Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri

Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri
89. Sang Penghianat


__ADS_3

Hai readers, Dayang Suri dan Pangeran Indra sudah melewati 5 rintangan cinta, tinggal 2 rintangan lagi, tapi author sudah stuck bingung mau nulis apa lagi, di awal kalo ada yang ingat, author pernah nulis ngga mau ada latar china kuno, atau kerajaan eropa, tapi mohon maaf ya, author terpaksa tarik balik omongannyaπŸ™ˆ di 2 rintangan terakhir akan di buat juga latar china dan eropa, punten ya, mohon di maafkeun


...πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™...


...πŸ’žπŸ’žHAPPY READINGπŸ’žπŸ’ž...


Pangeran Indra tersadar sudah kembali ke Paviliunnya di kerajaan Buana Gemilang, sedangkan Suri kekasihnya terlempar entah kemana, Hmmmmmmm.... pangeran mengela nafas panjang, memijit kepalanya yang pusing, Aww! pangeran menjerit kecil, dan menuju cermin untuk melihat wajahnya yang sakit.


Ternyata pelipisnya yang luka akibat di serempet anak panah Jupin tadi, masih ada disana, luka yang cukup panjang, dan menimbulkan rasa perih, pangeran meringis. "Ternyata seorang Pangeran Indra bisa terluka juga" Angin Bayu Sahabatnya muncul dari jendela. "Aku manusia, bukan hantu, dan kau selalu saja masuk lewat jendela seperti maling" Pangeran Indra membalas Angin Bayu.


"Tak kusangka jika kalian sanggup melewati rintangan cinta kalian, semoga kalian berhasil dan kuat hingga akhir" Angin Bayu tersenyum. "Kau mendoakan aku, sejak kapan kau bisa berdoa?" Pangeran Indra tersenyum mengejek. "Ini pertama kali aku berdoa, semoa penguasa langit mengabulkan.


"Mintalah jodoh untukmu,tak perlu memikirkanku, pangeran melempar sebuah belati ke arah Angin Bayu, untung saja Bayu segera berkelit, sehingga belati itu lolos melewati ************ Bayu.

__ADS_1


"Apa kau sudah gila pangeran jika tadi aku tidak berhasil mengelak kau bisa membunuhku" Angin Bayu mengurut dadanya, sesaat tadi jantungnya seakan berhenti berdetak jika belati itu tadi tidak lolos maka tamatlah riwayatnya.


"Ha.. ha..ha.. mana mungkin, hanya belati tidak akan sampai membunuhmu, paling hanya burungmu yang mati, ha...ha..ha.. pangeran tertawa terpingkal pingkal karena berhasil mengerjai angin Bayu. "Itu sama saja dengan mati pangeran, lebih baik kau bunuh saja aku sekalian dari pada hidup serasa mati". Angin Bayu menjawab kesal.


"Hebat Bayu, ternyata kau selalu waspada dalam keadaan apapun" tawa pangeran sudah hilang berganti dengan wajah dinginnya yang biasa. "Terima kasih sudah menjaga keluargaku selama aku pergi, ceritakan padaku apa saja yang terjadi selama aku tidak ada.


"Tidak ada pangeran semua aman, dan masalah masalah yang kecil yang terjadi sudah diselesaikan dengan baik" Angin Bayu menjelaskan.


"Boleh kutahu masalah apa itu?" Pangeran bertanya sambil membersihkan lukanya.dan mengoles obat agr lekas sembuh. "Kurasa sebaiknya tidak usah, hanya akan membuat suasana hatimu menjadi tidak baik" Angin Bayu ingin pergi lewat jendela dimana dia datang tadi. Tiba tiba Gubrak!!! Jendela itu tertutup seperti diterpa angin ribut. "Kau sudag membuat suasana hatiku tidak baik dengan tidak menceritakannya" Pangeran Indra mengerling tajam. "Jangan coba coba pergi sebelum kau menceritakannya, kalau tidak jangan menyesal, ku pastikan kau keluar dari sini dalam keadaan tidak utuh.


"Baiklah, bagaimana jika kita bercerita sambil makan, aku lapar. Angin Bayu duduk di meja tempat biasa pangeran makan. "Sejak kapan kau berani minta bayaran denganku, apa kau sudah bosan hidup, Pangeran Indra tersenyum menyeringai, kemudian bertepuk tangan tiga kali, seorang pengawal muncul di pintu "Perintahkan dayang menyiapkan makanan untukku" "Menjunjung titah tuanku" Pengawal segera berundur, berjalan setengah berlari untuk melaksanakan titah Pangeran Indra.


