
Suri langsung menghempaskan tubuhnya di ranjang, setelah para dayang selesai membantu melepaskan riasannya. Pangeran Indra tersenyum melihat Suri yang kelelahan.
Pangeran Indra mendekat lalu mengangkat kaki Suri yang menjuntai di lantai, lalu memindahkannya ke pangkuan dan memijatnya. Suri yang merasa kakinya di sentuh sontak terbangun, "Kanda, apa yang kanda lakukan?" "suuuut..." Pangeran Indra memberi tanda agar Suri diam, mendorong pelan tubuh istri tercintanya agar berbaring kembali, tapi Suri menggeleng, "Kanda... bukankah seharusnya dinda yang melayani kanda, bukan sebaliknya?, bagaimana jika ada yang melihat? seorang pangeran Indra Buana yang kejam takhluk pada istrinya, seluruh kerajaan bisa gemp...." ucapan Suri terputus karena pangeran Indra sudah membungkam bibir cerewetnya, Suri melotot marah, namun sesaat kemudian memejamkan mata, menikmati sentuhan lembut suaminya, mereka tenggelam dalam sentuhan penuh cinta.
Pangeran baru melepaskan saat Suri terlihat kehabisan nafas, tersenyum menggoda sambil menyapu bibir Suri yang basah. Suri ingin bicara lagi namun tertahan karena ucapan suaminya "bibir ini akan di hukum jika masih terus bicara" Suri hanya diam mematung, pangeran Indra makin senang menggoda melihat wajah Suri yang cemberut, lalu berbisik "ingin dihukum lagi? kanda dengan senang hati menghukummu sayang" bisikan yang menerpa selangkanya membuat Suri meremang, dan tanpa sengaja mengeluarkan suara mendesah "ahhhhhhh........." Kau menggodaku sayang" Pangeran Indra tersenyum nakal, dan Suri hanya bisa melotot di goda suaminya. "Aww! Aww! aduh! sakit sayang!" Suri mencubiti pangeran Indra, akhirnya mereka bergumul saling mencubit, dan menggelitik ha3x... ha3x.. tawa bahagia keduanya terdengar hingga keluar paviliun, Arya Buana yang ingin masuk menghentikan langkahnya, lalu berbalik, 'Sebaiknya aku tidak mengganggu lagi, kanda pasti akan menghukumku jika mengganggu, biarlah mereka memadu kasih' Arya membatin, "pintar" suara bisikan terdengar jelas di telinga Arya, ha... ha.. ha.. Arya tertawa pelan, "Dasar, aku tahu kanda kau pasti sudah tidak sabar, namun ritual kerajaan masih panjang jangan sampai kalian terlambat lagi besok pagi" pangeran Arya segera berlari menjauhi paviliun, akan berbahaya jika tidak segera pergi, pangeran Indra bisa saja muncul tiba tiba dihadapannya.
__ADS_1
"Sialan!" Pangeran Indra mengumpat namun bibirnya menggurat senyum tipis, meski pelan tak luput dari pendengaran Suri, Suri menghentikan aktifitasnya menggelitik, saat itu mereka berdua sedang berpelukan, Suri ingin bangkit tapi ditahan oleh tangan kokoh suaminya, pangeran memeluk erat tubuhnya, dan mengecup lembut puncak kepala Suri. Suri mengangkat kepalanya, dan mereka saling menatap, Pangeran tahu Suri mohon penjelasan. "Arya, sayang,.. baru saja dia ingin mengganggu kita lagi, tapi urung, karena mendengar suara kita". Pangeran kembali mengecup puncak kepala Suri lagi dan mempererat pelukannya.
"Ingin di hukum lagi?" bisiknya menggoda. "Ihh kanda! dasar mesum, selalu saja cari cari kesempatan" Suri merengut dan memukul pelan dada bidang suaminya "ha.. ha..ha"pangeran tertawa senang, "tidak apa apa mesum sayang kanda hanya mesum padamu" Pangeran Indra tidak ingin menyia nyiakan kesempatan untuk menghukum Suri, akhirnya suara tawa mereka menghilang seketika.
"Sayang...., seluruh semesta tahu Seorang Indra sudah takhluk pada cinta puteri seorang panglima, hingga sanggup mengharungi tujuh kehidupan untuk bersanding dengannya" pangeran menatap Suri penuh cinta, dan Suri tersenyum bahagia mendengar ucapan cinta pangeran hati nya itu.
__ADS_1
"Kanda janji tidak akan lama, hanya mandi, ayolah..." Pangeran coba membujuk. Melihat Suri hanya diam saja, pangeran langsung menggendong Suri dan membawanya berlari ke pemandian Suri yang terkejut hanya bisa diam, dan reflek mengalungkan kedua tangannya di leher pangeran agar tidak jatuh.
Pangeran Indra membawa Suri masuk ke kolam mandi dengan pakaian lengkap, air yang tadinya hangat sudah menjadi dingin, membuat Suri enggan melepas pelukannya "dingin sekali kanda.." desahnya pelan. Pangeran tersenyum. "Mau air hangat?" "tidak usah, kasian mereka jika harus mengganti air ini lagi, mereka pasti lelah" Suri bicara sambil turun perlahan dari gendongan.
Menenggelamkan wajahnya dan diam sesaat di dalam kolam, pangeran hanya melihat apa yang dilakukan istrinya. Saat Suri muncul di permukaan kolam pangeran langsung mendekat, mengecup pipinya yang basah, dan membantu Suri melepaskan pakaiannya, saat tinggal lapisan terakhir yang menutupi tubuhnya Suri menahan gerakan pangeran, melipat kedua tangannya di dada dengan wajah memerah menahan malu.
__ADS_1
"Mengapa sayang? pangeran berbisik di telinga Suri, "Kita sudah menikah sayang, izinkan kanda memiliki dinda seutuhnya". Akhirnya Suri hanya bisa pasrah saat helaian terakhir itu ditarik dari tubuhnya, pangeran Indra memeluk erat tubuh Suri memberikan kecupan dan sentuhan penuh cinta, hanya suara gemercik air yang tumpah dari kolam mewarnai senja yang semakin kelam.