
Zarra sudah lama pulang, dan Saddam masuk ke kamar untuk melihat keadaan pangeran, dan melihat pangeran Indra tersenyum senyum, "Ay tadi macam nak mati tuan, nak pegi toilet pon dah tak larat, Ni dah senyum semacam je, ape hal?"("Ay tadi seperti sudah mau mati tuan, pergi ke toilet sendiri saja sudah tak kuat, ni sudah senyum senyum aneh, ada apa?")
"Tak de lah I happy sebab ade mainan baru, you know lah " Pangeran tersenyum nakal "Tuan.., jangan buat hal, niaya kita nanti, ni kat dalam rumah bukan club" Saddam menatap Pangeran Yazzid cemas.
"Selow la bro, jangan fikir jaoh sangat, engkau ingat Ay ni ape, dah tak reti jaga maruah, it's just happing fun dalam makna yang sebenar ok, not happing fun in quotation mark ok" ("Selow la bro, jangan berfikir terlalu jauh, kamu fikir saya ini apa, sudah tak bisa jaga kehormatan saya")
"Ok, lets see" Saddam berlalu sambil menggedikkan bahu tanda tak yakin. Tiba tiba Saddam berbalik dan berkata "Tuan dah sihat kan, tak payahlah nurse tu datang lagi esok kan?" Saddam tersenyum nakal, "No! Ay tak sihat lagi, nurse tu tetap kena datang juga" Pangeran Saddam terlihat serius "Ha.. ha.. ha..." Saddam tertawa penuh kemenangan karena berhasil mengerjai Pangeran Yazzid. Pangeran Yazzid melempar bantal ke arah Saddam, tapi hanya membentur pintu karena Saddam sudah lari secepat kilat.
Suri..." pangeran Indra tersenyum, "akhirnya aku menemukanmu" pangeran berbaring menatap langit langit kamar sambil mengingat masa masa di kerajaan Buana Gemilang saat dia selalu menghukum Suri dengan ciuman pada setiap kesalahan yang dibuatnya, padahal itu hanya akal akalan pangeran Indra salah atau benar tetap saja dia akan menciumnya, Suri benar benar sudah membuatnya tergila gila hingga sanggup menjalani semua rintangan untuk hidup bersama Suri.
__ADS_1
Malam itu pangeran terlelap dengan bahagia. Pangeran terbangun saat cahaya matahari tepat mengenai matanya, duduk di tepi pembaringannya, sambil memijit kepalanya yang masih terasa pusing. ""Selamat pagi tuan" Zarra masuk dengan membawa nampan berisi makanan "Morning" Pangeran Yazzid menjawab sambik menguap. "Breakfast tuan" Zarra meletakkan nampan yang di bawanya di atas tempat tidur sama seperti kemarin, Pangeran yazzid melihat saja apa yang dilakukan Zarra. Pangeran bangkit dari pembaringan menuju Kamar mandi. Zarra sedang merapikan tempat tidur, saat pangeran Yazzid keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk Rambutnya yang basah dan sisa sisa air yang menempel di tubuhnya membuat Pangeran terlihat sangat macho. "Ha! Tuan!" Zarra spontan berbalik dan menutup mata. "Ape hal?" Pangeran bertanya heran?" "Tuan.... kenapa keluar dari bilik air macam tu?" "Ay ape hal awak ni Zarra?" Pangeran Yazzid pura pura bingung. "Tuan.. tuan tak pakai baju" "Ape yang salah tak pakai baju? tak salah kan ai ni.lepas mandi Zarra, tak kan lah nak mandi dengan baju sekali" Pangeran tersenyum jahil. "Dah lah cepat ambekkan baju. "Zarra berjalan menuju lemari dengan menunduk" dan menyerahkan pakaian ke tangan pangeran Yazzid dengan menunduk "Sopan sangatlah awak ni kan Zarra bagi baju pada putra mahkota macam ni" Pangeran menyindir, keringat mulai bercucuran di kening Zarra AC ruangan yang dingin tidak berguna di tubuh Zarra yang semakin ketakutan dengan tingkah Pangeran. "Angkat kepala tu, pandang Ay Zarra, ni perintah" Pangeran berbicara pelan tapi terdengar jelas di telinga. Zarra mengangkat wajahnya menatap Pangeran, dan saat itu pangeran sengaja melepaskan handuk yang melilit pinggangnya, Zarra Spontan berteriak dan menutup mata "Tuan!!!" "Ha... ha.. ha.. pangeran tak kuasa menahan tawa, pangeran tertawa hingga perutnya sakit. Zarra yang mendengar tawa pangeran Yazzid perlahan membuka matanya dan tidak seperti dugaan Zarra pangeran audah mengenakan boxer di kamar mandi, Zarra benar benar marah pangeran mengerjainya lagi. Zarra begitu malu dan berlari menuju kamar mandi menangis disana melepaskan sesak di dadanya, dua kali, sudah dua kali pangeran megerjainya.