Tak perlu menunggu lama, makan segera terhidang di meja, ayam bakar, Soto Ayam, dan Sate rusa, baunya membuat cacing cacing di perut Angin Bayu bernyanyi merana. Angin Bayu menunggu pangeran makan lebih dulu, tapi sang pangeran masih asik di depan cermin muatika sakti mencari keberadaan Suri. 'Kalau kubiarkan aku bisa mati kelaparan' Angin Bayu membatin "Pangeran apa tidak sebaiknya Pangeran makan dulu, pangeran perlu makan yang banyak agar tenagamu segera pulih" Pangeran Indra tersenyum mengejek."Kau tidak cukup pintar berbohong Bayu, aku tahu kau lapar makanlah, nanti aku menyusul" Pangeran berkata pada Angin Bayu. Angin Bayu hanya mengelus perutnya, membujuk cacing cacing di perutnya yang sudah tidak sabar, 'mana mungkin makan lebih dulu bisa bisa hilang kepalaku karena tidak sopan' Angin Bayu memasanh wajah lesu.

__ADS_1


Pangeran Indra menyudahi kegiatannya katena tahu Bayu tak akan makan lebih dulu. "Ayo makan" dua orang dayang segera melayani mereka. Pangeran makan sate rusa sambil tersenyum mengingat itu adalah makanan kesukaan Suri kekasihnya. "dimana kau sayang, ini sate rusa kesukaanmu' Pangeran membatin sedih.


"Ayo ceritakan apa yang terjadi" Pangeran Indra berbicara sambil makan sate. Angin Bayu tersedak "Uhuk! uhuk! dayang disampingnya segera menyodorkan segelas air padanya, Bayu minum dengan tergesa. "Kau ini, seperti 3 hari belum makan saja. "Maaf pangeran, aku memang 3 hari belum makan jawab Angin Bayu. "Sudahlah persetan dengan itu, sejak tadu selalu saja kau menunda ceritamu, ada apa?" Pangeran Indra bertanya penuh selidik.


"Kau harus berjanji dulu, bahwa aku tidak akan dihukum karena ini" Angin Bayu menatap serius pada Pangeran Indra. "Aku berjanji, pangeran Indra mengangkat tangan kanannya. "Pamanmulah yang telah membocorkan rahasia hubunganmu pada Pangeran Mulyawarman" Angin Bayu bicara pelan dan hati hati. Pangeran Indra terdiam mengepalkan Jari tangannya menahan marah "Sudah kuduga pasti ada yang membocorkan rahasiaku, dia memilih lawan yang salah, dia fikir bisa main main denganku!" Pangeran bangkit ingin menuju kediaman pamannya Gading Buana. "Pangeran! Angin Bayu mengejar Pangeran Indra tak peduli tangannya yamg masih belepotan karena belum selesai makan, "Pangeran jaga emosi pangeran, pamanmu tidak ada di kediamannya" Angin Bayu setengah berteriak.


Teriakan Angin Bayu mampu menghentikan langkah pangeran Indra. "Kemana Dia?" tanya pangeran Indra geram. "Pamanmu sudah menerima hukumannya pangeran,dia dihukum di penjara bawah tanah selama 1 bulan" Bayu menjelaskan. "Itu belum cukup Bayu!" Pangeran meninju pohon jambu di dekatnya, hingga seluruh jambu yang sedang berbuah itu jatuh ke tanah seluruhnya. "Bayu hanya bisa geleng geleng kepala, Pangeran Indra sudah melampiaskan kemarahannya pada pohon jambu.


"Pangeran Gading Buana sudah di keluarkan dari Istana, Yang Mulia mengasingkannya di Buana Sari" Bayu bicara lagi dan diam menunggu reaksi Pangeran Indra.


"Buana Sari?" apa ayahandaku memjadikannya raja kecil disana? apa itu bukan tindakan yang ceroboh? apa ayahanda tidak takut dia akan menyusun kekuatan untuk memberontak?" Pangeran bertanya bertubi tubi pada Bayu.


"Tidak pangeran, Yang Mulia pasti sudah merencanakannya matang matang" Pangeran pergi kesana dengan pengawalan ketat, dan seluruh pejabat pengawal dan prajurit adalah orang orang pilihan yang sudah teruji kesetiaannya.

__ADS_1


"Walaupun begitu aku tetap tak yakin dia akan berubah, awasi dia sesering mungkin Bayu" Pangeran memerintah "Lanjutkan makanmu, aku akan menemui ayahandaku" Pangeran berlalu dari hadapan.Bayu.


__ADS_2