Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri

Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri
23. Penantian Panjang 2


__ADS_3

Hari hari yang dilalui Suri terasa sangat membosankan, Setelah latihan pagi Suri hanya menghabiskan waktu di Paviliunnya, menghabiskan waktu berlama lama di kolam mandi, atau termenung di tepian kolam ikan adalah rutinitas Suri. Pangeran Indra tak pernah muncul lagi di mimpi Suri, padahal Suri sangat mengharapkannya.


Waktu berjalan sangat lamban, Beberapa kali Putra Mahkota datang berkunjung tapi Suri pura pura tidur, Suri tak ingin menemuinya karena Suri tahu kekasihnya pangeran Indra pasti sedang memata matainya di alam sana.


Hari ini hari ke 7 hari terakhir penantiannya, Suri sangat senang karena besok akan segera bertemu kekasihnya. Putra mahkota kembali datang berkunjung, Suri tak bisa mengelak lagi karena pangeran sudah melihatnya. "Lancang sekali datang tanpa memberi tahu" Suri berkata dalam hati.


"Salam pangeran" Suri membungkuk hormat, putra mahkota tersenyum penuh arti. "kali ini kau tak bisa menghindar lagi Suri" pangeran tersenyum penuh kemenangan. "Apa adinda tidak mau mempersilahkan tunanganmu ini duduk?" pangeran bertanya dengan penekanan kata tunangan yang membuat Suri ingin muntah.


"Bagaimana jika kita duduk di ruang tamu utama pangeran?" Suri menjawab sambil berfikir bagaimana caranya supaya ayahandanya bisa datang dan Suri bisa diam diam menghilang lagi.


"Hmmm....sebaiknya kita disini saja putri, lebih nyaman untuk ngobrol, ayo kita duduk di bawah pohon itu" "he3x" pangeran tertawa dalam hati, "Tidak lagi putri, kau tidak bisa menipuku lagi kali ini, apapun yang kau lakukan takkan berhasil mengusirku lagi" Pangeran tersenyum licik.


Suri melangkah gontai, "Putra mahkota sialan", sebenarnya siapa sih tuan rumah disini, seenaknya saja memerintah" Suri menggerutu sambik berjalan di belakang pangeran sambil pura pura ingin memukul kepala pangeran, namun sial bagi Suri Pangeran melihatnya.


"Ada apa putri? putri ingin memukulku?" Pangeran menahan tawa melihat Suri tertangkap basah "Tidak Pangeran, ada lalat hinggap, namun sudah terbang lagi" Suri menjawab sekenanya.

__ADS_1


Mereka duduk di bawah pohon mangga di taman belakang paviliun Suri yang sedang berbuah sangat lebat, buahnya yang menjuntai rendah sangat menggoda untuk segera dipetik.


"Pasti sangat enak sambil duduk ngobrol di bawah pohon mangga sambil makan mangga" Putra mahkota berbicara sambil memegang mangga yang bergelantungan di depannya, tapi Suri tidak mendengarkan ucapan pangeran malah bertanya balik.


"Bukankah tidak sopan datang bertamu tanpa memberi tahu lebih dulu? apalagi bertamu ke rumah seorang gadis, bukan begitu pangeran? Suri menatap putra mahkota dengan sinis.


Begitukah? putra mahkota tersenyum mengejek, "Jangan khawatir Putri, kanda sudah minta izin pada ayahanda untuk menemui tunanganku" jadi bagaimana, apa boleh kita makan mangga yang ranum ini?" pangeran bertanya pada Suri.


Suri jadi salah tingkah sambil meremas rems ujung baju kurungnya hingga kusut. "Ha3x.. aku menang banyak hari ini pekik pangeran dalam hati" Pangeran sangat menikmati melihat Suri yang sangat jengkel.


Melati datang dengan membawa sekeranjang mangga, meletakkan di meja dan segera mengupas mangga, "Tinggalkan kami Melati aku ingin putri yang mengupaskan mangganya, bukankah dia calon istriku, jadi mulai sekarang harus belajar melayaniku" Putra mahkota menatap tajam pada Suri.


"Bukan begitu Putri?" Suri yang di tanya hanya tersenyum aneh "Sialan, dasar pangeran sialan siapa juga yang mau jadi istrimu" Suri memaki putra mahkota dalam hati, pangeran sungguh membuat Suri kesal hari ini.


Suri terus mengomel dalam hati, tapi tiba tiba Suri mendapat ide untuk mengerjai putra mahkota, "Pangeran benar, hamba harus belajar untuk melayani pangeran, begitu bukan?"

__ADS_1


Suri balik bertanya pada putra mahkota, Putra mahkota tidak menjawab hanya tersenyum. "Tunggu sebentar ya pangeran hamba buatkan minuman dulu, hamba juga ingin membuatkan sambal rujak buat pangeran, Suri tersenyum. "tunggu ya" dan pergi meninggalkan pangeran untuk membuat minuman.


Suri membuat minuman, membubuhi garam di dalam minuman, bukan gula "Rasain kamu pangeran, ini kan yang kamu minta", ha3x... Suri tertawa. "Melati" Suri memanggil dayang Melati "hamba putri" Melati datang dan membungkuk hormat.


"Ambil cobek buat sambal rujak, pakai cabai yang banyak" Suri memerintah Melati, tetapi Melati masih diam di tempatnya "Ayo Melati tunggu apa lagi" Suri memerintah Melati lagi "Tapi putri, hamba takut" Melati ragu karena tahu junjungannya ingin mengerjai Putra Mahkota.


"Lakukan yang kuperintahkan Melati, kamu mau aku yang marah lebih dulu?" Suri berkacak pinggang melotot pada Melati. "Baiklah putri" Melati buru buru pergi membuat sambal rujak yang diminta Suri.


Suri membawa nampan berisi sambal rujak dan 2 gelas teh. "Rasain kamu pangeran, jangan fikir kamu bisa menang mudah ho3x" Pangeran tersenyum melihat Suri yang datang.


Suri mengupas mangga dan mempersilahkan pangeran untuk menyantap mangganya "silahkan Pangeran" Suri mempersilahkan pangeran makan sambil tersenyum manis.


Pangeran makan tanpa curiga, belum habis 1 potong mangga ekspresi wajah putra mahkota langsung berubah merah, Sambal rujaknya sangat pedas, pangeran langsung minum teh, tapi langsung menyemburkan tehnya, teh buatan Suri yang sangat asin.


Suri tersenyum "Gimana pangeran, enakkan?" Suri bertanya pada pangeran sambil menahan tawa, sadarlah pangeran Suri mengerjainya. Putra mahkota pulang tanpa pamit "Awas kau Suri, aku akan membalas semua penghinaan ini!".

__ADS_1


Pangeran mengepalkan tinjunya memukul udara di depannya.


__ADS_2