
Sejak pulang kerumah Suri hanya diam, langsung masuk kamar dan merebahkan dirinya di ranjang. 'Ternyata kau di sana pangeran Indra, tapi mengapa kau tidak mengenalku, dan kemampuanmu dulu sepertinya juga hilang?' bathin Suri.
'Tapi aku yakin itu memang kau pangeran, aku akan mengejarmu, menyadarkanmu pangeran, masih banyak rintangan yang harus kita hadapi demi cinta kita' bermacam rencana muncul di fikiran Suri untuk mengembalikan ingatan pangeran Indra, hingga angannya terganggu karena ketukan di pintu kamarnya.
"Sayang, papa masuk ya" Zulkifli masuk dan melihat putrinya sudah duduk menatapnya. "Yuk turun kita lakukan ritual mandi bunga" Zulkifi menggandeng tangan putrinya itu. "Mandi bunga?" kayak perawan tak laku aja pa" Keyza tertawa kecil. Papanya mencubit hidung Keyza, "Siapa bilang anak papa perawan tak laku?" Merekapun tertawa bersama.
Keyza menurut saja saat dirinya dimandikan, bau jeruk begitu menyegarkan, Keyza suka aromanya. Angah Hadran berdiri berkomat kamit merafal mantera, sementara nenek Keyza terus menyiramkan air kembang, neneknya memberikan segelas air, "Minum ***, harus habis sekali nafas" Keyza menurut saja, menarik nafas dalam lalu menghabiskan air itu dalam sekejab, kemudian Angah Hadran memberikan mangkuk dupa seketika bau kemenyan menyeruak bau jeruk yang disukai Keyza hilang seketika berganti bau kemenyan yang menusuk hidung. Nenek memutar mutar mangkuk dupa di kepala Keyza sambil merafal doa, sesekali meniup niupkan asapnya ke wajah Keyza, Keyza menutup mata, dan memencet hidungnya tak suka.
Saat ritual selesai Keyza sudah menggigil kedinginan, Amira langsung membawa anaknya ke atas dengan khawatir. "Sayang bisa ceritakan semu pada mama, tolong jujur sama mama, mama khawatir banget" Amira memberikan pertanyan beruntun. "Mammm ma...ma tanya papa saja, Keyza menggigil kedinginan.
Amira langsung membawa Keyza ke kamar mandi dan menghidupkan keran air panas, hangatnya air membuat Keyza betah berlama lama di bawah shower hingga mamanya memanggil "Sayang jangan lama lama nanti masuk angin". "Key ngga pa pa ma, mama pergi aja ngga usah nungguin" Keyza membalas teriakan mamanya. "Ya udah, mama turun ya, kalo perlu apa apa telpon mama ya" Suata Amira terdengar menjauh. "Ya ma" jawab Keyza berteriak.
__ADS_1
Keyza mengintip dari celah pintu memastikan kalau mamanya sudah pergi, dan buru buru keluar dari kamar mandi untuk mengunci pintu. Haaaaaaah... Keyza berbaring lega, terhindar dari mamanya, 'biar saja papa yang menjawab, pasti repot melayani mama yang kepo berat hi hi hi' Keyza terkikik geli membayangkan papanya di berondong pertanyaan oleh mamanya yang cerewet.
Saat makan malam semua mata tertuju pada Keyza, membuat Keyza menjadi tidak nyaman, mamanya tertunduk, dan tiba tiba berlari meninggalkan meja makan, "Ma!" Zulkifli berteriak dan menyusul istrinya yang berlari menuju kamar mereka di lantai atas.
Melihat itu selera makan Keyza jadi hilang, 'Mama pasti sudah bicara dengan papa, entah apa yang papanya katakan hingga mamanya begitu sedih. "Maaf kaek" Key membungkuk dan meninggalkan meja makan ikut naik menuju kamar orang tuanya. Dari balik pintu Key mendengar suara mamanya yang berbicara sambil terisak "Hiks.. hiks .. kenapa papa tega misahin Mama sama Key hiks.. hiks.. apa papa sudah ngga sayang lagi sama Key, hiks.. hiks.. Key anak kita satu satunya pa hiks.. hiks.." Amira terus saja bicara sambil menangis.
"Papa tahu ma, makanya sekarang kita lagi usaha supaya Key lupa sama laki laki itu, cuma itu caranya menghindar dari pernikahan ini ma, kita akan bawa Key ke Amerika, biar kuliah disana, kalau tahu begini papa ngga akan bawa Key pulang" Zulkifli mencoba menenangkan Amira. "Papa harus janji sama mama, Key ngga boleh nikah sama laki laki itu hiks.. hiks.. Amira memegang tangan Zulkifli, dan Zulkifli langsung menarik Amira dalam pelukannya.
