
Antara sadar dan tidak, pangeran Indra memandang langit langit kamar, mengerjapkan mata karena cahaya yang menyilaukan mata "Satu garis takdirmu sudah kau lewati" satu suara tanpa wujud bergema di telinganya, tak lama kemudian cahaya menyilaukan itu lenyap.
Pangeran Indra terbangun mengucek kedua matanya, dan duduk di tepi pembaringan sambil mengurut pelipisnya karena sakit kepala. Suara yang tadi di dengarnya masih terngiang jelas, Pangeran Indra menyapu pandangannya keseluruh kamat, tapi tak ada siapa siapa disana. 'Hhhhmmmm ternyata aku kembali' Pangeran Indra sudah berada di paviliunnya, Paviliun Elang di Kerajaan Buana Gemilang. Pangeran Indra berjalan pelan ke luar dari kamarnya, "Pengawal, pengawal yang masih mengantuk tersentak, "Apa aku tidak salah dengar?" sepertinya ada yang memanggilku?" pengawal itu kembali ke posisi nya semula bersandar di dinding pintu, berharap bisa tidur melanjutkan mimpinya tadi, tapi tiba tiba tubuhnya terjungkal ke belakang karena pintu yang tiba tiba terbuka.
Pengawal itu terkejut menatap Pangeran Indra yang sudah berada di pintu "Panggilkan dayang siapkan air mandi dan makanan untukku" "Menjun..." belum selesai pengawal menjawab suara pintu berdebam kembali mengejutkannya "Astagaaa jantungku bisa copot kalau begini tiap hari" Pengawal itu segera pergi berjalan dengan tergesa gesa agar segera sampai dia tak ingin dihukum karena lalai menjalankan tugas.
Setiba di dapur keadaan masih sepi hanya beberapa dayang yang telah bangun karena baru pukul 4 pagi, untung saja dayang kepala sudah bangun, Pengawal itu segera memberi tahunya. "Pangeran Indra? dia sudah pulang?baiklah, segeralah kembali kesana, sepertinya suasana hatinya kurang baik, salah salah kita bisa dihukum nanti" pengawal segera kembali ke paviliun Elang, dan dayang kepala segera memerintahkan beberapa dayang dayang untuk menyiapkan air mandi pangeran dan dia memimpin langsung dayang di dapur untuk menyiapkan makanan pangeran Indra.
Pangeran berendam dalam bak mandi menenggelamkan tubuhnya hingga sebatas leher, sesekali menenggelamkan kepalanya di kolam, air hangat membuatnya nyaman. dua orang dayang hanya memperhatikan dari jauh menunggu pangeran selesai mandi.
Hingga terdengar bunyi langkah basah yang menginjak lantai, dayang dayang segera melangkah mendekat memasangkan jubah mandi dan menyerahkan handuk kecil untuk mengeringkan rambut. Pangeran berjalan perlahan, tak berbicara satu katapun. Kedua dayang ikut melangkah di belakang pangeran saat pangeran memberi isyarat supaya meninggalkannya barulah ke dua dayang meninggalkannya. Tak ada yang berani menggerutu atas sikap pangeran yang berubah ubah, meskipun dalam hati karena mereka takut di hukum.
Pangeran Indra berganti pakaian segera, karena cacing cacing di perutnya sudah bernyanyi sejak tadi. Pangeran Indra makan dengan lahap, seperti orang yang tidak makan tiga hari. Perjalanan waktu ternyata sangat melelahkan.
__ADS_1
Setelah kenyang, Pangeran Indra keluar meninggalkan kamar, duduk bersila di tengah gazebo dengan dua tangan menangkup di depan dada, pangeran Indra ingin memulihkan tenaga dalamnya dengan mengatur pernafasannya.
Matahari sudah naik sepenggalah saat pangeran menyelesaikan ritualnya, keringat membasahi seluruh pakaiannya hingga otot otot pangeran yang menonjol terlihat jelas.
Setelah membersihkan diri pangeran bergegas menemui ayahndanya. Kedatangan pangeran Indra disambut Yang Mulia Raja Surya Buana dengan pelukan hangat. Yang mulia tahu apa yang harus dijalani pangeran Indra bukanlah hal yang mudah, butuh waktu, tenaga dan kesabaran yang tiada batas.
