
"Kau mengenalnya?" Pangeran Indra bertanya pada Kwan Yiew. Kwan Yiew memperhatikan wajah pengintip itu. "Sepertinya dia bukan dari kalangan istana, dia pasti pembunuh bayaran, ku dengar gerobolan Fey Liang dari bukit tengkorak bekerja sama dengan Perdana Menteri.
Pangeran membuka totokannya pada wanita itu, seketika sang wanita menatap tajam pada pangeran. "Aku tahu kau tak akan mengatakan apapun, tapi aku punya penawaran hebat untukmu, bukankah kalian bekerja demi uang? aku akan membayar kalian 7x lipat dari apa yang telah diberikan panglima pada kalian, dan saat kelak aku menjadi raja kalian akan dapat kedudukan tinggi di pemerintahan, bagaimana? Pangeran bertanya sambil menatap licik pada wanita pengintip itu.
Sang wanita pengintip tetap tak bergeming, hingga pangeran menarik surainya "Aku suka keteguhanmu, sayang sekali aku sedang tak ingin mengotori tanganku, dengan cepat pangeran menotok kembali leher wanita itu dan memasukkan ulat beracun ke mulutnya, secepat kilat pangeran membuka totokannya dan menutup mulut serta hidung sang wanita hingga dia terpaksa menelan ulat beracun itu.
Pangeran tersenyum licik "Apa kau tahu, aku telah memasukkan 2 ekor ulat sutra beracun pemakan daging, perlahan lahan dia akan menggerogoti tubuhmu, hingga kau mati, saat ini ulat ulat itu mulai berjalan, jika dia sudah keluar dari saluran tenggorokanmu tak ada lagi yang bisa menghalanginya untuk membunuhmu" pangeran berbisik di telinga sang wanita, sang wanita menatap pangeran dengan bengis dan berusaha memuntahkan ulat ulat itu."Ha.. ha..ha.. kau fikir semudah itu? cepat putuskan sebelum terlambat, atau kau akan tersiksa seumur hidupmu" Pangeran berkata dengan tenang.
"Baiklah pangeran, aku setuju, cepat bantu aku", matanya memerah karena sejak tadi berusaha agar bisa muntah. Pangeran menotok jalan darah sang wanita, memukul tengkuknya, seketika dua ekor ulat melompat keluar dari mulut wanita itu.
__ADS_1
"Wow, tak ku sangka ternyata kau takut mati juga", pangeran tertawa mengejek. "Baiklah sekarang katakan padaku apa yang kau ketahui, semuanya jangan ada yang tertinggal" Pangeran memerintah, sang wanita terdiam, ruangan hening, hingga pangeran mengeram marah kau fikir aku punya waktu semalamam menunggumu bicara, kesabaranku sudah habis, pangeran melakukan gerakan cepat memasukkan sesuatu kemulut wanita itu hingga sang wanita terbatuk batuk. "Uhuk.. uhuk.. apa yang kau lakukan!" teriaknya marah. Itu racun, racun pelumpuh saraf, tidak akan membuatmu mati, hanya lumpuh" Pangeran berkata dengan nada biasa. "Kau!" "Lebih baik kau bunuh saja aku!" wanita itu menatap marah pada pangeran.
"Kau fikir semudah itu, mati cepat terlalu ringan bagimu, kau harus rasakan setiap detik yang sangat menyiksa sebelum kau mati perlahan lahan, dan sebelum itu aku akan membunuh kekasihmu yang lemah itu" Pangeran berbisik di telinga wanita itu. "Jangan sentuh dia kubunuh kau bren*sek! tiba tiba saja sang wanita menggila.
"Kau tidak punya pilihan selain berada di pihakku jika tak mau mati konyol", Pangeran tersenyum penuh kemenangan. Kwan Yiew jaga dia, dan pastikan semua informasi yang kita butuhkan sudah kuterima besok pagi. "Selamat bergabung" pangeran berbisik di telinga sang wanita sambil berlalu pergi.
