Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri

Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri
82. Aku merindukanmu pangeran


__ADS_3

Sang kakek yang di panggil angah, terus mengusap usap janggutnya "Isok kita datangi hajak huluk minta maaf, ulun gen balum tahuk, kita lihat hajak kaina, mun masih kawa cara baik cara baik hajak, mun kadak kawa tuh apa bulih buatay lagik paksa ay kita lawan. (Besok kita datang saja dulu minta maaf, saya juga belum tahu, kita lihat saja nanti, kalau masih bisa diselesaikan secara baik baik, cara baik saja, kalau sudah tidak bisa apa boleh buat, terpaksa kita lawan)


"Ulun bulik, jangan kalumpanan, siram banyuk ni di kamar Keyza, andak ini di atas lawang, di atas lulungkang, hati hati jangan talingkang ( Saya pulang dulu, jangan lupa siram air ini di kamar Keyza, letakkan ini di atas pintu, dan di atas jendela, hati hati jangan sampai ada yang melangkahi) sang kakek pergi setelah bersalaman dan menyampaikan pesan pesan yang harus dilakukan untuk keamanan Keyza.


Zulkifli minta izin pada ayahnya untuk melaksanakan perintah Angah Hadran. Zulkifli membuka pintu Kamar Keyza perlahan, khawatir jika membangunkan anaknya itu. Ternyata dugaannya salah Keyza belum tidur, masih duduk di pinggir jendela.


"Sayang, koq belum tidur" tanya Zulkifli. "Key belum ngantuk pa, papa ngapain kesini?" Keyza bertanya dengan curiga. "Ini papa mau laksakan perintah Angah Hadran" Zulkifli meletakkan jimat yang diberikan Angah Hadran, di atas pintu dan jendela, tak lupa memercikkan air yang diberikan ke sekeliling kamar.

__ADS_1


"Pa" Keyza memanggil papanya. "Ya sayang", Zulkifli menjawab tanpa menghentikan aktifitasnya. "Papa percaya?" Keyza beetanya singkat. "Maksud kamu?" Zulkifli bertanya balik. "Papa ngertilah apa yang Key maksud" Keyza menjawab sambil menatap tajam papanya, tapi yang ditatap pura pura tidak tahu tetap sibuk menyelesaikan tugasnya menyiramkan air ke seluruh kamar itu. "Kalau Key bilang tadi ada laki laki yang memperhatikan Key dari jendela itu, apa papa percaya? trus tadi saat tadi waktu Key hampir jatoh laki laki itu juga ada disana, apa papa percaya?" Keyla menghentikan ucapannya menunggu reaksi papanya. Sesuai dugaan papanya langsung menghentikan aktifitasnya. "Jangan main main sayang" Zulkifli menatap anaknya itu tajam.


"Tidak pa, Key tidak main main" Key balas menatap tajam papanya. Zulkifli menghampiri Keya membimbingnya duduk di ranjang, "Sayang tolong rahasiakan ini dari mama ya, kamu tabu kan sayang mama kamu itu parnoan banget" Zulkifli berkata sungguh sungguh, dan Keyza hanya mengangguk. "Sayang kamu ingst ngga pas malam kamu kecelakaan kemaren kamu nabrak orang?" Zulkifli berkata lagi "Iya Pa, Keyza ingat, dari kemaren Keyza mau tanya tapi lupa, gimana keadaannya Pa?" Keyza bertanya khawatir. Itulah masalahnya sayang laki laki itu buta, dan orang tuanya ingin kau bertanggung jawab, mata di balas mata" Zulkifli menjawab lemah. "Maksudnya pa?" Keyza bertanya lagi. "Mereka ingin mengambil matamu untuk.menggantikan matanya" "What?" Keyza terkejut sekali, hampir saja dia berteriak jika papanya tidak cepat menutup mulutnya.


