
"Aku bertaruh 10 keping perak untuk pangeran Arya", puteri mahkota pasti kalah", seorang pemuda dengan pakaian biru mencolok berbicara dengan nada mengejek pada teman di sebelahnya yang berpakaian merah gelap, "Apa? Kau harus bertaruh untuk puteri mahkota karena aku akan bertaruh untuk pangeran Arya!" dia membentak keras. "Tidak bisa aku lebih dulu bertaruh untuk pangeran Arya!" pemuda berpakaian biru balas membentak.
Seketika keduanya terlibat adu mulut, masing masing bertahan ingin bertaruh untuk pangeran Arya. Tiba tiba "ehem3x!!! Aku akan bertaruh untuk puteri mahkota kalian berdua silahkan bertaruh untuk pangeran Arya" Suara yang begitu berwibawa sontak membuat kedua pemuda yang sedang adu mulut berhenti seketika, dan menoleh ke asal suara. Seorang pemuda tampan dengan pakaian sutra putih bersulam rajawali emas di dadanya tersenyum mengejek pada mereka. "Hai kisanak berani sekali kisanak ikut campur urusan kami, siapa kisanak?" Pemuda berpakaian biru membentak dengan marah. "Siapa aku tidak penting, bukankah kalian ingin bertaruh? aku akan bertaruh sekantong perak ini untuk puteri mahkota, jika aku menang serahkan 20 keping perak kalian, jika aku kalah silahkan ambil sekantong perak ini" Pemuda tampan itu berbicara santai sambil melambungkan kantong perak di tangannya.
__ADS_1
Kedua pemuda yang tadi bertengkar, sontak saling memandang, melempar senyum devil dan mengangguk bersama, baiklah kisanak, karena kisanak yang meminta kami dengan senang hati mengabulkannya, jangan salahkan kami jika kisanak kalah" pemuda yang berpakaian merah mewakili temannya berbicara, mereka sambil sesekali memandang temannya dan tersenyum penuh arti. 'Dasar bodoh, sudah pasti pangeran Arya yang akan menang' batin pemuda dengan pakaian biru sambil tak henti tersenyum penuh keyakinan bahwa mereka berdua akan memenangkan taruhan itu, 50 keping perak akan segera menjadi milik mereka.
Sementara sang pemuda tampan hanya tersenyum tipis mendengar suara batin pemuda itu 'Kalian akan menyesal, andai kalian tahu siapa puteri mahkota, jangankan cecunguk seperti pangeran Arya, kesatria paling tangguh kerajaan kalian pun belum tentu bisa menang melawannya' pemuda tampan itu menyembunyikan senyum devil di balik kipas putihnya yang baru saja dia kembangkan.
__ADS_1
Puteri Mahkota melesat dengan cepat meninggalkan pangeran Arya yang terpana seperti terserang hipnotis pangeran Arya menatap puteri mahkota yang melesat bak anak panah, dan saat dia tersadar puteri mahkota baru saja melepaskan anak panah pertamanya, "Ye haa!!!" Para penonton bersorak, pangeran Arya segera mengejar, menembakkan anak panahnya dengan cepat, namun sayang, tembakannya meleset keluar dari papan sasaran. "wooooooo!!!" penonton spontan berseru mengejek. Pangeran Arya menggeram menahan marah.
Sesaat kemudian "Yeeeee!!!" Panah ke dua milik puteri mahkota mendarat tepat di tengah papan sasaran. Pangeran Indra tersenyum melihat pujaan hatinya masih sekuat dulu, tiba tiba nostalgia pertemuan pertama mereka dulu terbayang di matanya, senyum pangeran makin merekah, lalu berdiri menatap puteri mahkota yang hampir menyelesaikan putaran akhirnya dengan menembakkan anak panahnya, seperti sudah di duga tepat di tengah sasaran tembak.
__ADS_1
Pangeran Arya menatap dari jauh dengan kecewa, pemenang sudah ditentukan tak perlu menyelesai putaran ke tiga, dia melemparkan busur panahnya dan hendak meninggalkan gelanggang yang sudah mempermalukan dirinya, namun tiba tiba sebuah suara menghentikannya "kembali jika tak ingin hukumanmu bertambah" Pangeran Arya mengenggam tangannya hingga darah keluar karrna kukunya yang menancap amarah sudah begitu memuncak, suara yang sangat di kenalnya, dengan terpaksa pangeran Arya berbalik ke gelanggang, langsung menuju tribun utama. "Yeeeee...." Gelanggang kembali riuh ternyata pangeran Indra bersalto dan langsung mendarat di atas kuda puteri mahkota, pangeran langsung mengambil kendali kekang kuda, mereka berdua berputar di gelanggang sambil melambai pada seluruh rakyat Buana Gemilang, hari yang penuh kegembiraan, gelanggang hiruk pikuk dengan sorak soray. Semua turut berbahagia melihat kebahagian putera dan puteri mahkota.