Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri

Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri
11.


__ADS_3

Rombongan Pangeran Indra dan Suri berjalan pelan menuju ruang makan, seperti biasa Suri menggandeng pangeran Indra seolah tak terjadi apa apa. Pangeran menoleh menatap Suri tepat di matanya, dan Suri membalas tatapan itu dengan senyuman mengejek, nikmati saja kemenangan sesaat ini dinda" Pangeran berbisik dengan telepati, senyum Suri makin melebar mendengar sindiran suami tercintanya itu. Angin Bayu yang menyaksikan perang dingin keduanya hanya bisa mengulum senyum, namum sial bagi Bayu, pangeran melihat senyumnya itu "Mandikan kuda ku Bayu, harus selesai setelah makan pagi" bisikan yang hanya di dengar oleh Bayu, hingga Bayu menarik nafas sedih. Malang nian nasib hamba Putri, karena nila setitik harus menguras satu telaga.


"Ha..ha..ha" tanpa sadar Suri tertawa mendengar pepatah yang di sampaikan Bayu. Semua sontak menatap Puteri, begitu pula Pangeran Indra matanya seketika melotot marah "Upss, maaf" bisik Suri pelan, sontak menutup mulutnys seraya tertunduk malu "Jaga sikapmu puteri mahkota" pangeran Indra berbicara tegas. "Maafkan dinda putera mahkota" Suri menjawab sambil tertunduk menyembunyikan senyuman karena hatinya yang masih geli mendengar ucapan bayu tadi, tapi tak kuasa menentang Pangeran Indra yang sudah tersulut emosinya.

__ADS_1


Perjalanan ke ruang makan jadi terasa panjang karena mereka hanya membisu hingga tiba di ruang makan. "Putera mahkota dan puteri mahkota datang" pengawal penjaga pintu mengumumkan kedatangan mereka.


Suri tersenyum lega, mereka masuk dengan tatapan menyelidik dari seisi ruangan. "Bayu, apakah di paviliun Rajawali tidak turun hujan? panasnya terbawa hingga ke ruangan ini" Pangeran Arya bertanya dengan wajah jenaka.

__ADS_1


"Betul sekali dinda, saking panasnya hingga dinda harus memandikan kuda kesayangan kanda" Pangeran Indra menjawab sambil menatap tepat dimanik mata pangeran Arya adiknya. "Pangeran Arya menjawan tatapan itu dengan bingung, lalu menatap Angin Bayu mohon penjelasan, Bayu yang ditatap hanya membalas dengan mengendikkan bahu.


Setelah benar benar berada jauh dari ruany makan pangeran Arya baru membuka suara. "Kakanda sialan tidak pernah berubah, selalu saja menghukumku, awas saja, jika ada kesempatan akan kukatakan semua keburukannya pada pada kanda Dayang Suri" Pangeran Arya tersenyum menyeringai. "Dan kau Bayu awas saja berani mengadukanku" Pangeran mengancam Bayu dengan mengepalkan buku jarinya. Bayu hanya menundukkan kepala tidak menjawab, tidak pula meng iyakan ancaman pangeran Arya karena Bayu hanya patuh pada Pangeran Indra.

__ADS_1


Mereka tiba di istal kuda dengan pangeran Arya yang tak henti henti nya mengomel, hingga selesai mereka memandikan kuda pangeran terus saja mengomel, dan tiba tiba "Awww!!! Dasar sialan, tidak kuda tidak tuannya sama sama menjengkelkan!" Si hitam menendang Pangeran Arya, karena pangeran tak sengaja menyisir surainya sedikit keras, sungguh hari yang buruk bagi pangeran Arya.


Pangeran kembali ke istana dengan wajah kesal dan pakaian yang kotor. Bayu mengikuti seperti bayangan diam di belakang pangeran Arya. Tiba tiba muncul ide cemerlang di kepala Pangeran Arya. "Bayu! aku akan ikut pertandingan nanti, jika aku menang bukankah kanda harus mengabulkan permintaanku? Pangeran Arya kembali bersemangat, dengan langkah tergesa menuju kamarnya untuk bersiap siap mengikuti lomba memanah dan berkuda. 'Aku harus menang' batin pangeran Arya. 'Tunggu saja kanda Indra, tunggu pembalasanku'.

__ADS_1


__ADS_2