"Apa yang bisa ayahanda bantu?" Yang mulia raja Surya membuka pembicaraan mereka. "Entahlah ayahanda ananda belum tahu langkah apa yang selanjutnya diambil, satu garis takdir sudah kami lewati, ananda harus kembali mencari Suri, semoga segera ditemukan, doakan ananda kuat menghadapi segala rintangan ini ayahanda"
Yang mulia Raja Surya memeluk Pangeran Indra menepuk bahunya "Ayahanda selalu mendoakan yang terbaik semoga ananda berhasil melewati semua ini" "Terima kasih ayahanda, ananda pamit"
Sepanjang hari pangeran mencari tapi semua belum membuahkan hasil hingga malam menjelang pangeran Indra terpaksa menghentikan pencariannya, Pangeran Indra terlalu lelah hingga jatuh pingsan, beruntung seorang dayang masuk untuk menyalakan pelita, dan menemukan pangeran yang tergeletak pingsan di lantai.
Paviliun elang yang sebelumnya tenang seketika berubah jadi sibuk, pengawal memindahkan pangeran ke pembaringannya dayang dayang sibuk mengganti pakaiannya, seorang pengawal berlari memanggil tabib, dan seorang lagi segera memberitahukan apa yang terjadi pada yang Mulia Raja Surya.
__ADS_1
Yang Mulia dan Permaisuri baru saja akan memulai makan malam, mendengar laporan dari pengawalnya, Yang mulia segera berdiri "Ada apa kanda?" Permaisuri melihat wajah cemas yang terlihat di wajah yang mulia. "Mari kita ke kediaman Ananda Indra, pengawal baru saja melaporkan ananda Indra jatuh pingsan. Yang Mulia Raja Surya dan Permaisurinya segera meninggalkan ruang makan, jamuan makan itu pun bubar.
Pangeran Indra nampak pucat pasi, Permaisuri segera duduk disamping ranjang melihat tabib yang sedang memeriksa pangeran Indra "Bagaimana tabib apa yang terjadi pada anakku?" "Hmmmmm tidak terjadi apa apa yang mulia permaisuri, pangeran hanya kelelahan setelah minum obat dan istirahat beberapa hari Pangeran pasti sembuh" Permaisuri tersenyum lega mendengar penjelasan tabib kerajaan itu, tiba tiba saja "Suri... Surii... " Pangeran Indra mengigau menyebut nyebut nama Suri" Tabib lalu memberikan obat memaksa pangeran untuk menelannya, akhir Pangeran Indra tenang kembali "Jaga dia kompres selalu agar panasnya segera turun" Tabib memerintahkan asistennya untuk menjaga Pangeran Indra.
Sepanjang malam pangeran terus mengigau memanggil manggil nama Suri, di alam bawah sadarnya pangeran Indra melihat Suri yang jatuh ke dalam jurang, pangeran memanggil manggil Suri tapi Suri tak mendengar suaranya.
Hingga pagi menjelang pangeran Indra baru terdiam, asisten tabib bernafas lega melihat pangeran Indra yang sudah tenang. Pangeran terbangun saat cahaya terasa menyilaukan matanya. "Pangeran sudah bangun" suara asisten tabib membuat pangeran menoleh kepadanya. "Apa yang terjadi" pangeran Indra duduk sambil memengangi kepalanya yang masih terasa pusing. "Pangeran kemarin pingsan, untung saja..." belum selesai asisten tabib menjelaskan pangeran Indra sudah bangkit hendak berdiri menuju kolam mandi . "Maaf pangeran, sebaiknya.jangan bangun dulu, tubuh pangeran masih le..." benar saja.pangeran Indra sempoyongan dan jatuh menabrak sebuah pot porselen di dekat pintu masuk, porselen hancur berantakan, untung saja seorang pengawal bergerak cepat hingga pecahan porselen itu tidak mengenainya.
Pangeran Indra di papah kembali ke pembaringan, walaupun masih ingin berontak akhirnya pangeran menyerah karena kondisinya yang sangat lemah.
Pangeran terbaring lemah selama 3 hari, di hari ke 4 pangeran sudah bisa bangun berjalan ke gazebonya, dan mulai berlatih beberapa gerakan ringan untuk melemaskan otot ototnya yang kaku karena terlalu lama berbaring.
Dihari ke 7 pangeran sudah sembuh sepenuhnya, dan kembali mencari Dayang Suri kekasihnya dengan bantuan cermin mustika sakti. Pangeran tersenyum bahagia saat wajah Suri terlihat di cermin, "akhirnya aku menemukanmu sayang, tunggu kanda, kanda segera datang menemuimu"
__ADS_1
928 view tq reader sudah mampir😘🙏