
Pangeran menggeser pintu perlahan agar tidak mengganggu Mey Mey, terlihat Mey Mey sedang terkantuk kantuk setumpuk kertas yang telah ditulis bertebaran di sampingnya, Mey Mey tidak menyadari pangeran Indra memperhatikannya dari gawang pintu. Hingga akhirnya Mey Mey tertunduk tidak bergerak, pangeran tersenyum, lalu mendekati Mey Mey, benarlah dugaan Pangeran Mey Mey tertidur karena lelah menulis.
Pangeran mengambil kertas dan tinta, memindahkannya ke meja lain, dan perlahan lahan mengambil kuas dari tangan Mey Mey. 497, 498, 499, 500 'Selesai' pangeran Indra membatin senang. Hampir 1 dupa pangeran menulis, membantu Mey Mey menyelesaikan hukumannya. Saat Pangeran ingin keluar Lian sudah ada di depannya, "Kau?" pangeran menunjuk Lian yang hanya bisa menatap pangeran kebingungan karena merasa tidak melakukan apa apa. Pangeran memberi tanda pada lian agar diam, Lian pun mengangguk tanda mengerti.
"Bereskan?" pangeran Indra memerintah Lian dengan suara sangat perlahan. "Pangeran sudah sembuh?" Lian bertanya penasaran. Pangeran melotot menatap Lian, yang di tatap akhirnya hanya menunduk memunguti kertas yang berserakan di lantai. 'Sial mengapa karena asik menulis aku sampai tidak menyadari kedatangannya' pangeran membatin gusar. 'Semoga saja dia tidak mengatakan apa apa' Pangeran membatin lagi.
Lian selesai membereskan kertas kertas yang berserakan, tinggal beberapa yang sengaja dibiarkan tergeletak. "Pergilah" Pangeran memerintahkan Lian untuk meninggalkan mereka, kini tinggal pangeran mereka berdua, pangeran berkomat kamit membaca mantera dan masuk ke dalam mimpi Mey Mey.
Seperti kemarin Pangeran memberikan Mey Mey memimpikan Paviliun mawar putihnya. Mey Mey tersenyum dan pangeran pun tersenyum melihat Mey Mey. "Sayang, kanda disini di depanmu, cepatlah mengingatku" Pangeran bergumam pelan. Karena terlalu lama duduk dengan melipat kakinya pangeran merasa sangat pegal, hingga tak sengaja menyenggol kali meja, "Pangeran?" Mey Mey terbangun, dan melihat pangeran Indra ada di depan nya.
__ADS_1
"Ah mengapa kau selalu muncul menggangguku, sampai di dalam mimpipun mengganguku juga, huahhhh" Mey Mey menguap dan kembali tidur. "Pangeran tersenyum geli melihat tingkah Mey Mey yang merasa bahwa pangeran di depan nya hanyalah halusinasinya saja. "Dasar tukang tidur, hey bangun!" Pangeran mengacak acak rambut Mey Mey.
"Pangeran!" Mey Mey membulatkan matanya melihat pangeran yang ternyata bukan halusinasi tapi nyata adanya. Pangeran memberikan senyum termanisnya, melihat Mey Mey yang masih dalam mode terkejut dengan mata membulat membuat pangeran tak tahan untuk menciumnya "Cup!" pangeran mendaratkan ciumannya di bibir Mey Mey. Mey Mey spontan menutup mulutnya, matanya makin membulat marah, lalu pergi meninggalkan pangeran.
'Siapa suruh kau begitu menggemaskan sayang, pangeran menyentuh bibirnya menghapus sisa pemerah bibid milik Mey Mey yang tertinggal di sana. Pangeran bangun berjalan perlahan santai untuk kembali kamarnya. Sebenarnya pangeran sudah pulih, tapi tak ingin memperlihatkannya karena tak ingin mereka bertanya tanya bagaimana bisa sembuh begitu cepat, pil penyembuh segala penyakit yang diberikan kakeknya memang sangat ampuh, segala luka yang ada di tubuh bisa sembuh hanya dengan memakan 1 pil saja.
Pangeran berjalan sambil menikmati pemandangan sore yang sangat indah, tak sengaja melihat Mey Mey yang duduk di ayunan di bawah pohon willow, pangeran mengurungkan niatnya kembali dan berbelok arah ke tempat Mey Mey berada.
