Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri

Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri
60. Mundur selangkah untuk maju 5 langkah.


__ADS_3

Pangeran Yazzid datang dengan kotak obat, memindahkan kursi di depan meja, kesamping Zarra, lalu membersihkan luka di tangan Zarra dan membalutnya dengan hati hati. Zarra hanya terpaku memperhatikan apa yang dilakukan pangeran Yazzid. "Dah siap" Pangeran menatap hasil kerjanya dengan puas. "Terime kasih" jawab Zarra pelan. "Awak ni kan Zarra gelojoh betol, awak buat ape sampai luke macam nie" ("Kamu ini Zarra ceroboh sekali, apa yang kamu lakukan hingga luka begini") Pangeran tidak beranjak dari kursinya, posisi mereka yang terlalu dekat membuat Zarra tidak nyaman. Zarra bersandar di kursi agar menjauh dari Pangeran. "Hei, pangeran menjentikkan jari di hadapan Zarra. Zarra tersenyum 'Nak cakap ape? tak kan nak cakap tadi mimpi luke,dah tu luke betol' batin Zarra. "Ay tanye you encik Zarra binti Muhammad Syafiq" Pangeran tersenyum juga menatap Zarra yang masih diam" Kalau saye cakap tadi saya mimpi luke,dah tu sekarang memang saya luke tuan pecaye ke?" Zarra menatap Pangeran dengan ragu ragu "well, .. memang pelik kalau saye dengar, but mungkin je kan, ape pon boleh jadi Zarra tak de yang mustahil" pangeran berdiri menatap keluar jendela dan tersenyum, timbul ide pangeran untuk mengerjai Zarra "Boleh awak ceritekan ape yang awak mimpi tu?"


Zarra terkejut, "Kalau saye cakap janji jangan marah?" Zarra bertanya sambil menunduk tak berani menatap Pangeran Yazzid. "Well.. maybe no maybe yes, terpulang, kalau cerite awak berkaitan dengan saya, mungkin saya marah, kalau tak takkan nak marah pulak, kan? Pangeran Yazzid kembali bertanya. "Kalau macam tu saya tak nak lah cerite" Zarra diam memandang keluar jendela. "Awak ni kan Zarra buat saya geram, dah excited nak dengar tak jadi pulak, nak cerite ke tak? tiba tiba pangeran Sudah membungkuk di depan Zarra, hidung Pangeran hampir menyentuh hidung Zarra, hingga Zarra tak bisa bergerak lagi. "Nak cerite ke tak, kalau tak nak?" Pangeran menganga seolah olah ingin memakan Zarra. "ok! ok! saya cerite tapi tuan jauh dulu jangan macam ni" Pangeran menjauh menyembunyikan senyumnya, dan Zarra segera berlari ke toilet menenangkan jantungnya yang tak karuan. "Ya Allah ape die dah buat, nak buat aku mati ke?" Zarra mencuci muka, mengelapnya pelan, masih terlihat wajahnya yang memerah. 15 menit berlalu Zarra tak juga keluar dari kamar mandi saat ketukan di pintu membuat jantung Zarra kembali berpacu "Zarra! are you ok?" Pangeran bertanya cemas. "Ya, i'm ok" terdengar langkah menjauh, Zarra memperhatikan wajahnya di cermin, lalu keluar dengan perasaan yang masih tak menentu. "Bismillah.... " bisik Zarra pelan.


Pangeran berdiri di depan jendela, menyilangkan tangan di dada, wajah tampannya tak hilang meski hanya memakai kaos dan celana cargo pendek selutut. Zarra memilih duduk di sofa depan TV, saat pangeran menyadari kedatangan Zarra pangeran langsung mendekat.

__ADS_1


"Ok Zarra let's talk, dah tak sabar nak dengar ni" Pangeran duduk di sofa yang sama dengan Zarra, hingga Zarra bergeser ke ujung Sofa.


