Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri

Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri
37. Persiapan Pernikahan


__ADS_3

Keesokan harinya Suri bangun dari ranjangnya dengan wajah sembab, Melati yang melihatnya sangat khawatir, "Putri, apa putri baik baik saja? Putri kelihatan sangat pucat? Melati meraba kening junjungannya, "Tidak panas" Melati tersenyum lega.


"Aku tidak apa apa Melati hanya sedikit kurang tidur saja, setelah mandi nanti pasti lebih baik". Suri melangkah pelan menuju pemandian, Melati membantunya melepas pakaian, Suri berendam di pemandiannya dan membiarkan Melati membantunya mandi, Suri membiarkan Melati melayaninya, merias wajahnya dan memilih baju yang akan dikenakannya hari ini, "Baju mana yang ingin Putri pakai hari ini? Melati berdiri di depan lemari yang penuh dengan pakaian Suri.


"Terserah saja Melati, apa saja yang kau pilih akan ku pakai, oh ya rias aku sedikit tebal, aku tak ingin ayahanda melihat wajah ini Melati" Suri berbicara sambil duduk di depan cermin tanpa melihat pada Melati, hatinya sangat hampa, tak ada yang ingin dilakukannya, Pangeran Indra sama sekali tak muncul dalam mimpinya pun tak ada, ingin rasanya dia keluar menemuinya tapi apalah daya, sejak hari ini hingga hari pernikahannya, Suri tak boleh kemana mana, masa pingitan untuk calon pengantin sudah mulai berjalan.


Melati memilihkan Suri baju kurung baru dengan warna merah cerah, dan merias Suri sedikit lebih tebal dari biasa, setelah selesai Melati tersenyum puas. "Sudah selesai Putri" dan Suri menatap wajahnya dicermin "Astaga Melati, apa kau ingin membuat aku terlihat seperti gadis gadis di kedai tuak? tidak Melati aku tak ingin Pangeran berfikir aku menggodanya" Suri terlihat kesal. "Maaf Putri sudah tak ada waktu lagi rombongan istana akan datang sebentar lagi, Tuanku Panglima sudah menunggu di ruang jamuan" Melati menunduk tak ingin melihat kemarahan junjungannya. "Ruang jamuan? mengapa sarapan di ruang jamuan? Suri terlihat bingung. "Mulai hari ini hingga hari pernikahan Panglima memerintahkan untuk menyediakan makan di ruang jamuan putri, Panglima ingin memantau langsung perkembangan persiapan pernikahan putri, dan hamba dengar .....(Melati berhenti sejenak, terlihat ragu) Putra mahkota juga begitu" Melati sengaja menyebut Putra mahkota dengan perlahan karena tahu junjungannya tak akan suka mendengarnya.


Benar saja Suri langsung mendengus kesal "Apa dia sudah tak punya pekerjaan lain hingga harus mengurus sendiri segala hal remeh temeh begini, belum jadi suamiku saja dia sudah membuatku kesal setengah mati" Suri melempar bantal yang sejak tadi di pegangnya, dan melangkah keluar di ikuti Melati, suara derap sandalnya yang berjalan cepat terdengar di sepanjang lorong, sangat berisik mencerminkan kegalauan tuan yang memakainya, Melati hanya diam tak berani menegur junjungannya yang sedang marah.

__ADS_1


Tiba di hadapan ruang jamuan Suri berhenti, menarik nafas panjang lalu berjalan pelan memasuki ruang jamuan. Semua mata tertuju padanya, Panglima tersenyum melihat putri nya yang sangat berbeda hari ini, Suri membalas senyuman ayahandanya dengan senyuman, terlihat jelas lesung pipinya yang makin menambah kecantikan Suri pagi ini.


