Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri

Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri
32. Pangeranku hatiku cemburu juga


__ADS_3

"Haaaaa...." Suri menarik nafas lega setelah kepergian Tunangannya itu, Suri tetap memperhatikan punggung pangeran Mulyawarman hingga hilang di balik tembok Paviliunnya.


Hari yang melelahkan, masih pagi saja sudah begini, Suri berkata dalam hati sambil merebahkan tubuhnya di pembaringan, "huaaah" Suri menguap lebar, "sebaiknya aku tidur sebentar nanti baru mandi". Tak perlu waktu lama Suri pun terlelap.


Saat Suri terlelap muncul asap putih yang makin lama makin tebal, saat kabut itu menghilang muncul sesosok tubuh yang memakai jubah hitam, memakai topeng perak di sebagian wajahnya, tapi tetap saja tak dapat menyembunyikan wajahnya yang tampan.


Sosok lelaki itu mendekati pembaringan Suri membelai rambutnya, dan mencium lembut keningnya. Suri pulas sekali tak terganggu dengan aktifitas yang dilakukan pangeran Indra, pangeran tersenyum melihat Suri yang tertidur pulas seperti bayi.


Pangeran mengendong Suri, merafal mantra, dan sesaat kemudian timbul kabut tebal, seperti saat datang tadi, pangeran Indra dan Suri menghilang seiring kabut asap yang menghilang.


Pangeran tiba di paviliun Mawar Putih milik Suri di Kerajaan Buana Gemilang, Suri yang masih terlelap dipelukannya. Pangeran membaringkan Suri ke Ranjang dengan perlahan agar Suri tidak terbangun.

__ADS_1


Pangeran melepaskan pakaian Suri, perlahan keringat dingin menjalari tubuhnya melihat tubuh polos Suri yang membuat jantungnya berdetak tak normal. Pangeran berdiri mematung, sesaat kemudian pangeran tersentak, seperti tersadar dari mimpi, pangeran bergegas mengganti pakaian Suri, pakaian dengan model yang dan warna yang sama.


Selesai memasangkan pakaian Suri pangeran mencium kening Suri, perlahan turun ke matanya, hidungnya, saat pangeran mencium bibir Suri, Suri pun terjaga.


Suri mengerjapkan matanya "aku pasti mimpi lagi, "astaga kenapa mimpiki selalu seperti nyata" Suri berucap pelan masih setengah mengantuk Suri menyentuh pipi pangeran Indra, kau juga pangeran kenapa tampan sekali, dan terasa sangat nyata" Suri tersenyum mencium pangeran lalu terlelap lagi.


"Hukumanmu bertambah 1 lagi sayang" pangeran berbisik di telinga Suri. "Astaga pangeran dalam mimpipun ada hukuman, kau jahat sekali" Suri bergumam.


"Sayang ini nyata bukan mimpi" pangeran berbisik lagi sambil memeluk Suri dari belakang. "Sudahlah kanda jangan menggangguku, aku capek sekali, tadi Nadim, kemudian putra mahkota, sekarang kanda, sudahlah, aku mau istirahat sebentar nanti setelah bangun aku akan menemuimu, tunggu aku di perbatasan, aku janji pasti datang" Suri mengangkat tangan kanannya tanda bersumpah.


"Sayang" panggil pangeran Indra lembut, "Hmmmm" Suri menjawab dengan anggukan, "Boleh minta ini" pangeran menyentuh bibir Suri, "Hmmmmm... Suri menjawab tanpa kata, tapi diartikan pangeran bahwa itu tanda izin dari Suri.

__ADS_1


Tanpa menunggu lagi pangeran langsung menarik Suri kedalam pelukannya, mereka kini saling berhadapan, pangeran mengulum si merah delima yang dari.tadi sangat menggoda, pangeran begitu bersemangat, hingga tanpa sengaja menggigitnya terlalu keras. "Aaaaaaaa.... Suri berteriak, dan langsung terbangun, melotot menatap pangeran Indra yang langsung membekap mulut Suri.


Teriakan Suri membangunkan pengawal yang sedang berjaga di depan paviliun "Apa kau mendengarnya Bahar?" tanya pengawal yang bertubuh kekar dan berkumis tebal. "Ya Sudin, aku dengar ada yang berteriak, tapi bukankah paviliun ini kosong?" jawab pengawal yang bernama Sudin.


"Ah sudahlah jangan fikir yang bukan-bukan ini kan masih siang, mana ada setan keluyuran siang-siang, bukan begitu Sudin?" Pengawal yang bernama Bahar berkata lagi. "Iya, kau benar Bahar, mungkin juga karena kita mengantuk jadi merasa ada yang teriak, aku ke dapur duly mengambil kopi" jawab pengawal yang bernama Sudin sambil berjalan ninggalkan Bahar. "Ambilkan untukku juga!" teriak Bahar, dan Sudin menjawab dengan lambaian tangan.


"Jangan teriak lagi" pangeran Indra menempelkan jari telunjuknya di bibir Suri. Suri menjawab dengan anggukan. "Kenapa aku bisa berada disini?" tanya Suri heran. "Sayang, aku menculikmu dari paviliunmu" pangeran Indra menjawab pertanyaan Suri dengan senyum dikulum.


"Menculik? bagaimana caranya, bukankah penjagaan di kediaman kami cukup ketat, bagaimana pangeran bisa ma? belum selesai Suri bicara pangeran sudah menutup mulut Suri dengan bibirnya, Suri yang tak menyangka mendapat serangan mendadak, berusaha mendorong, tapi usahanya sia-sia, pelukan pangeran Indra dan tenaganya yang kuat membuat Suri akhirnya pasrah.


Kejutan yang tiba-tiba dirasakan Suri juga membuat Suri lama-lama menikmati, akhirnya menyerah kalah, dan pangeran Indra yang merasa tidak ada lagi penolakan makin berani, menjelajahi setiap jengkal wajah itu, meninggalkan tanda kepemilikan dileher Suri yang jenjang. Hingga akhirnya mereka berdua kehabisan nafas dan terbaring terengah-engah, senyuman terkembang di wajah pangeran.

__ADS_1


Suri memukul dada pangeran Indra, "Jahat" kenapa tiba-tiba menyerangku?" kan jadi sedak nafas", Suri pura-pura marah. "Sayang, kau harus di hukum" pangeran Indra tersenyum nakal. "Dihukum? aku salah apa?" Suri bertanya bingung, "Pertama aku tidak suka kekasihku memeluk lelaki lain selain aku" wajah pangeran Indra yang tadinya tersenyum langsung berubah masam" "Dan kedua aku juga tidak suka kekasihku dipeluk orang lain, apa sekarang sudah sadar apa salahmu sayang?". Suri yang melihat perubahan wajah pangeran Indra hanya tersenyum "Ternyata pangeran hatiku cemburu juga" Suri tersenyum menggoda pada pangeran Indra. Melihat pangeran Indra yang terbakar cemburu Suri segera memeluknya, mencium kening, mata, pipi, hidung, dan bibir pangeran Indra. Selanjutnya perang tadi yang belum selesai berlanjut ke season 2😝.


Hai reader, terima kasih sudah membaca karyaku, 289 view makin meningkat walaupum masih tanpa suara, terima kasih banyak aku berharap ada suara suara alam gaib dari kalian biar makin semangat ngetiknya, kutunggu😘😘😘


__ADS_2