Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri

Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri
57. Menemukan Suri


__ADS_3

Jet Pribadi Sultan Ibrahim Syah baru saja saja landing di Bandar Udara Senay Johor, beberapa pengawal sudah menunggu, membawa brankar untuk Pangeran Yazzid, jet lag parah yang dialaminya membuat Pangeran Yazzid tak bisa bangun dan terpaksa naik ambulan.


Mobil Sultan berjalan beriringan dengan pengawalan ketat menuju kediaman Pangeran Yazzid. Pangeran memang tidak tinggal di istana karena merasa lebih nyaman tinggal sendiri. Permaisuri yang begitu memanjakannya membuat Pangeran tidak nyaman. Hidup sendiri adalah pilihan terbaik untuk menjauh dari ibundanya.


Seorang perawat dan dokter sudah menunggu di kediaman Pangeran Yazzid. Pangeran masih tak sadarkan diri hingga sore hari. Setelah memastikan pangeran baik baik saja dokter itupun pergi tinggalah seorang perawat yang d8 tugaskan menjaga pangeran.


Saat malam menjelang pangeran tersadar, kepalanya pusing sekali semuanya terasa berputar. Perawat yang melihat Pangeran sudah bangun langsung membantu Pangeran Yazzid untuk duduk, memberikan ganjalan bantal supaya Pangeran bisa bersandar dengan nyaman.


Saat tatapan mereka beradu betapa terkejutnya pangeran, "Suri?" "Ye tuanku?" Saye Zarra, juru rawat tuanku?, tuan tadi sebut nama sapa? nak saya panggelkan ke?. "Tak tak de sape... pangeran menggeleng, juru rawat itu memandang pangeran bingung. "Tolong ambekkan air, saya haus" Sang juru rawat mengambilkan air dan membantu Pangeran Yazzid minum. Pangeran terus menatap perawat itu, hingga yang di tatap merasa risih "Ampun tuanku, ada apa apa yang tak kena ke, maaf kalau saya ada salah".


"Siapa nama awak?" "Saya Zarra" "Ok Zarra, boleh awak keluar dulu, tolong panggilkan Saddam saya nak pegi bilik air" "Kenapa mesti nak panggil Encik Saddam, saye kan ade", "Saye kate panggil Saddam panggel je lah" "Baeklah tuanku" Zarra keluar kamar mencari Saddam, Saddam sedang khusyuk menyelesaikan pekerjaannya "Encik Saddam" "Ye" Saddam menoleh "Tuan muda panggel Encik" "Oke, jap lagi saya datang" "Tuan mude kate cepat dah tak tahan dah" "Ay, tak tahan ape pulak ni, ok lah Ai datang" Saddam datang dengan bersungut, karena seumuran mereka berdua seperti 2 orang sahabat dari pada majikan dan tuannya cuma Saddam yang berani marah pada Pangeran Yazzid tapi kalau sudah di ancam potong gaji Saddam langsung mati gaya ha. ha. ha. ketahuan kartu As nya Saddam.

__ADS_1


Saddam tiba di kamar dengan cepat karena berlari melangkahi dua anak tangga sekaligus "Tuan muda, ada ape?" "Kenapa lama sangat dah tak tahan nie, cepatlah" "Tuan muda nak apa?" "Kawan aku pegi toilet" "Toilet?" "Ingatkan ape tadi nak pegi toilet pon dengan ai juga? kenapa tak minta tolong nurse tu je?" Saddam bersungut sambil memapah Pangeran Yazzid" "Kalau dengan you boleh masuk sekali kalau dengam nurse tu tak kan nak bawa masok sekali"


"Ay sejak bile pulak Pangeran Yazzid yang terhandsome ni jadi pemalu? what happen Sir" "Dah lah kepala ay pening tak de masa nak layan you Saddam" Saddam kembali memapah Pangeran Yazzid ke ranjangnya.


"Dah nak ape lagi?" "Ay banyak lagi keje nak buat, masa kita pegi UK hari tu banyak keje tinggal, sekarang semua kena buat cepat, stress ay tau, cepat lah sehat tuanku tolong buat keje" Saddam memasang wajah sedih "Tak de pegi lah, derite engkaulah, cepat siapkan semua keje tu, kalau tak siap, taulah engkau ape aku nak buat" Pangeran Yazzid membesarkan matanya, Saddam pun buru buru pergi, "Pasti nak cakap potong gaji, tak creative langsong" sungutnya.


