
Pangeran Indra bangun di tengah malam karena mendengar suara memanggil namanya, saat iya membuka mata cahaya menyilaukan menyambutnya "Selamat rintangan kedua telah kau lewati" suara itu menggema di seluruh ruangan dan menghilang seiring cahaya menyilaukan yang juga menghilang, hanya kegelapan malam yang tersisa, karena lelah pangeran Indra kembali tertidur.
Pangeran Indra terbangun di pagi hari karena suara yang begitu memekakkan telinga "Kriingggggggggg" Pangeran mencari sumber suara ternyata berasal dari sebuah benda di atas nakas ditepi pembaringannya. Pangeran Indra menatap aneh pada benda itu, 'benda apa ini kenapa berisik sekali' pangeran berusaha menghentikannya tapi tidak berhasil hingga pangeran melemparkannya kepintu bersamaan dengan itu pintu terbuka "Aww" serangan mendadak membuat orang itu terjungkal.
Orang itu bangun sambil mengelus keningnya yang memerah karena lemparan pangeran. "Tuanku dah berape bijik jam rosak sebab tuanku baling, kalau iye pon nak baling, janganlah baling kat kepala saye macam ni" "Bende tu memekak, sape suruh letak dalam bilik ni, dah lah pegi berambus aku ngantok". ("Tuanku sudah berapa buah jam rusak karena tuanku lempar, kalau mau dilempar juga jangan lempar ke kepala saya seperti ini") ("Benda itu berisik sekali, siapa suruh menaruhnya di kamarku, sudahlah pergi sana aku ngantuk")
Pangeran Indra kembali menarik selimut "Mane boleh macam ni tuanku, kite ade mesyuarat pagi ni, tak boleh lambat boleh lepas nanti project bandar baharu tu" ("Jangan begini tuanku, kita ada rapat penting pagi ini, tidak boleh terlambat kalau tidak proyek kota baru itu bisa gagal") Saddam asisten Pangeran Yazzid Mahmud Syah menarik selimut Pangeran Indra menyeretnya ke kamar mandi dan menyiramnya dengan air dingin "Hei ape ni!" Pangeran Indra langsung duduk terkejut karena air dingin yang menyentuh kulitnya.
"Maafkan hamba tuan" Saddam berlalu cepat sambil menarik pintu. Tinggal pangeran Indra di kamar mandi yang serba asing baginya. Pangeran mandi hingga menggigil kedinginan.
Keluar dari kamar mandi giginya gemeretuk menahan dingin Saddam yang melihatnya sangat heran, "Tuanku, mengapa tak mandi aek suam, mandi aek sejuk boleh kembung perot tu nanti" "Kannn engkau yang bagi aku aek sejuk tu, pas tu kenapa salahkan aku pulak" ("Tuanku mangapa tidak mandi air hangat, mandi air dingin nanti bisa masuk angin") ("Kan kamu yang kasi air dingin kog malah nyalahin aku") Saddam geleng geleng kepala melihat tingkah pangeran Yazzid yang aneh pagi ini. Belum hilang rasa aneh itu Pangeran Yazzid kembali berulah "Cepat siapkan baju, tolong aku bersiap, aku dah kesejukan ni" ("Cepat ambilkan pakaian, bantu aku bersiap, aku sudah kedinginan,") "What?, Tuanku ape hal ini kenape macam budak tadika pulak, nak pakaikan baju?" ("Apa? ada apa ini tuanku kenapa seperti anak TK harus dipakaikan baju?"
"Lekaslah, jangan banyak soal, kate nak lekas". ("Cepatlah, jangan banyak tanya, katanya mau cepat") Akhirnya Saddam mengalah memilihkan baju dan membantu Pangeran Yazzid berpakaian, memakaikan farfum, fomade, juga pelembab pada wajahnya. "Ok, ready" Saddam tersenyum puas melihat hasil kerjanya Tuan Muda Yazzid sudah terlihat rapi dan tampan. "Tu lah tuanku orang cakap lekas kawen tak nak, boleh ade yang uruskan, ni tak pempuan tu jugak yang die nak" Saddam bergumam pelan "Hello, excuse I denga tau" Pangeran Indra melotot, He...he.. he Sorry Saddam menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Mereka turun ke ruang makan setengah jam kemudian, "Tuanku breakfast lah dulu, saye ada hal sikit nak buat" ("Tuanku sarapan saja dulu, saya ada keperluan sebentar") Saddam pergi meninggalkan pangeran Yazzid.
