
"Ukhg...".Pangeran mengerang sakit memegangi dadanya dan juga tangannya yang di balut perban. "Ada apa pangeran?" Mey Mey terlihat cemas. "Dadaku sakit, bisakah kau membantuku untuk kembali ke ranjang?" Pangeran memelas. "Apa tidak sebaiknya menunggu Lian saja?, Mey takut nanti akan jatuh lagi seperti kemarin?" Mey menjawab dengan wajahnya yang memerah lalu menunduk malu, entah karena takut atau karena membayangkan kejadian kemarin, Pangeran tersenyum melihatnya.
'Kau sungguh menggemaskan, tapi sayang rencanaku gagal' Pangeran membatin sambil memejamkan matanya dan meringis pura pura sakit. "Apakah sakit sekali" tanya Mey hati hati. Pangeran mengangguk pelan. "Ayo" May menggamit lengan kiri pangeran dan membantunya berdiri.
"Apa tidak apa apa?" Pangeran pura pura bertanya. "Tak usah difikirkan dulu yang penting pangeran segera berbaring, Mey takut pangeran bertambah sakit, nanti Mey juga yang repot" Jawaban Mey Mey membuat senyum pangeran hilang seketika. 'Ku fikir karena dia menghawatirkanku, ternyata hanya tak ingin aku merepotkannya' pangeran membatin kecewa. 'Tapi sudahlah yang penting aku bisa berdekatan dengannya walau hanya sebentar' pangeran menenangkan dirinya.
"Haaaaah... ternyata kau berat juga pangeran" Mey menyandarkan dirinya di tiang ranjang, di ujung kaki pangeran. "Maaf jadi merepotkan" Pangeran meringis. "Semoga kau cepat sembuh pangeran dan kembali ke istanamu. Apa kau segitu bencinya padaku, hingga tidak suka aku ada disini? pangeran berkata tajam.
"Ti..ti..dak tidak pangeran, bukan begitu maksud saya" Mey Mey menjawan terbata dan merasa bersalah karena omongannya barusan yang telah menyinggung pangeran. "Saya hanya ingin pangeran cepat sembuh" Mey menunduk, dan Lian sudah tiba dengan semangkuk bubur baru.
"Nona ini buburnya" Lian berdiri di hadapan Mey Mey. "Letakkan saja di sana" Mey mey menunjuk nakas di samping tempat tidur pangeran. "Tolong ambilkan meja itu" Mey Mey menunjuk meja lipat kecil yang tersandar di samping nakas. Lian melaksanakan perintah dengan cepat, dan bubur sudah tersaji di atas meja siap untuk di santap.
__ADS_1
"Ada lagi nona?" Lian bertanya pada Mey Mey dan Mey Mey menatap Pangeran Indra pangeran menggeleng sambil memberikan senyum termanis pada Mey Mey. "Tidak sudah cukup" Mey Mey menatap Lian, "Baik nona saya tunggu di luar, jika butuh apa apa panggil saja nona", Lian membungkuk dan pergi meninggalkan Pangeran Indra dan Mey Mey.
Pangeran makan dengan susah payah karena tidak biasa menggunakan tangan kiri, hingga sebagian bubur belepotan di dagunya. Suri tersenyum menutup mulutnya menahan tawa "Mengapa? ada yang lucu?" Pangeran bertanya pada Mey Mey. Mey Mey menggeleng, dan mengelap bubur yang belepotan di dagu pangeran, Pangeran tersenyum dan akhirnya mereka tertawa bersama. "Seperti bayi ya" Pangeran berkata pada Mey Mey.
Mey Mey mengangguk dan mengambil sendok dari tangan pangeran, "Sini Mey bantu" Mey Mey pun menyuapi pangeran hingga tak terasa semangkuk bubur sudah habis. Eaaaagh... pangeran bersendawa "Maaf" Pangeran menatap Mey Mey malu "Tidak apa apa pangeran, biasa saja, inikan bukan jamuan kerajaan" Mey Mey menyindir halus. "Terima kasih sudah memahamiku, dan terima kasih sudah menyuapkan bubur yang enak ini" Pangeran menyentuh tangan Mey Mey, untuk sesaat merek bertatapan, jantung Mey Mey berdetak kencang, hingga suara ketukan di pintu membuat Mey Mey menarik tangannya cepat.
