Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri

Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri
63. Hancur sudah harapan


__ADS_3

"Kekasih? kekasih dari masa lalu? Zarra mengulang lagi pertanyaannya "Ya Zarra, awak kekasih saya dari masa lalu, nama Awak Putri Dayang Suri" Pangeran menjelaskan. Suri membesarkan matanya, melotot marah pada Pangeran Yazzid "Boleh tak awak jangan buat cerita karot macam ni? tak masuk akal langsong!" ("Jangan mengarang cerita bohong, tidak masuk sama sekali")


Zarra berlari hendak meninggalkan kamar tapi Pangeran sudah lebih dulu tiba di pintu, mengunci kamar dan menyimpannya di saku celananya.


"Zarra please.... bagi saya masa nak explain kat awak" ("Zarra please, berikan saya waktu untuk menjelaskanya padamu") Pangeran menatap Zarra dengan wajah memelas.


"Ok, tapi tolong jangan cuba nak tipu saya" Zarra mengancam, berdiri di samping jendela sambik melipat kedua tangan di dada. "Saya tak kan tipu awak, Sit down please" ("Saya tidak kan membohongi kamu, saya mohon duduk dulu")


Zarra Duduk di depan cermin karena hanya itu satu satunya kursi yang ada disana, dan pangeran memilih duduk di tepi ranjang, Zarra hanya memperhatikan apa yang di lakukan pangeran.

__ADS_1


"Zarra, seperti yang saya dah cakap Awak adalah Putri Dayang Suri Putri dari kerajaan Swarna Bumi, Ayahanda awak bernama Panglima Hang Tuah, dan Ibu awak sudah tiada.


"Saye Pangeran Indra Buana Putra Mahkota kerajaan Buana Gemilang, Awak kekasih saya di masa dahulu, masa tu Awak dipaksa bertunang dengan Putra Mahkota kerajaan awak, yaitu Pangeran Mulyawarman, disebabkan awak tak cintakan dia kita masih tetap berhubungan sehinggalah perhubungan kita diketahui oleh putra mahkota, Putra mahkota langsung memajukan tarikh perkawinan awak, perkawinan awak yang semestinya 7 bulan lagi di majukan segera, disebabkan pangeran tak nak awak jatuh ke tangan saya". Pangeran menarik nafas, melihat reaksi Zarra, tapi Zarra hanya diam membisu. Pangeran melanjutkan ceritanya "Tapi saya tak akan rela kekasih saya diambil orang, hinggalah saya menghancurkan hari perkawinan awak, dan saya bersumpah saya tetap akan memiliki awak meski harus menunggu hingga 7 kehidupan awak. Yang maha kuasa mendengar sumpah saye, disebabkan sumpah tu inilah yang terjadi Zarra, Awak dah hidup semula dalam diri Zarra, tapi wajah awak sama sekali tak pernah berubah, saya pasti boleh mengenali awak dari masa ke semasa. kita dah lalui rintangan ke 2, dan ini adalah rintangan ke 3, masih panjang jalan kita untuk bersatu, masih banyak obak dan duri yang harua dilalui, maafkan saya Zarra disebabkan saya awak harus mengalami semue ini, tapi kita harus kuat menghadapi semua cabaran ini demi cinta kita Zarra".


Zarra hanya terdiam, masih tak percaya dengan penjelasan Pangeran Yazzid. "Its imposible, saya masih tak boleh pecaya" "Memang susah nak diterima akal Zarra sebab awak hidup di zaman modern, iyanya memang tak logic". Pangeran pasrah "Kalau saya cakap mimpi mimpi awak di tengah mawar putih tu adalah nyata terjadi pada satu masa dulu, adakah awak pecaya?" "Mimpi mimpi awak tu nyata Zarra, awak di kediaman saya di kerajaan Buana Gemilang tempat kita selalu berjumpa di paviliun mawar putih kediaman awak yang saya bina khas untuk awak di kerajaan saya, kita selalu memadu kasih disana, itulah kenyataannya Zarra, maafkan saya awak kena tempuhi segala dugaan ini disebabkan saya, tapi please Zarra awak mesti pecaya saya". Pangeran memohon mengenggenggam kedua tangan Zarra dan menciumnya lembut.


"Bagi saya masa tuan, semuanya begitu tiba tiba, fikiran saya begitu bercelaru, tak boleh nak terima semua ni, Zarra melepaskan genggaman tangan pangeran. "Baiklah, saya bagi awak masa supaya boleh ingat semuanya, tapi please jangan pegi mana mana, stay kat sini sahaja" Pangeran memohon. "Sorry, buat masa ni saya nak sendiri dahulu, izinkan saya pergi dulu tuan, saya janji saya akan balek kalau fikiran saya dah tenang, saya rasa itu yang terbaek untuk kita buat masa nie". Zarra membereskan semua pakaiannya ke dalam koper, dan pangeran hanya melihat pasrah, pangeran hanya berharap Zarra segera mengingat semuanya dan segera kembali padanya.