'Rasanya tak ada jalan lain, aku harus bicara dengannya, daripada hatus berlarut larut, aku tak ingin berpisah lebih lama lagi dengan pangeran Indra dia pasti sangat menderita' Keyza membatin. Dengan langkah pasti Keyza menuju kamar orang tuanya. Tok.. tok.. tok Keyza mengetuk pelan, memutar handle pintu perlahan saat pintu terbuka Keyza melihat papanya yang sedang berusaha melepaskan tangannya yang tertindih kepala ibunya. Saat berhasil Zulkifli langsung meletakkan telunjuk nya di bibirnya memberi tanda agar Keyza tidak bicara. Dengan perlahan Zulkifli keluar kamar dan menutup pintu.
"Kita harus bicara pa, di kamar Key aja" Keyza langsung menuju kamarnya tanpa menunggu jawaban Zulkifli. Zulkifli pun hanya menurut menjajari langkah Keyza menuju kamar anaknya itu. Keyza membuka pintu dan membiarkan Zulkifli masuk dan langsung mengunci pintu, "Very important?" tanya Zulkifli melihat Keyza mengunci pintu "Ya" Keyza menjawab singkat.
__ADS_1
Keyza duduk di tepi ranjang, dan papanya hanya berdiri melipat kedua tangannya dan duduk di kursi di pinggir jendela. "Aku bukan Keyza anakmu" Suri berbicara dengan datar. Di luar dugaan reaksi Zulkifli hanya biasa biasa saja tidak terkejut seperti dugaan Keyza. "Aku sudah tahu" jawabnya pelan. "Sejak kapan?" tanya Suri tak percaya. "malam itu, Angah Hadran mengatakannya, tapi aku tak percaya, saat melihat reaksimu pada anak ketua itu aku percaya bahwa ucapan Angah Hadran benar" Zulkifli menjelaskan.
"Tapi kenapa kau diam saja? seolah tidak tahu apa apa?" Suri bertanya penasaran "Aku tak ingin istriku syok dia bisa kena serangan jantung jika tahu anak kesayangannya sudah meninggal" Zulkifli terlihat sangat sedih. "Maafkan aku" Suri berkata lemah. "Ini bukan salahmu, semua sudah takdir" jawab Zulkifli tanpa menatap Suri, Suri tahu Zulkifli sedang berusaha menyembunyikan kesedihannya, air bening itu mulai menetes satu satu membasahi wajah tampan itu.
"Jadi sekarang kita harus apa?, jujur saja semua ritual itu tidak ada efeknya sama sekali padaku, aku tidak lupa sama sekali pada Indra" Suri menjelaskan. "Rencananya besok kita akan pura pura ke Amerika untuk berobat, agar Amira tidak curiga dengan kepergianmu, cepat atau lambat kau tetap akan pergi kan?" Zulkifli berkata sambil menatap Suri, kali ini dia sudah berhasil menguasai emosinya. "Ya lebih cepat lebih baik" Keyza menjawab sambil tersenyum tiba tiba dia sadar Zulkifli sedang menatapnya "Maaf" Suri berkata pelan. "it's OK, Tidak apa apa" Zulkifli mengendikkan bahunya tanda tidak terganggu dengan senyuman Suri.
"Kalau boleh tahu siapa kau sebenarnya?" Zulkifli bertanya pada Keyza. "Kau yakin ingin mendengarnya?" Suri menatap Zulkifli tak percaya. "Ya tentu saja" Zulkifli menjawab singkat. Keyza menarik nafas panjang sebelum kemudian memulai ceritanya.
"Aku Dayang Suri Putri Panglima Kerajaan Swarna Bumi, dan Pangeran Indra adalah kekasihku, Pangeran Indra adalah putra mahkota kerajaan Buana Gemilang, cinta kami terhalang karena kami beda alam, tapi kami yakin dengan kekuatan cinta kami, kami akan bersatu kembali. Suri menceritakan semuanya dari awal mereka bertemu hingga rintangan rintangan yang harus mereka lalui. Saat Suri menoleh ternyata Zulkifli telah tertidur pulas. Suri tersenyum, mengambil sebuah bantal dan mengangkat kepala Zulkifli, memindahkannya ke posisi tidur, dan menyelimutinya. Zulkifli terlihat begitu lelah hingga tak terganggu sama sekali saat Suri memindahkan kepalanya dan menganggakat kakinya. 'Terima kasih, terima kasih telah membantu kami' Suri membatin dan kembali ke ranjangnya untuk tidur 'Semoga malam ini mimpi Indah' Suri tersenyum membayangkan mimpi mimpi yang dikirim pangeran Indra dulu untuk membangkitkan ingatannya, tapi apa daya Suri tak memiliki kekuatan itu untuk membangkitkan ingatan Pangeran Indra.
11762 view, tq so much more reader, tetap dukung Suri dan Indra ya, 1 part dulu, semoga moodnya baik bisa crazy up lagi hari ini, happy reading 😘😘😘😘😘😘😘
__ADS_1