"Apa obatnya sudah di minum?" ternyata tabib Lee yang datang. "Sudah ayah, baru saja" Mey Mey menjawab mewakili pangeran. "Terima kasih Tabib Lee, terima kasih sudah merawatku" Pangeran menatap Tabib Lee. "Tidak perlu berterima kasih Pangeran, sudah kewajiban kami menjaga pangeran. "Istirahatlah pangeran, masih banyak yang harus kita lakukan" Tabib Lee menatap Mey Mey "Kami keluar dulu pangeran", Tabib Lee dan Mey Mey membungkuk hormat, dan pergi meninggalkan pangeran sendirian.
Mey Mey tidur begitu lelap tenggelam dalam mimpi yang begitu indah. Dalam mimpinya Mey Mey melihat Gazebo yang dikelilingi mawar putih, seluruh gazebo berwarna putih, ada ayunan, 1 set konsol warna putih, karpet bulu domba tebal yang begitu lembut dan nyaman, serta pot bunga gantung yang mengelilingi gazebo, juga berwarna putih. Gazebo itu seperti di atas awan karena sejauh mata memandang hanya ada warna putih. Mey Mey berlarian di taman mawar, mengejar kupu kupu yang berterbangan, hingga dia kelelahan dan duduk di ayunan.
Mey Mey mengatur nafasnya yang sesak karena berlari belum lagi stabil nafasnya, seseorang memeluknya dari belakang, menyandarkan kepaladi tulang selangkanya dan berkata "Suri Sayang, kanda rindu" Suara dan desah nafasnya yang begitu lembut di telinga membuat nafasnya kembali berpacu.
__ADS_1
Mey mey memejamkan matanya saat sosok di belakangnya itu mencium puncak kepalanya, perlahan sosok itu berpindah ke depannya, mencium keningnya, kedua matanya, hidungnya, dan mencium lembut bibirnya, saat Mey mey ingin membuka matanya sosok itu menutup matanya.
Mey mey terjaga, 'Mimpi itu lagi' batinnya. Karena haus Mey Mey bangun mengambil minuman dan membuka jendela, di luar masih terlalu gelap menandakan pagi belum akan menggantikan gelapnya malam.
Hmmmmmmmm.. Mey Mey bergumam lelah, mencoba untuk kembali tidur, tapi usahanya hanya sia sia. Akhirnya Mey Mey hanya berguling guling di ranjangnya, saat fajar hampir menyingsing Mey Mey turun dari ranjangnya menuju dapur untuk meramu obat untuk pangeran.
"Huaaaaah, Mey Mey menguap lebar" obat herbal yang dibuatnya baru saja selesai, Mey Mey menuangkannya ke mangkuk, dan menutup rapat mangkuknya agar tetap hangat saat diminum, Mey mey juga membuat bubur yang di ramu khusus untuk pangeran yang berisi ramuan ginseng dan campuran aneka jamur Jamur putih, jamur kancing, jamur kuping, dan jamur tiram untuk mengembalikan stamina pangeran agar segera pulih dan menjadi lebih kuat.
Mey Mey membawa sendiri hasil kerjanya itu, karena dia ingin pangeran langsung memakannya, tapi sayang, saat Mey Mey tiba di kamar pangeran, pangeran tidak ada di kamar itu. "Kemana dia?, aku sudah susah payah membuat ramuan obat, dan memasak bubur untuknya dia malah tidak ada" Mey Mey mengomel kesal.
Karena lelah Mey Mey tidak ingin mencari keberadaan pangeran, Mey Mey duduk di kursi di tepi ranjang, dan membaringkan kepalanya ke atas kasur. 'Sebaiknya aku istirahat dulu sambil.menunggunya, aku lelah dan mengantuk huaaaaah..Mey Mey menguap lebar dan tak perlu waktu lama Mey Mey tertidur lelap.
__ADS_1
13285 view! tq semua,author lagi sibuk di dunia nyata,tapi tetap diusahakan up 1 part disela2 kesibukan, saat ngetik Mey Mey menguap sebenarnya author yang menguap lebarπ ide nya juga lagi menthoq, masih bingung mikir endingnya, tetap setia dg Suri dan Indra ya, happy readingπππππππ