Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri

Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri
ekstra part.1


__ADS_3

Di keremangan kamar, Pangeran Indra masih bisa melihat wajah Suri yang memerah saat mengatakan dia mencintainya, wajah malu malu yang sungguh menggemaskan, pangeran membimbing Suri menuju meja makan di kamar itu, bermacam sajian terhidang di meja itu, dalam mangkuk mangkuk porselen yang berkilau tertimpa cahaya lilin.


Salah satu ritual malam pengantin yang harus mereka selesaikan makan bersama, Pangeran mengambil sebuah manisan, menyuapkan ke mulut Suri, Suri membuka mulut dan mengunyah perlahan, suapan pertama dari suami, sebagai perlambang seorang suami akan menafkahi istrinya, manisan yang dipilih melambangkan harapan mereka untuk merajut hidup bersama yang penuh kemanisan, Suri mencuci tangan pangeran, menuangkan air kobokan perlahan, dan mengelap tangan suaminya hingga kering sebagai perlambang akan melayani suaminya dengan baik.


Tak ada kata hanya saling bertentang mata dan bertukar senyuman. "Ingin makan lagi?" tanya pangeran lirih, "Tidak, cukup" Suri menjawab sambil menggeleng pelan, sunting di kepalanya ikut bergoyang, sekali lagi Pangeran Indra terpana menatap kecantikan Suri, Suri begitu mempesona dalam balutan pakaian pengantinnya, pangeran tak mampu sedikitpun mengalihkan pandangannya. "Ayo kanda bantu melepas hiasan rambut itu, apa berat?" pangeran berkata lagi sambil mengulurkan tangan membantu Suri bangkit "sedikit" lagi lagi Suri menjawab singkat. Jawaban singkat Suri terdengar menggemaskan, jika mengikuti hatinya ingin saja Pangeran Indra menerkam Suri saat itu juga, tapi sisa kewarasannya melarang itu, tak ingin merusak malam pertama yang begitu romantis hancur karena dirinya yang tak mampu melawan rasa. Pangeran menggamit lengan Suri menuntunnya menuju meja rias.


Suri duduk perlahan, menatap bayangan mereka dicermin lalu memperhatikan suaminya melepas sunting dari cermin, sesekali pangeran balas menatap, mereka bertukar senyuman. Semua sunting sudah berhasil dilepas tinggal yang terakhir ketika Suri berteriak "Aww!!! "Maaf sayang maaf" pangeran langsung mengusap usap kepala Suri, perlahan melepas sunting yang tersangkut di rambut Suri, kemudian mengecup lembut kepala Suri, "masih sakit?" tanya pangeran lembut. Suri menjawab dengan senyum sambil.menggeleng pelan.

__ADS_1


Pangeran membuka gulungan sanggul Suri, dan aroma wangi mawar langsung menguar dari rambut Suri yang tebal dan hitam berkilau, reflek pangeran mendekatkan rambut itu, kehidungnya "wangi" lirih suara pangeran namun masih terdengar di telinga Suri.


Pangeran Indra mengecup sekilas leher Suri, meletakkan dagunya di selangka Suri, memeluk Suri dari belakang, "Sayang, aku mencintai kamu, sangat" pangeran berbisik pelan, perlahan tubuh Suri menegang, merasakan sentuhan suaminya yang memabukkan.


Pangeran menggendong Suri, membawanya ke ranjang pengantin yang penuh kelopak mawar, di luar hujan mulai turun, seakan alam turut bahagia dengan bersatunya dua insan yang sedang di mabuk cinta.


Perlahan Suri membuka mata dan langsung membola melihat wajah suaminya yang tak berjarak, melihat pangeram yang tersenyum menggoda, timbul niat Suri untuk membalas. Dengan gerakan cepat Suri mencium bibir Pangeran Indra, memangut sedikit liar, pangeran terkejut tak menyangka mendapat serangan tiba tiba dari Suri, namun pasrah dan mulai menikmati, tanpa disadari matanyapun terpejam, dan Suri memang menunggu saat itu, kemudian dengan cepat menggigit bibir Pangeran Indra "Aww" dan di susul teriakan Suri "Aww" mereka terdiam, dan kemudian "ha..ha..ha" mereka tertawa bersama.

__ADS_1


Saat Suri menggigit bibirnya pangeran Indra terkejut, dan tak sengaja kening mereka beradu sehingga membuat Suri kesakitan. "Dasar nakal" Pangeran Indra menggigit hidung Suri, "Aww!sakit kanda" Suri mengelus hidung nya yang memerah. "Siapa suruh jahil, pangeran mengelus hidung Suri, dan mengecupnya 3 kali "Cup cup cup, masih sakit?" Pangeran Indra bertanya, tak ada jawaban dari Suri, pangeran mengecupnya kembali, "Cup Cup Cup, masih sakit" Suri masih saja diam, namun saat pangeran Indra ingin mengecup lagi, Suri buru buru mendorongnya "Sudah sudah sudah, dasar kanda mesum, bilang saja memang pengen cium".


Pangeran tertawa "Ha..ha..ha...pangeran Indra menghentikan tawanya dan berbisik, "wajahmu sangat menggemaskan sayang, kanda ingin memakanmu" pangeran Indra membuka mulutnya lebar lebar pura pura ingin memakan Suri, dan Suri pun dengan lincah berkelit, akhirnya mereka saling bergulat, menggelitik, sambil tertawa bersama hingga kelelahan.


Hujan turun makin deras, membuat malam menjadi makin dingin. Tawa mereka terhenti, saatPangeran Indra mengecup pelan bibir istrinya, tidurlah sayang, dinda pasti lelah, pangeran Indra menarik Suri kepelukannya, dan mengecup pelan kening Suri. Tak menunggu lama mereka berduapun terlena di buai mimpi.


Hai readers, gimana? lanjutin ngga? jangan lupa like dan vote dulu kalo banyak yg minta lanjut baru aku lanjut, love you more😘

__ADS_1


__ADS_2