Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri

Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri
15.


__ADS_3

Bulan telah sempurna menggantikan matahari saat mereka tiba di paviliun, "Ahhhh akhirnya pesta 7 hari yang melelahkan ini berakhir" Suri melemparkan tubuhnya keranjang, memejamkan matanya, melepas lelah seharian aroma bantal yang harum, begitu melenakan hingga..."Uhhhh, .... Suri melenguh karna tubuhnya baru saja di timpa sesuatu.


"Sepertinya dinda melupakan sesuatu, atau mungkin istriku tersayang ini sudah tak sabar ingin menghabiskan malam dengan suami tercintanya ini" Pangeran Indra berbisik nakal, sambil sedikit menggigit cuping telinga Suri. Sontak Suri duduk, hingga pangeran Indra terjungkal kesamping Ukh.. pangeran Indra pura pura kesakitan.


"Omong kosong, siapa bilang aku lupa, aku sama sekali tidak lupa, masih ada pesta yang sangat membosankan malam ini" Suri mendengus kesal. Pangeran Indra duduk di belakang Suri, melingkarkan tangannya di pinggang ramping itu. "Jika dinda lelah kita bisa tidak pergi, kanda akan sampaikan pada ibunda permaisuri bahwa dinda sakit karena kelelahan" Pangeran Indra berbicara lembut. Tidak bisa kanda tidak boleh, apa nanti yang akan dikatakan semua orang, jika kita tidak hadir... "Ukh..." Suri melenguh pelan tanpa sadar Suri memejamkan mata, Pangeran Indra memijat punggung Suri, Suri begitu menikmati pijatan pangeran.

__ADS_1


Namun sesaat kemudian pijatan di punggung mulai tak terkendali hingga saat tangan itu berpindah ke depan Suri langsung berdiri dan berlari meninggalkan pangeran Indra yang terkejut karena gerakan tiba tiba Dayang Suri.


"Dinda!, sayang.. ada apa? Pangeran Indra tanpa rasa bersalah ikut lari mengejar Suri. Suri lari ke arah pemandian di sebelah kamar tidur mereka,namun saat pangeran tiba di sana dia tak menemukan istri tersayangnya, pangeran menatap kesana kemari, sambil memanggil, "dinda.. sayang..." namun tak ada jawaban, tiba tiba? byurrrr!!! Seseorang mendorong pangeran ke kolam pemandian, sangat cepat hingga pangeran tak sempat berkelit dan tercebur dengan pakaian lengkapnya.


Kandaaa!!! Suri pura pura marah, dan memukul pelan pundak Pangeran Indra. "Siapa suruh dinda menjahili kanda, sekarang terima hukumannya, pangeran Indra menggelitiki Suri hingga Suri berteriak kegelian "Ha..ha..ha ampun kanda ampun!" Teriakan Suri terdengar hingga keluar paviliun hingga pengawal yang berjaga di luar saling pandang "Enak ya Din pengantin baru, dunia serasa milik berdua yang lain ngontrak" Pengawal bernama Fikri berkata pada temannya Udin, dan Udin hanya menjawab sambil tersenyum penuh sedih "Enak ya Fik punya istri, aku kapan ya" Udin tersenyum miris mengenang nasibnya yang belum juga mendapatkan jodoh.

__ADS_1


Bulan semakin cerah, tepat di malam Purnama ke 14 cahayanya begitu terang dan indah, bintang bintang bertaburan menyempurnakan malam penutup pesta 7 hari kerajaan Indra Buana, di kejauhan suara musik saling bersahut sahutan, namun sang bintang utama pesta masih hanyut di lamun cinta, Suri tak mampu menolak saat suaminya memberikan sentuhan sentuhan cinta yang memabukkan, hingga satu bisikan membuat mereka berdua harus menyudahi acara mandi malam yang begitu romantis. "Maaf putra mahkota, kehadiran putra mahkota dan putri mahkota sudah di nantikan di acara pesta.


"Suara yang sangat di kenal pangetan Indra" Pangeran mendengus kesal, pangeran melepas Suri dengan enggan, perlahan membantu Suri keluar dari kolam, dan mereka sudah di sambut 2 orang dayang "Kalian semua bantu Puteri mahkota bersiap dengan cepat, panggilkan Bayu, dan aku bisa bersiap sendiri, cepat!" Pangeran memerintah.


"Menjunjung titah putera mahkota", seorang dayang maju menghatur sembah dan segera keluar menjalankan perintah.

__ADS_1


__ADS_2