"Panggil Zarra" Pangeran Yazzid memerintah saat punggung Saddam hampir hilang dibalik pintu. ternyata Zarra sudah menunggu di pintu masuk "Tuan mude apa yang boleh saya bantu?" Pangeran Yazzid manatap tajam pada Zarra "Saya lapar" "Baeklah tuan, saya siapkan makanan untuk tuan" Zarra keluar dengan perasaan tidak enak, tatapan Pangeran Yazzid begitu aneh membuat Zarra takut, bermacam macam fikiran muncul di benak Zarra, seperti cerita cerita novel yang sering dibacanya pangeran jatuh cinta pada pembantu rumah, tapi cintanya ditentang, terus pembantu tiba tiba hilang, beberapa hari kemudian ditemukan mati. "Astagfirullah hal'azim ape aku fikir nie, ape hal kau ni Zarra, tak kan lah Pangeran tu suka kat kau, kau tu sape, sedar diri Zarra" Zarra memukul kepalanya, sambil terus menyiapkan makanan pangeran Yazzid.


"Suap" "Ha?" Zarra melotot "Su..suap tuan" Zarra begitu terkejut, "Ye, kenapa? tak nak?" Pangeran Yazzid menatap tajam "Tak tuan, nak, saya nak" Zarra maju mengambil mangkuk dan mulai menyuapkan Pangeran dari seberang meja. "Jauhkan meja nie" "ha,meja?, ye tuan" Zarra gugup sekali sehingga selalu mengulang perkataan pangeran.


"Duduk dekat sikit Ai tak da penyakit menular" Pangeran menarik tangan Zarra, Zarra makin gemetar sehingga tak sengaja menumpahkan bubur yang ada di tangannya, "Ya Allah, maaf tuanku maaf, Zarra kalang kabut berusaha membersihkan bubur dengan tangannya, tapi bukan malah bersih yang ada baju Zarra dan Pangeran sama sama belepotan. "Zarra.. dah...".pangeran menagkap tangan Zarra, tapi Zarra masih saja hendak membersihkannya "Zarra!" Suara pangeran yang membentak menghentikan Zarra, "Maaf tuan" Mata Zarra mulai berkaca kaca bayangan akan di pecat mulai menghantuinya. "Ambilkan baju ganti dalam almari tu, bersihkan tangan kau tu dulu" Pangeran memerintah, dan Zarra seperti robot hanya mengikuti perintah Pangeran Yazzid.

__ADS_1


Zarra memberikan pakaian.yang diambilnya pada pangeran "Pegi salin baju you, pakai baju nie" perintah pangeran "ha?" Zarra mematung terkejut "Ni perintah" Pangeran berkata lagi. Zarra hanya diam pergi ke kamar mandi untuk berganti pakain "Ya Allah, apa aku dah buat nie, mati lah aku" Zarra begitu takit hingga berlama lama di kamar mandi, "Zarra!" suara pangeran Yazzid memaksa Zarra keluar dari persembunyiannya.


Zarra melipat kemeja pangeran Yazzid yang sedikit kebesaran, melipatnya hingga ke siku. "Ambekkan piyama dalam almari paling hujung sebelah kanan" Pangeran memerintah, dan Zarra seperti tadi hanya menuruti seperti robot. Saat Zarra berbalik "Ha!maaf tuan,maaf tuan" Zarra kembali berbalik menutup matanya dengan gugup. Ternyata pangeran Yazzid sudah melepas bajunya, kelihatan tubuhnya yang atletis dengan bulu bulu halus di dadanya, badannya yang sispect, perut yang rata memperlihatkan kalau yang empunya badan rajin berolahraga.


"Kenapa, tak payahlah tutup mata bukan ada apa pon" Pangeran sengaja melakukannya untuk menggoda Zarra, Zarra mengulurkan piyama pangeran masih dengan menutup mata, pangeran menerimanya, memakai bajunya dan berkata "Sudah buka matamu" Saat Zarra membuka mata pangeran baru saja ingin membuka celananya "Astaghfirullah.. Astaghfirullah... saya tak nampak saya tak nampak" Ha... ha... ha... Pangeran tak kuasa lagi menahan tawa melihat kelakuan Suri, pangeran menarik tangan Zarra, "Zarra, buka mata" "Tak nak!" Ay kata buka, buka lah!" mendengar suara keras Pangeran Zarra langsung membuka mata, dilihatnya pangeran dengan piyama dan celana pendek, Zarra tersenyum malu, wajahnya memerah menahan malu, ingin rasanya Zarra lari saat itu juga.


"Awak ingat saya ni penjahat jantina ke?, atau awak ingat saya nak rogol awak" Pangeran bertanya dengan wajah geli, sementara Zarra begitu malu setengah mati, "Maaf tuan" Zarra berkata lirih, jantungnya mulai berdebar aneh.


Hai reader, "1182 view" wow!!! author kaget banget, kemaren pas liat terakhir masih 1030 viewnya, apa itu keajaiban crazy up? tapi maaf ya ngga bisa tiap hari kalo pas lagi mood bagus dan waktu nya ada ntar crazy up lagi, btw tq, jangan lupa sedekah like nya, komennya, pencet love nya juga, Salam hangat dari Pangeran Indra dan Suri😘😘😘


bilik air \= toilet

__ADS_1


jantina \= kelamin


__ADS_2