Saddam kembali ke kamarnya dan langsung menelpon asisten Sultan Ibrahim Syah ayahanda pangeran Yazzid "Assalamualaikum" "Waalaikum salam" "Ape hal ni Saddam pagi lagi dah talipon, Ay tengah sebok sangat ni" ("Ada apa Saddam kenapa menelpon pagi pagi, aku sedang sibuk sekali")
__ADS_1
"Ade hal mustahak aku nak cakap, ni pasal kesihatan tuan muda pangeran Yazzid kalau tak mustahak tak kan aku talipon kau, aku pon tengah sebok jugak, ("Ada hal penting harus kusampaikan berkaitan kesehatan tuan muda Pangeran Yazzid, kalau tidak penting mana mungkin aku menelpon kamu, aku juga lagi sibuk banget")
"Baeklah kalau macam tu, tukar talian dahulu tak aman cakap guna talipon bimbit apetah lagi talian awam macam ni (" Baiklah kalau begitu, ganti telponnya, tidak aman berbicara di telpon pakai handphone apa lagi pakai jaringan umum begini")
Saddam menunggu panggilan di telpon yang khusus digunakan untuk pembicaraan rahasia, agar tidak mudah di sadap pihak pihak yang tidak bertanggung jawab, terutama pihak musuh yang selalu saja mencari celah untuk masuk mencuri informasi rahasia kerajaan.
Tut... tut.. tut... Telpon di meja Saddam berbunyi Saddam langsung mengangkat "Assalamualaikum" terdengar suara berat dan berwibawa di ujung sana "Walaikum salam Tuanku" Saddam tahu dia sedang berbicara dengan Sultan Ibrahim Syah. "Ada hal ape Saddam" "Ampun beribu ampun sembah patek harap diampun, ampunkan saye tuanku jika ape yang patik cakap ni membuat tuanku terkejut" "Street to the point Saddam, what happen?" Sadaam menarik nafas panjang sebelum berkata "Patek rase Tuan Mude hilang ingatan tuanku" "What?" "Ampun tuanku, pagi ni lepas bangon je Tuan Mude dah buat saye musykil, Tuan Mude macam orang lain, semue die tak boleh buat, pakai baju sendiri pon tak boleh buat" Saddam menjelaskan panjang lebar. Sunyi tak ada jawaban, Saddam mulai khawatir 'Minta minta lah tak de hal buruk menimpe aku, kalau iye habeslah aku' Saddam membatin.
"Kemaskan bag Yazzid, kita bawa Yazzid pegi UK sekarang jugak" Perintah Sultan di ujung sana mengejutkan Saddam "Menjungjung titah tuanku" "Assalamulaik" Waalaiku salam" pembicaraan selesai Saddam bergegas menyiapkan perlengkapan pangeran Yazzid.
"Dah siap makan Tuan Mude, jom gerak sekarang" ("Dah siap makan tuan muda, ayo kita berangkat") "Awak tak makan ke saye boleh tunggu" "Tak payah tuan, saye boleh je nanti makan mane mane tempat"
Mereka tiba di Bandara Sultan Ibrahim Syah sudah tiba lebih dulu, mereka masuk bersama ke dalan jet pribadi kerajaan itu. Lagi lagi Pangeran Indra sangat takjub setelah tadi melihat kereta tanpa kuda sekarang mereka terbang dengan burung besi.