Ehem2x, tak kusangka kau sangat bahagia dengan pernikahan ini Suri" Suara yang sangat dikenalnya serta merta senyuman Suri yang tulus hilang, berganti dengan senyuman bengis.ke arah Putra Mahkota "Bukankah sudah seharusnya begitu Tuanku Putra Mahkota Pangeran Mulyawarman" Suri menyebut nama putra mahkota dengan lengkap. Putra mahkota tersenyum, amat sangat mengerti bahwa calon istrinya itu tak seperti yang dikatakannya. Suri meneruskan lagi ucapannya "Bukankah aku harus bangga akan menjadi Putri Mahkota kerajaan Swarna Bumi, menikahi pangeran tampan yang sangat di inginkan semua putri di seantero negeri" "Ha3x terima kasih putri, ternyata calon istri beta sangat pandai berkata kata membuat suasana hati betasenang panglima, tidak salah jika beta datang kesini pagi ini.


"Sebaiknya kita mulai makan Tuanku Pangeran, sarapan ini akan dingin jika kalian terus bicara, nanti saja dilanjutkan" Panglima tersenyum senang melihat tingkah putrinya dan pangeran yanh saling mengusik. Para dayang sibuk melayani berdiri di samping masing masing kursi, menuangkan minuman, menambah hidangan yang kurang, "cukup dayang, beta ingin calon istri beta yang melayani beta, supaya dia bisa belajar bagaimana menjadi istri yang baik kelak bukankah begitu ayahanda Panglima?, "Ya, betul sekali ananda pangeran", Panglima menjawab dengan senyum bahagia. Pangeranpun tersenyum penuh kemenangan, pangeran sangat yakin Putri Dayang Suri tak akan berkutik di depan ayahandanya. Dayang Suri yang mendengarnya tersenyum dengan gigi yang gemerutuk menahan gerah, tiba tiba terbersit ide di kepala Suri untuk membalas Putra Mahkota "Owh.. begitukah pangeran, harus belajar ya, apa perlu hamba suapi sekalian Tuanku?" "Dengan senang hati putri" Putra mahkota sampai terbeliak saking senangnya dengan jawaban Suri, tak menyadari Suri menyuapinya dengan sambal, Suri tersenyum sangat manis "bagaimana tuanku enak sekali bukan, juru masak kami memang terkenal sangat pandai memasak, mau disuapi lagi?" ha3x rasakan pangeran Suri tertawa dalam hati.


Acara sarapan yang sangat menyenangkan, Panglima senang sekali, ternyata kekhawatirannya pada Suri tidak benar, dimatanya Suri terlihat bahagia.


Acara persiapan pernikahan berjalan lancar, tiap pagi mereka sarapan bersama, mengevaluasi persiapan pernikahan. Seminggu lagi hari pernikahan Putra mahkota dan Putri Dayang Suri akan dilaksanakan, Suri sudah tidak boleh keluar paviliun, jika sebelumnya masih bisa berjalan di area rumah sekarang semua aktivitasnya dilakukan di valiliun saja, Putra mahkotapun sudah tak di izinkan berkunjung.

__ADS_1


Setiap hari Suri menjalani ritual paginya dengan mandi susu, berlulur, hingga kulitnya yang putih makin putih dan halus.


Minum ramuan jamu jamuan, untuk menambah stamina, dan meningkatkan kesuburan supaya segera memiliki keturunan.


Ritual adat Mandi Pengantin baru saja selesai, Suri di giring ke paviliunnya, nanti malam akan dilanjutkan dengan acara bercacah inai, acara adat yang dilaksanakan untuk meminta restu pada seluruh tetua dalam keluarga, sekaligus memohon doa agar acara pernikahan berjalan lancar.


Besok malam adalah malam yang paling dinantikan seluruh rakyat kerajaan Swarna Bumi malam pernikahan putra mahkota mereka dengan putri Dayang Suri, putri tercantik di kerajaan ini.


hallo reader, semoga bisa kembali menyenangkan kalian untuk membaca karya author lagi, seperti author yg sedang mengumpulkan kekuatan untuk up tiap hari, semoga ada kekuatan gaib dari kalian jadi menambah mood booster author buat up banyak2, tq n i.love you more😘

__ADS_1


__ADS_2