Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri

Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri
Ekstra part.5


__ADS_3

Suri baru saja selesai di dandani, pakaian serba merah makin menyerlahkan kecantikan Suri.. Suri menyandarkan kepalanya di birai ranjang, menahan kepalanya yang terasa berat karena hiasan sunting emas di kepalanya.


Pangeran Indra berjalan masuk, masuk dan berhenti tepat 3 langkah di depan Suri, para dayang segera memberi hormat dan segera meninggalkan kamar. "Berat? pangeran menatap iba pada kekasih hatinya yang bersandar kelelahan.


"Sedikit" Suri menjawab sambil tersenyum meringis, sembari memijit lehernya yang terasa kaku. "Sini" Pangeran Indra menarik lembut tangan Suri agar mendekat ke arahnya, menggenggam kedua

__ADS_1



tangan Suri dan mengecup lembut jemarinya, lalu berkata, "Dilepas saja jika dinda merasa terganggu" Pangeran ingin melepas sunting di kepala Suri. "Eits!, Suri menghentikan pangeran Indra menghalangi tangannya yang ingin mencabut suntingnya.


"Jangan kanda, biarkan saja, nanti rusak" Suri khawatir dan berpindah duduk ke depan cermin berputar putar memastikan riasan sunting dikepalanya, Suri tersenyum, "Tidak rusak" gumamnya pelan, lalu kembali duduk di depan pangeran Indra.

__ADS_1


"Kanda hebat, sudah tidak terasa sama sekali, Suri mencoba berjalan kesana kemari, berlenggak lenggok seakan menari, pangeran Indra mendekati, lalu merengkuh istrinya dari belakang, "Baru tahu kalau kandamu ini ahli memijat" pangeran tersenyum dan mengedipkan matanya. "Apa ada bagian lain yang ingin kanda pijat?. "Aww!! Pangeran pura pura mengaduh sakit saat Suri mencubit pinggangnya. "Nakal!!!" bisik Suri, akhirnya mereka tertawa bersama.


Tok tok tok, ketukan di pintu menghentikan tawa mereka "Masuklah" perintah pangeran Indra. Angin Bayu masuk, memberi hormat dan berkata "Pangeran, sudah waktunya kita berangkat" Bayu berundur kesamping memberi jalan pada pangeran Indra dan Puteri Dayang Suri.


"Mana anak nakal itu? mengapa kau yang datang menjemputku Bayu?". Pangeran Arya tidak ingin kehilangan kepalanya pangeran" Bayu tersenyum tipis. "Baguslah, lebih baik begitu, melihatnya membuat tanganku gatal" Pangeran Indra meremat jari jari tangannya hingga terdengar bunyi gemeretuk, "Kanda..." Suri melotot pura pura marah" "Kami hanya bercanda sayang, ayo kanda sudah tidak sabar ingin melihat persembahan malam ini, Bayu sudah berjanji akan menari untuk kita sayang" Pangeran Indra tersenyum mengejek. Bayu spontan menatap pangeran dengan kening berkerut "Kapan aku menjanjikan itu, aku tidak ingat sama sekali" Bayu membatin. Pangeran Indra yang melihat wajah bingung Bayu langsung berkata lagi "Jangan pura pura lupa Bayu, apa aku harus memukul kepalamu supaya ingat?". "Tapi pangeran, apa kata orang, Angin Bayu menari? owh.. tidak mungkin" membayangkannya sudah membuat Bayu bergidik ngeri. "Apa tidak bisa diganti yang lain pangeran? bermain biola, seruling, atau akordeon? aku bisa mengiringi pangeran dan puteri menari" Bayu memohon dengan wajah memelas. "Sayang, apa boleh?" Pangeran menatap Suri dengan senyum jahilnya, dan Suri faham maksudnya "Tidak kanda, dinda juga sangat ingin melihat Bayu menari, bukankan sangat menarik, seorang Angin Bayu yang dingin dan kaku menari? mereka saling memandang penuh antusias. "Hmmmmmmmm" Bayu hanya bida mendengus sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal. "Lebih baikaku disuruh mengali sumur atau memanjat tebing terjal dari pada menari" batinnya.

__ADS_1


Hai readers, terima kasih sudah membaca karyaku, maaf jika updatenya ngga banyak, yang penting tetap update ya, susah banget lo buat aku cari mood nulis lagi, taulah nulis itu butuh tenaga dan fikiran tapi hasil nulisnya bisa kalian liat diatas 🤣 so jangan lupa vote dan like nya biar semangatku berkobar2😍 love you😘


__ADS_2