Sultan Ibrahim Syah hanya diam tapi terus memperhatikan gerak gerik putranya sejak tadi. 'Memang betul apa yang dikatakan Saddam anaknda beta sama sekali tidak mengenali beta, semoga sahaja masih dapat dipulihkan' Sultan Ibrahim membatin sedih'
Pangeran Yazzid Mahmud Syah adalah putra satu satunya penerus tahta Kerajaan Johor, Sultan Ibrahim Syah tak ingin terjadi apa apa pada anaknya karena itu Sultan langsung membawa anaknya untuk berobat ke United Kingdom supaya anaknya segera mendapat perawatan terbaik.
__ADS_1
Kerajaan Johor memang terkenal kaya raya dengan hasil tambangnya yang melimpah membuat rakyatnya sangat makmur sejahtera. Kerajaan Johor adalah kerajaan dengan sistem monarki, tapi mereka tidak menutup diri dengan perkembangan dunia modern. Sultan sangat humble oleh karena itu sangat di sayangi oleh rakyatnya.
Mereka tiba tiba di Amerika setelah 20 jam perjalan, Pangeran Indra yang tidak pernah naik pesawat mengalami jet lag parah. Pangeran langsung dibawa ke rumah sakit Saint Elizabeth rumah sakit terbaik yang ada di kota itu. Pangeran mabuk parah hingga harus di infus karena kekurangan cairan.
Setelah satu hari di rawat pangeran mulai membaik, sudah bisa mulai makan dan menjalani perawatan. Pangeran bingung apa yang terjadi hingga harus di rawat seperti ini, tapi orang orang disana tidak satupun di kenalnya membuat pangeran sungkan untuk bertanya.
Perawatan demi perawatan di lakukan mulai dari general check up hingga scanning otak semua dilakukan untuk mengetahui apa penyebab pangeran lupa ingatan.
Sultan Ibrahim tidak sabar menunggu hasil test putranya. Tak lama terdengar ketukan di pintu tok.. tok.. tok.. seorang dokter muncul di depan pintu Dokter Zafran Dokter ahli otak yang berasal dari Kerajaan Johor karena kepintarannya dia menjadi dokter ahli otak di Amerika. Dokter Zafran membungkuk hormat, dan mempersilahkan Sultan untuk duduk "Sile duduk tuanku, hamba akan terangkan hasil test pangeran Yazzid.
Mereka duduk berhadapan di depan layar monitor hasil test Pangeran Yazzid. "Tiada apa apa yang salah pada kesihatan dalaman pangeran tuanku, everything its ok" "Tapi mengapa anaknda beta tak boleh ingat apa apa?" Bolehkah iya nya disembuhkan, lakukan apa sahaja supaya anaknde bete sembuh" Sultan Ibrahim memohon "Maafkan saye Tuanku, meskipun saya dokter terbaik, saye tetaplah manusia biasa, tiada apa yang boleh kita buat lagi, apa yang terjadi pada pangeran mungkin disebabkan kecedaraan pada kepalanya masa berlaku kemalangan jalan hari tu, Kita hanya dapat berdoa semoga pangeran lekas sembuh, jika ia dibawa semula ke tempat tempat sebelum kemalangan tu mungkin dapat membantu memberangsangkan kembali ingatannya" Dokter Zafran menjelaskan panjang lebar.
"Baeklah kalau begitu dokter, terima kasih banyak" Sultan Ibrahim Syah menjabat tangan dokter Zafran, dan pergi meninggalkan rumah sakit dengan pengawalan ketat dari FBI.
Hai reader, tq so much more 1030 view cukup bikin aku senyum senang, meskipun kalian masih silent reader, buat beberapa yang koment mks banyak, jangan lupa sedekah like nya juga😊
just info karya ku sudah masuk tahap kontrak doakan ya biar lancar, mohon dukung aku terus ya, tq tq tq😘😘😘
__ADS_1
satu lagi mohon maaf kalau ada salah salah dalam bahasa inggris nya aku ngga jago inggrisnya, buat bahasa melayu juga mon maaf kalau ngga pas yang penting kalian faham maksud aku ya🙏 semua hanya pemanis cerita tidak ada kaitan dengan Kerajaan manapun.