"Saddam yang sejak tadi memperhatikan tingkah pangeran Yazzid di CCTV yang terhubung di laptopnya hanya bisa geleng geleng kepala 'Ini ke yang awak cakap happing fun' Saddam tersenyum menutup laptopnya dan bergegas naik ke kamar pangeran .
Tok.. tok.. tok.. Suara ketukan dipintu menghentikan tawa pangeran Yazzid "Masok" Saddam muncul di pintu dengan dua tangan di dalam saku celananya "Tuan, ape yang tuan buat ni?" Saddam bertanya tidak senang "Tak de lah, biase je,kan ay dah cakap.." "Just happing fun?" Saddam menyela, "Ya, tau pon" Pangeran menjawab kesal "it's not for happing fun, dalam pandangan saye you nampak lain tuan, what happen? You like her?" Saddam menghujani Pangeran dengan banyak pertanyaan. Saddam begitu mengenal pangeran Yazzid karena sudah mendampingi Pangeran sejak kecil. Ayahnya Saddam seorang pejabat istana, sejak kecil Saddam sudah di didik untuk mengabdi di istana, karena itu Saddam sangat mengerti tingkah laku calon raja nya itu.
"Stop la tuan, kalau Tuanku Sultan tahu, kesian budak tu nanti" Saddam berkata pelan. "Ok Saddam, Ay memang tak pernah menang lawan cakap dengan you, macam ada cctv kat kepala ay ni kan" Pangeran menggoda Saddam. "Ay memang suke die Dam" Pangeran Yazzid menatap Saddam serius "What? Are you crazy" Saddam menatap tak percaya "Kan dah ay duga, masa firt time you nampak perempuan tu you dah nampak lain semacam. kire love at the first sight lah ni ye" Saddam menatap pangeran bingung, lalu menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Saddam keluar dengan perasaan campur aduk. Bingung harus bagaimana, bukan kali ini saja.pangeran Yazzid berulah, tapi seperti biasa Saddam yang harus menanggungnya, di anggap tak becus mengawal Calon Putra Mahkota itu. Kalau memikirkannya Saddam rasanya ingin lari saja, tapi mau lari kemana, dengan kekuasaan kerajaan bulan hal sulit untuk menemukan Saddam. Saddam hanya pasrah, mengambil segelas air dingin untuk melegakan perasaannya yang kacau.
__ADS_1
Sementara itu Zarra yang tadi di kamar mandi mendengar seluruh percakapan pangeran Yazzid dan Saddam. Zarra begitu terkejut, dunia nya seakan runtuh bayangan kejadian tahun lalu menghantuinya, bagaimana seorang pramugari kekasih pangeran menghilang tiba tiba dan ditemukan bunuh diri bebsrapa hari kemudian. Zarra yakin itu bukan kebetulan pasti sesuatu yang telah dilakukan pihak kerajaan untuk menghindari pangeran menikah dengan rakyat biasa.
Zarra begitu takut, nasibnya nanti akan berakhir sama dengan perempuan itu, sementara untuk lari dari sini juga tidak mungkin di lakukan, Zarra hanya pasrah, menangisi nasib buruknya.
Tok tok tok "Zarra open the door please" suara pangeran mengejutkan Zarra, Zarra tak bergeming "Zarra... please.. bukak lah, we can to talk, Ai tau you dengar ape yang ay cakap dengan Saddam tadi, open please" Pangeran berkata lembut.
Zarra mengalah membuka pintu perlahan dan Pangeran Yazzid berdiri di depan pintu dengan wajah melow. Pangeran mengandeng tangan Zarra, mendudukkannya di tepi ranjang. Zarra hanya diam tak menolak saat pangeran mengandeng tangannya, suatu perasaan tenang menghinggapinya saat berada di dekat pangeran.
tq 1285 view, happy tengok viewers yang makin meningkat drastis, tapi janganlah intip intip aje, sedekah like pleaseeee😊 komen komen manis biar semangat, tap 💖 juga biar tidak ketinggalan updatenya. btw tq so much more viewers😘😘😘
__ADS_1
Saddam yang lagi pusing