'Luar biasa, dengan mudah dia menundukkan seorang pembunuh bayaran, dan informasi itu, entah dari mana dia dapatkan hingga wanita itu terpaksa patuh' Kwan Yiew membatin takjub.
"Tenanglah Mey, kau hanya korban keadaan dari orang yang serakah akan kekuasaan, kau harus percaya pangeran akan membantumu, aku pastikan kau takkan kecewa karena berada di pihaknya, istirahatlah, tapi maaf aku tak bisa melepaskan ikatanmu" Kwan Yiew meninggalkan Mey Ling, dua penjaga sudah bersiap siaga di pintu dan Kwan Yiew bergegas keluar untuk menemui pangeran Indra.
__ADS_1
Kwan Yiew tiba di depan kamar pangeran, belum sempat dia mengetuk pintu, suara pangeran terdengar dari dalam "Masuk lah prajurit Lee". 'Gila, bagaimana dia bisa tahu jika aku yang datang' batin Lee Kwan Yiew. "Tak perlu heran, dari suara langkahmu aku tahu yang datang itu kau prajurit Lee" Pangeran tersenyum melihat Kwan Yiew yang takjub padanya, sebaliknya Kwan Yiew hanya menunduk malu. 'Bagaimana dia bisa tahu suara batinku?' Kwan Yiew menggeleng bingung, sementara pangeran Indra hanya tersenyum mendengar suara hati Kwan.Yiew dan tak ingin membuatnya makin bingung.
"Apa yang kau dapatkan prajurit Lee" Pangeran duduk di hadapan Kwan Yiew. "Namanya Mey Ling, dialah yang membunuh pangeran Hong Di, dan sekarang dia ditugaskan membunuhmu pangeran, jika dia gagal, maka kekasihnya akan dibunuh, dia sudah pasrah pangeran, apa.yang akan kita lakukan pangeran?" Kwan Yiew mengakhiri laporannya.
"Hmmmmm....kerahkan pasukanmu, cari pria itu, menurutku itu cara satu satunya untuk membuat dia berada di pihakku, pastikan besok malam kau sudah menemukannya, jangan kecewakan aku" Pangeran menepuk bahu Kwan Yiew. "Baiklah pangeran, hamba pergi dulu" Kwan Yiew memberi hormat dan berundur dari hadapan pangeran.
Malam itu juga pasukan Kwan Yiew bergerak mencari kekasih Mey Ling. Pasukan yang mereka sewa adalah pasukan bayaran yang memiliki kemampuan mumpuni, dengan mudah mereka dapat menemukannya hanya dalam waktu setengah hari. Wong Fei Hong kekasih Mei Ling ternyata sudah terkapar tak bernyawa di sebuah rumah tua di tengah kota, tidak ada yang menduga rumah tua di tengah kota itu adalah salah satu markas pemberontak.
Mey Ling hanya terdiam menatap tubuh Fei Hong yang terbujur kaku, bahkan saat Kwan Yiew menyentuhnya Mey ling tetap tak bergerak dari sana. "Aku turut berduka, semoga arwahnya damai di surga, maaf kita tak mungkin melakukan upacara pemakannya disini, perdana menteri pasti akan curiga, sementara ini bagaimana jika kita awetkan saja, jika semua telah selesai, pemakamannya baru kita laksanakan, tapi jika kau tidak setuju tidak apa apa, kita akan mencari tempat untuk melakukan upacara pemakaman" Kwan Yiew berkata pada Mey Ling. "Tidak..".Mey Ling Menggeleng, "Aku setuju dengan saranmu, aku harus membalas mereka barulah Fei Hong akan tenang di surga, manusia manusia biadab itu harus musnah aku bersumpah" Mey Ling mengepal segenggam tanah dengan marah yang berkobar kobar.
__ADS_1
tq reader sayang, bonus 1 part malam ini ya😘