Melihat Mey Mey menutup mata timbul niat pangeran untuk menjahilinya, pangeran mencium rambut Mey Mey yang harum, perlahan turun ke kening lalu kedua mata, turun ke hidung saat Pangeran ingin mencium bibir Mey Mey, saat itulah Mey Mey membuka matanya. Mey Mey langsung melotot melihat pangeran yang sedang membungkamnya, muka Mey Mey merah padam taka mampu menghindar akhirnya hanya pasrah dengan jantungnya yang nyaria copot karena berdegup kencang.
__ADS_1
Pangeran tersenyum jahil menatap wajah polos Mey Mey "Pangeran Kau!" Mey Mey ingin marah namun pangeran berbisik."Jangan teriak, nanti ku bungkam lagi" Pangeran melempar tersenyum termanianya menggoda Mey Mey yang tak bisa berbuat apa apa. "Harusnya kau berterima kasih karena mimpimu jadi nyata" Pangeran berlalu meninggalkan Mey Mey yang kebingungan karena kata kata pangeran barusan "Apa yang dia katakan? bagaimana dia tahu apa yang ada dalam mimpiku? dasar pangeran aneh!" Mey Mey mendengus kesal sekaligus penasaran pada pangeran.
Mey Mey kembali ke kamarnya dengan perasaan kesal dan juga penasaran pada pangeran, Mey Mey berfikir sambil berjalan mondar mandir 'Aku harus menanyakan apa maksud perkataannya tadi, tapi bagaimana? aku takut dia macam macam lagi' Mey Mey membatin bingung hingga ingatannya kembali pada hukuman yang diberikan ayahnya "Astagaaaa... aku melupakan tugasku, celaka jika hari ini tidak siap bisa bisa ayah akan menambah hukumanku" Mey Mey cemas dan berlari ke perpustakaam lagi.
Mey Mey melihat tugasnya sudah tidak ada di sana. "Aduh dimana tugasku? bukankah tadj masih disini saat kutinggalkan" Mey Mey cemas dan berlari mencari Lian, untung saja tak sulit menukan Lian. Lian sedang menyantap makan siangnya di dapur saat Mey Mey menghampirinya. "Lian!" Uhuk uhuk uhuk lian tersedak karena kaget, Han Lie yang berada di sampingnya langsung sigap menepuk punggung Lian, hingga Lian bisa bernafas normal lagi, setelah meminum segelaa air barulah Lian bisa bicara, "Ada apa nona?" bukan menjawab tapi Mey Mey malah memasang wajah memelas karena merasa bersalah "Maafkan aku Lian aku tidak sengaja", "tidak apa apa nona, ada apa?" Lian mengulangi pertanyaannya. "Apa kau melihat kertas kertas permohonan maaf yang tadi kutulis?" Mey Mey tak sabar menunggu jawaban Lian. "Owh.. itu, sudah saya serahkan pada Tabib Lee nona, bukankah sudah selesai? saya fikir tadi nona tidak akan kembali lagi" Lian menjelaskan "Apa? selesai?" Mey Mey bingung, "Baiklah, terima kasih" Mey Mey buru buru meninggalkan dapur. Han Lie dan Lian saling bertatapan bingung dengan sikap aneh majikan muda mereka itu.
Mey Mey kembali ke kamarnya , "Aku tidak mungkin salah, tadi masih kurang 100 halaman lagi, tapi bagaimana mungkin Lian bilang sudah siap?" Mey Mey megangi kepala nya yang tiba tiba terasa pusing, "Ah sudahlah, memikirnya hanya membuatku lelah, belum selesai satu masalah, ada lagi masalah lain, lebih baik aku tidur dulu, semoga ini hanya mimpi" Mey Mey bergumam lelah, hanya sebentar dengkuran halus sudah terdengar dari Mey Mey.
Pangeran yang sejak tadi sembunyi sembunyi memperhatikan Mey Mey tersenyum lucu "Dasar tukang tidur" pangeran tertawa kecil.
__ADS_1
13526 view! tq semua, tetap diusahakan up 1 part tiap hari, love you 😘