
Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam ketika Zulkifli sampai dirumah, Istrinya sudah tidur, dan Zulkifli berusaha membuat semua pergerakannya sepelan mungkin agar tidak mengganggu tidur istrinya.
Tapi sayang, kuping dan hidung Amira terlalu peka hingga perlahan lahan dia bangun, "Abang baru pulang? koq ngga bangunin aku? Amira bertanya sambil duduk dan mengucek matanya. "Sayang, maaf ya, abang berisik ya, Zulkifli mengecup kening istrinya. "Ngga lah, wangi abang nyangkut di hidung aku" Amira tersenyum menggoda. "Abang sudah makan?" tanya Amira. "Udah, yuk tidur lagi, besok kan harus bangun pagi" Zulkifli memeluk istrinya, terbersit rasa bersalah melihat wajah Amira istrinya yang setia itu. Meski hanya ciuman, tapi Zulkifli tahu Michelle mengharap lebih dari itu. Dibanding membencinya Michelle lebih memilih menunggunya, hingga pernah terbersit ide gilanya untuk jadi istri simpanan Zulkifli, tapi Zulkifli menolak tegas ide itu. Michelle marah, menghilang sesaat, tapi kemudian kembali lagi mengejar cinta Zulkifli. Zulkifli sudah kehabisan akal hingga membiarkan saja apa yang dilakukab Michelle.
Karena kelelahan, tak sadar Zulkifli tertidur. Matahari telah tinggi saat Zulkifli terbangun, dia buru buru bangun dan mandi. Saat keluar terlihat istrinya sedang berdandan. "Sayang koq ngga bangunin abang sih? Zulkifli mencium puncak kepala istri yang sedang memakai lipstik, karena kaget lipstiknya jadi melenceng. "Abang....kan jadi belepotan" Amira cemberut pura pura marah. "Sini abang bersihin, Zulkifli memutar tubuh istrinya dan mencium bibir istrinya, Amira yang kaget limbung, untung saja segera di tangkap oleh Zulkifli, cukup lama baru Zulkifli melepaskan istrinya, hingga Amira terengah engah kehabisan nafas. "Sudah bersih, silahkan lanjutkan dandannya" Zulkifli mengedipkan sebelah matanya. "Abang.... Amira memukul Zulkifli yang segera berkelit melarikan diri, menghilang di balik pintu, bisa bahaya jika diteruskan, bisa bisa mereka tidak akan jadi berangkat hari ini Zulkifli tertawa geli memikirkannya.
1 jam kemudian mereka sudah berada di jet pribadi mereka, siap tinggal landas menuju Martapura Kalimantan "Sayang.. kamu tiduran aja ya, nanti mama bangunin kalau kita sudah sampai" Amira berkata lembut. "Keyza hanya mengangguk. Ini kali pertama Suri naik pesawat terbang rasa takutnya lebih tinggi dari rasa ingin tahunya, tak ingin menimbulkan kecurigaan Suri memilih tidur saja dalam perjalanan mereka.
1 jam 40 menit mereka mendarat di Martapura, Suri masih terlelap, tak tega membangun anaknya, Zulkifli memilih mengendongnya ke mobil. Mereka tiba di rumah 30 menit kemudian. "Key...Key.. bangun sayang udah nyampe". Keyza bangun memijit mijit kepalanya yang pusing, ternyata Keyza mengalami jet lag, karena baru pertama kali naik pesawat. Melihat keadaan Keyza Zulkifli segera memapah Keyza masuk.
__ADS_1
Kedatangan mereka di sambut dengan taburan beras kuning. Abah dan Ummi sudah menunggu mereka dan menyiapkan penyambutan cucunya itu. Acara selamatan di adakan sebagai ucapan syukur karena cucu kesayangan mereka sudah sembuh, juga untuk menolak bala. "Ummi kenapa repot repot begini", Amira mencium tangan Abah dan Ummi. "Nyelamat saikit naray Mira selajuran mehararat, wan tulak bala, mumudahan cucuku selamat,sihat, kadak garing lagik (cuma selamatan kecil kecilan Mira, sekalian buat tolak bala, semoga cucuku selamat, sehat, tidak sakit lagi" Ummi menjelaskan panjang lebar. Amira hanya mangut mangut dengan ucapan ibu mertuanya itu hanya sedikit yang mengerti olehnya, sekian lama jadi istri Zulkifli Amira masih belum bisa menguasai bahasa daerah suaminya itu.
Maaf bah, ulun bawa keyza ke kamar huluk, Keyza minik jah, (Maaf bah, saya bawa Keyza ke kamar dulu, Keyza sakit kepala katanya) Zulkifli memohon izin untuk membawa Keyza ke kamar dulu, "Istirahat dulu ya sayang, papa keluar dulu, kalo perlu apa apa telpon papa atau mama ya, kita nginep disini dulu malam ini, Kaek mau bikin syukuran karena kamu sudah sehat", Zulkifli membelai rambut Keyza lembut dan mengecup keningnya lembut sebelum keluar untuk menemui keluarganya.