"Tadi saya mimpi... " Zarra menunduk tak sanggup bertentang mata dengan pangeran, yang terus memandang Zarra tak berkedip. "Saya mimpi berada di taman yang penuh dengan mawar putih, dimana mana penuh dengan mawar putih, masa tu saya berlari sebab suke sangat dan cium bunge bunge tu, pas tu masa saye nak petek satu bunga tangan saye kene duri, bedarah..." Zarra diam seakan tak mau meneruskan ceritanya, ketika suara pangeran menyela Zarra terpaksa melanjutkan ceritanya "So, what next?". "Pas tu ada pangeran datang isap darah kat tangan saya, masa saya bangun tuan dah isap jari saya sama macam dalam mimpi tu" Zarra menyelesaikan ceritanya, dan mengangkat kepala, betapa terkejutnya Zarra pangeran berada begitu dekat di sampingnya, karena terkejut Zarra hampir saja jatuh jika tak segera di tarik pangeran Yazzid karena posisinya sudah diujung sofa, akibatnya mereka jatuh bertindihan dengan bibir Zarra tepat di bibir Pangeran Yazzid, pantang menolak rezky di depan mata pangeran langsung mengulum bibir Zarra.


Zarra yang terkejut ingin melepaskan diri, tapi pelukan erat pangeran Yazzid membuat Zarra tak bisa bergerak akhirnya Zarra hanya pasrah dalam pelukan pangeran, menutup mata merasakan sensasi aneh yang belum pernah dirasakannya. Saat Pangeran berhenti Zarra masih melayang di awan, pangeran asik memperhatikan Zarra yang terpejam dalam pelukannya. Saat Zarra sadar pangeran tidak lagi memeluknya Zarra pun membuka mata. Senyuman manis pangeran menyambut Zarra terpana. Sesaat kemudian Zarra tersadar bangun dan berlari keluar meninggalkan pangeran. Ha.. ha.. ha.. buruan sudah masuk perangkap bathin pangeran senang sambil menyeka bibirnya yang basah.

__ADS_1


Dalam tidurnya Zarra kembali bermimpi berada di antara mawar mawar putih, kali ini Zarra duduk di ayunan di sebuah gazebo yang ditanami mawar putih disekelilingnya, tirai putih yang lembut melayang diterpa angin, ayunan berwarna putih dengan bantal bantal bulu berwarna putih, karpet bulu binatang berwarna putih serta ornamen ornamen lain yang juga serba putih sungguh seperti berada di atas awan, saat Zarra mengagumi indahnya pemandangan di gazebo itu tiba tiba datang seseorang memeluknya dari belakang, Zarra ingin melepaskan diri tapi pelukan yang begitu erat menggagalkan usahanya, "Biarkan saja seperti ini, aku merindukanmu, sangat merindukanmu" Suara yang begitu Zarra kenal, tapi Zarra tak bisa menoleh, akhirnya Zarra memilih diam menuruti permintaan pria yang memeluknya.


Zarra terbangun, berdiri perlahan dan melakukan peregangan ringan karena tubuhnya terasa sakir akibat tidur duduk dilantai. Zarra melihat jam ditangannya jam sudah menunjukkan pukul 4 sore "Ya Allah, matilah aku" Zarra terkejut buru buru mandi, berdandan seperlunya lalu segera menuju kamar pangeran Yazzid, karena terkejut Zarra tak sempat lagi memikirkan apa yang telah terjadi sebelumnya.


Tok tok tok Zarra mengetuk pintu, tak ada jawaban, Zarra memutar handle pintu tidak dikunci, perlahan Zarra masuk, Pangeran duduk di sofa menatap TV yang sedang menayangkan siaran memasak, Zarra yakin pangeran tidak menonton, Zarra menghampiri Pangeran "Maafkan saye pangeran, saye tertidur tadi" Zarra menjelaskan dengan perasaan takut, Zarra yakin pasti akan di hukum karena kelalaiannya hari ini. Tapi diluar dugaan pangeran tidak marah singkat "Ye tak ape, saya dah makan, awak boleh balek ke bilik awak, nantik malam tak payah siapkan makan, saya nak ke istana. "Baik tuan" Zarra begitu lega hingga tersenyum senyum meninggalkan kamar pangeran Yazzid.

__ADS_1


Pangeran tersenyum, Pangeran tahu apa yang terjadi pada Zarra karena itu adalah ulahnya, muncul di mimpi mimpi Zarra agar Zarra segera ingat kalau dia adalah Suri kekasihnya.


Pangeran tak ingin Zarra salah tingkah di hadapannya karena itu untuk sementara pangeran membiarkannya menjauh. Mundur selangkah untuk maju 5 langkah pangeran tersenyum senang.


__ADS_2