ya kepedasan" Mey Mey menjawab asal, mana mungkin dia mengatakan wajahnya memerah karena pangeran mengedipkan matanya, Mey Mey meremas hanfunya hingga kusut karena kesal. "Baguslah, aku hanya takut kau sakit karena terlalu lelah menjalani hukuman, ngomong ngomong apa hukumanmu sudah selesai?" Pangeran berkata lagi. "Sudah" Mey Mey menjawab singkat. "Baguslah, kalau begitu besok bisa datanglah ke paviliunku aku butuh bantuanmu" pangeran berkata sambil meletakkan gelasnya. "Aku pamit Tabib Lee, terima kasih jamuannya" Pangeran berdiri dan mengangkat kedua tangannya menyatu di depan dada sebagai tanda terima kasih sambil menatap pada Kwan Yiew yang duduk di sampingnya. Tabib Lee pun membalas drngan cara yang sama dan berkata pada putranya "Kwan Yiew antar pangeran kembali ke paviliunnya" Kwan Yiew mengangguk dan segera berdiri menyusul pangeran Indra.


"Maaf tabib, bisakah aku minta obat sakit kepala?" Tiba tiba pangeran berbalik. "Baiklah pangeran, nanti hamba akan mengantarkannya kesana" tabib Lee menjawab khawatir. "Tidak usah tabib, Kwan Yiew bisakah kau saja yang membawakannya untukku?" Aku akan menunggu di kamarku" Pangeran berkata pada Kwan Yiew. "Baiklah pangeran, hamba akan segera menyusul" Kwan Yiew membungkuk hormat.


'Untung saja aku berhasil menghindarinya' Pangeran membatin lega, tiba di tikungan pangeran menyelinap ke celah dinding antara ruang utama dan dapur, segera merafal mantera, seketika raga pangeran menghilang. Pangeran melompat ke atap dan berlari tanpa suara ke arah pavilounnya, tepat seperti dugaannya, sang pengintip sedang mengendap endap di pinggir jendela.


Dengan gerakan cepat dan tanpa suara, pangeran menotok leher pengintip itu, seketika tubuhnya kaku tak bergerak, pangeran membuka jendela dan membopong tubuh pengintip itu, dan secepatnya mengunci jendela.


pangeran mengikat sang pengintip di kursi dan membuka penutup wajahnya, ternyata sang pengintip adalah seorang wanita. Kwan Yiew tiba tepat saat pangeran menarik penutup wajah sang pengintip. "Pangeran!" Kwan Yiew berteriak, namun pangeran segera menutup mulut Kwan Yiew "Diam, dialah penyusup itu" Pangeran berbisik di telinga Kwan Yiew. "Dia seorang wanita?" Kwan Yiew berbisik, pangeran menjawab dengan anggukan.


13860 view! tq reader๐Ÿ˜ teruskan membaca ya, lov you all๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2