"Bah.." Zulkifli menyapa abahnya dan mencium tangan lelaki tua itu. "Ummi... Zulkifli mendatangi ibunya yang sedang sibuk memasak di dapur untuk acara nanti malam. Zulkifli kembali ke ruang keluarga, Ayahnya sedang menonton berita di tv wan, melihat kedatangan Zulkifli ayahnya segera mengambil remote mengeraskan suara tv agar pembicaraan mereka tak di dengar. "Kayak apa cucuku Zul" Ayah Zulkifli memulai pembicaraan. "Zulkifli memandang kesana kemari, kemudian menggeleng. "Ulun kadak tahu lagi bah, doktor sunyaan nyarah dah bah ay" (Saya tidak tahu lagi yah, semua dokter sudah menyerah) Zulkifli menutup wajahnya dengan kedua tangan, menyembunyikan wajahnya yang putus asa itu.
"Sabaray nakay, esok kita ikhtiar jalan lain pulang" (bersabarlah nak, besok kita usahakan cari jalan lain lagi) Ayah Zulkifli menepuk nepuk pundak anak lelaki sulung nya itu.
Sementara itu di dalam tidurnya Suri bermimpi, seseorang sedang memperhatikannya dari jendela kamar, menatap sedih padanya, "pulang" hanya itu kata yang diucapkannya sebelum menghilang dibalik kabut tipis. "Key.. bangun Key.." Zulkifli menepuk pelan pipi Keyza. "Ada apa pa?" Keyza bertanya sambil mengucek matanya yang masih buram, Keyza bangkit dan langsung menuju jendela 'Astaga... kamar ini kan dilantai 2, mana mungkin ada orang yang berdiri di luar jendela?' Keyza membatin ngeri. "Kenapa sayang?" tanya Zulkifli, ternyata dari tadi dia terus memperhatikan tingkah anak nya itu. "Nggak papa koq pa, Keyza cuma kaget kita sudah di Martapura, kirain tadi masih di Jakarta" Keyza nyegir dan memasang wajah pura pura lupa. "Anak papa ada ada aja, ni nyawa nya belum kumpul jadi mikir aneh aneh, yuk turun ummi sudah nungguin kita buat makan" Zulkifli menggandeng Keyza untuk turun bersama.
__ADS_1
Mereka turun bergandengan,, saat turun di tangga Keyza melihat lelaki dalam mimpinya di ujung tangga, Keyza yang kaget hampir saja jatuh terguling di tangga jika tidak cepat di tangkap Zulkifli "Key! mama Keyza yang melihat kejadian itu berteriak histeris, dan segera menyusul keatas.
Sayang, kalo masih pusing ngga usah turun, kan bahaya, gimana coba kalau tadi papa ngga berhasil nangkep kamu" Amira mengomel kesal. "Key ngga papa koq ma, cuma tadi tangganya agak licin" Keyza berkilah. "Tangganya licin?" Amira bertanya khawatir "Marni....!" Amira berteriak memanggil pembantu dirumah itu. Pembantu yang bernama Marni datang dengan tergopoh gopoh "Ya bu, ibu mahiyau ulun ada apa? (Ya bu, ibu panggil saya, ada apa) Marni terlihat takut, selama dia bekerja dirumah ini belum pernah ada yang berteriak padanya.
"Tolong pel semua lantai ini, pastikan semua kering dan tidak licin" Amira memerintah, "Baik bu" Marni pun segera berlalu.
"Apa yang sakit sayang?" Amira memeriksa tubuh Keyza. "Nggak ada ma, Key baik baik aja, yuk buruan semua pasti sudah nungguin kita" Baru saja selesai Keyza berbicara Kakek nenek dan yang lainnya sudah tiba di depan mereka.
Ngapa binimu Zul, bakuciak kuciak pulang, ummi hajak kadak suah bakuciak wan Marni tu" (Kenapa istrimu Zul, berteriak teriak, ummi saja tidak pernah berteriak sama Marni) ummi menatap sinis pada Amira. "Maaf ummi, Amira tahu Amira salah, tapi tadi Amira panik banget, maaf ya Marni" Amira memohon maaf dengan perasaan bersalah karena telah lancang berteriak di rumah mertuanya itu.
__ADS_1
Makan siang yang harusnya menggembirakan, jadi sunyi senyap akibat insiden yang baru saja terjadi.
tq 9110 view, tq so much more buat semua yang sudah mampir, buat yg suka marah2 karena digantung, maaf, maaaaf banget, hari ini saya gantung lagi he..3x love you kalian semua😘😘😘😘😘😘😘