Tak lama kemudian terlihat Zarra mendorong kopernya "Wow, pucuk di cinte ulam pun tibe, this my lucky day" Sabrina bertepuk tangan" tak di sangka sangka dia bisa melihat langsung Zarra mati di depan matanya. Sabrina menunggu dengan tak sabar.

__ADS_1


Zarra menstarter mobilnya tapi mobilnya tidak bisa hidup, Zarra mencoba berulang ulang, hingga akhirnya berhasil "alhamdulillah, ingatkan rosak tadi, ni sebab lama tak pernah panaskan lah ni". Zarra mengomel sejak tinggal di kediaman pangeran Yazzid Zarra memang tidak pernah menggunakab mobilnya, jika ada keperluan Saddam sudah siap mengantarnya. Tanpa curiga Zarra menjalankan mobilnya hingga keluar jalan to mobilnya tidak menampakkan tanda tanda kerusakan. Sabrina mengikuti dari jauh menjaga jarak agar tidak menimbulkan kecurigaan, Sabrina mulai khawatir karena mobil Zarra belum juga menimbulkan tanda tanda akan rusak "Betol ke keje diorang ni? kenapa lambat sangat efect die?, kalau sampai tak rosak siap engkau orang semue, memang tak boleh harap, dah bayar mahal tak de hasil!" Sabrina terus mengomel melepaskan kekesalannya, tiba tiba dari kejauhan terlihat mobil Zarra mulai hilang kendali, mulai oleng ke kanan dan kekiri, "Ha..ha..ha dah rosak pon, mati lah cepat perempuan gat***!ade hati nak jadi putri mahkota, engkau tak layak! pegi mati lah cepat! Sabrina mengumpat senang.


Zarra yang merasa ada yang tidak beres dengan mobilnya mulai cemas "Kenapa kereta aku ni, macam tak ok je?" Zarra berusaha menepi, menginjak rem, tapi mobilnya tak juga berhenti "Ape nie, kenapa tak boleh pijak brake, Ya Allah tolonglah nak buat macam mana nie!".


Zarra mengambil tasnya mencoba untuk menelpon seseorang untuk meminta bantuan tiba tiba saja pangeran Yazzid menelponnya Zarra langsung menjawab Tuanku! tolong saye! kereta saya rosak!brake failure! saya tak boleh nak stop! Pangeran yang mendengar begitu terkejut, tanpa Zarra ketahui pangeran diam diam mengikuti Zarra sejak tadi, pangeran ingin mengetahui tempat tinggal Zarra agar mudah baginya mendatangi Zarra nanti, tapi apa yang terjadi sejak tadi pangeran tidak tenang pangeran merasa ada sesuatu yang terjadi pada Zarra, karena itu pangeran mencoba menelpon meski tak yakin Zarra akan menjawab telponnya. Tapi diluar dugaan ternyata Zarra menjawab benar apa yang dirasakan pangeran bahwa ada hal buruk yang terjadi pada Zarra, ikatan batin mereka ternyata sangat kuat hingga pangeran bisa merasakan ada hal buruk yang terjadi.


"Ok Zarra bawa betenang, jangan gabra, saya akan tolong awak" pangeran berusaha menenangkan Zarra padahal dirinya pun sangat mencemaskan Zarra. Pangeran menelpon Saddam tapi Saddam sedang meeting sehingga mengabaikan panggilan "Sial! kemanalah engkau Saddam,saat macam nie call tak jawab!" Pangeran memaki Saddam. Mobil Zarra sudah terlihat di depan pangeran, dan pangeran menambah kecepatan mobilnya untuk sejajar dengan mobil Zarra "Zarra! Zarra! buka cermin kereta awak!" Zarra! Zarra! cepat Zarra! Pangeran memerintah. Dan Zarra membuka kaca jendela mobilnya, Mobil Pangeran makin mendekat, saat dua mobil mereka merapat pangeran dengan berani melompat ke mobil Zarra "Hup!.. hah..hah..hah.. pangeran terengah engah untung saja lompatannya berhasil, jika tidak pangeran pasti sudah luka parah, tapi malang tak dapat ditolak mujur tak dapat diraih saat pangeran baru saja mengatur nafas lega sebuah truk tangki yang membawa minyak melaju dengan kecepatan tinggi menambrak mobil Zarra. Mobil mereka terseret, hancur dan meledak.


Tidaaaaaaak! Sabrina berteriak histeris melihat mobil yang berisi Pangeran Yazzid dan Zarra meledak di depan matanya. Hancur sudah harapannya bersanding dengan Pangeran Yazzid.

__ADS_1


1518 view๐Ÿ˜, tq so much more๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


babak ketiga di kehidupan Pangeran Indra dan Dayang Suri sudah finish, next kehidupan ke 4 author masih mikir mikir idenya apa, karena author nulisnya suka suka aja ngalir apa adanya, soalnya kalo di paksa paksa malah mentok nulis 1000 bisa ngga kelar kelar. Semoga pengajuan kontrak novel ini segera di acc dukung terus Pangeran Indra dan Dayang Suri ya reader sayang, love you more๐Ÿ˜˜


__ADS_2