"Pelankan suaramu Key, memangnya kamu mau semua datang kesini" Zulkifli berkata cemas. "Maaf pa" Keyza menjawab lemah. "Bukannya papa bisa membawa anak itu berobat ke rumah sakit terbaik, bahkan ke luar negeri juga bisa, apalagi cuma donor mata papa pasti bisa mendapatkannya kan?" Keyza berbicara panjang lebar. "Tidak semudah itu sayang, yang kita hadapi ini bukan manuaia biasa" Zulkifli membelai lembut pipi Keyza. "Anak papa tenang saja, papa tak akan membiarkan anak gadis kesayangan papa ini kenapa kenapa" Zulkifli memeluk anak satu satunya itu. "Besok kita akan kesana untuk minta maaf, tepatnya negoisasi sayang, jangan takut, ada Angah Hadran yang akan bantu kita" Zulkifli melepaskankan pelukannya "Istirahatlah, semoga tak ada gangguan lagi malam" Zulkifli menuntun Keyza untuk berbaring, memasangkan selimut, dan mematikan lampu. "Good Night sayang" Zulkifli mengecup lembut kening anak Keyza sebelum pergi meninggalkan kamar itu.


"Sayang... koq ngga bilang mau pergi memancing sama papa?" Amira datang ke Kamar Keyza pagi itu dengan tergesa gesa. "Maaf ma Key lupa" Keyza menjawab asal 'ih papa koq ngasi alasan ngga mutu banget' batin Keyza. "Sayang kalau kamu bilang mamakan bisa siap siap, buatin bekal juga siapin baju buat ikut, kalo mendadak ginikan mama jadi repot". Amira berbicara dengan kesal.

__ADS_1


Amira tersadar dan buru buru lari mengejar Keyza dan Zulkifli yang sudah masuk ke mobil. "Sayang jangan lupa obatnya!" Amira berteriak "Udah ma!" Keyza membalas dengan berteriak dan sekejab mobil mereka sudah hilang dari halaman.


Tiba tiba saja Amira merasa ada yang aneh, Astaga....? tadi itu bukannya dukun Hadran? para normal itu? kenapa tiba tiba aku merasa ada yang mereka sembunyikan dariku, Amira sangat khawatir, 'Semoga saja tidak ada apa apa, semoga ini hanya andaianku saja' Amira membatin, tapi nalurinya berkata ada sesuatu yang telah terjadi pada anaknya naluri keibuannya berkata begitu.


Mobil Zulkifli tiba di area perkebunan, tiba di sebuah persimpangan mereka membelok ke kanan, keluar dari jalur jalan beraspal yang hanya satu arah ke kiri. Jalanan tanah yang berbatu membuat mobil tak bisa melaju kencang, untuk saja Zulkifli membawa mobil jeep jadi masih bisa melewati medan seperti ini, hingga 1 jam kemudian mereka tiba di perkampungan.


Tak ada yang menyapa, semua penduduk di desa itu seolah tak melihat mereka, terkesan tak peduli pada pendatang, mereka tetap melakukan aktifitasnya tanpa terganggu. Angah Hadran memberi isyarat untuk mengikutinya, mereka berjalan menuju sebuah rumah yang paling besar dan paling tinggi di antara rumah rumah lain. Tiba di depan gerbang Angah Hadran berbicara dengan penjaganya, menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan mereka, sang penjaga mengangguk dan menghilang di balik pagar. Cukup lama menunggu hingga penjaga itu kembali dan membuka pintu pagar.

__ADS_1


"Silahkan" katanya singkat. Saat pagar dibuka terhampar pemandangan yang sangat asri, seluruh halaman di tutupi rumput tebal bak karpet hijau yang terbentang luas. dan di seluruh taman penuh dengan mawar putih, semua sedang mekar hingga aromanya yang wangi begitu menyenangkan untuk di dihirup. "Suri menutup mata, membayangkan paviliunnya di kerajaan Buana Gemilang" Suri tersenyum saat membuka mata. 'Aku merindukanmu pangeran' Suri membatin.


10911 view! tq viewers, happy reading ya, love you 😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2