Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri

Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri
45. Jawaban teka teki


__ADS_3

Datuk Malin segera memberikan obat pada Suri, menotok tiga titik penting dan Suri pun terbujur kaku, 'Lebih baik putri tidur dari pada harus menahan sakitnya' Kasian sekali dia, hhhhhhh.... ' Datuk Malin mendesah berjalan ke jendela sambil mengusap usap janggutnya yang panjang, 'Ntah apa yang akan terjadi semoga saja tidak sampai menimbulkan perang' Datuk Malin terlihat gelisah 'Andai aku bisa mengetahui apa yang terjadi, andai aku bisa menyembuhkannya, segala wabah yang terjadi bisa kusembuhkan, tapi keadaan ini semua sangat membingungkan' Datuk Malin hanya terdiam menatap jauh keluar jendela.


"Jaga putri jangan tinggalkan sendiri, panggil aku jika putri sudah sadar" Datuk Malin memberi perintah pada Siti sembari melangkah cepat meninggalkan ruangan "Baiklah datuk".


Kerajaan Tanah Datar


"Aaaaaaaaaa!" teriakan pangeran Indra mengejutkan pengawal yang berjaga di luar, pengawal berlari menerobos pintu melihat pangeran Indra dengan panik, Pangeran Indra menyadari pengawal yang menerobos masuk kebingungan dengan sikapnya pangeran langsung pura pura sakit kepala "cepat panggil tabib, kepalaku sakit, sakit sekali".


Pengawal yang masih bingung segera pergi memanggil tabib, Pangeran Indra tersenyum, senyumanan licik penuh kemenangan, 'Dasar bodoh, tapi aku harus lebih berhati hati lagi bisa bisa semua yang kurencanakan hancur berantakan.


Tabib istana datang bersama permaisuri yang memandang cemas pada putranya, "Apa yang terjadi tabib?" "Tidak apa apa yang mulia, mungkin hanya efek ingatan pangeran yang perlahan kembali, tak perlu khawatir" Permaisuri tersenyum lega mendekat ke ranjang putranya membelai lembut Pangeran Indra. "Ananda harus sabar semua pasti akan baik baik saja" "terima kasih ibunda" Pangeran Indra mengecup lembut tangan ibundanya, Permaisuripun tersenyum senang 'Kalau boleh memilih aku lebih senang jika anakku tidak ingat ada lalunya, karena tingkah lakunya yang baik saat ini' permaisuri menggeleng lemah "Ada apa ibunda?"ternyata Pangeran Indra melihat reaksi aneh permaisuri "Tidak ada apa apa ananda, istirahatlah supaya ananda lekas pulih"


"Baiklah, hari ini ananda hanya ingin duduk di taman istana,akan membosankan jika ananda hanya berdiam di kamar saja, lagi pula bukankah tabib mengatakan ananda baik baik saja" "Baiklah lakukan saja yang ananda suka,tapi ingat segera kembali ke kamar jika merasa sakit" Permaisuri berdiri meninggalkan kamar anandanya.

__ADS_1


Pangeran Indra tersenyum senang, sandiwaranya berhasil. Satu pertanyaan besar mengganjal di benaknya, siapa tabib itu, ilmunya tak bisa du anggap remeh, apa dia tabib Kerajaan Swarna Bumi yang dulu juga menghalangiku untuk tetap bersama Suri, semoga dugaanku salah, 'Ah sudahlah siapapun dia aku tak peduli, Suri milikku hanya milikku apapun yang terjadi.


Pangeran sedang berjalan jalan di taman ketika mendengar beberapa dayang sedang asik mengobrol, pangeran berhenti menajamkan pendengarannya, "Seandainya Putra Mahkota kita jadi bertunangan dengan Putri Dara Jingga pasti kita sekarang bisa pergi ke pesta panen di kerajaan Tanah Datar" dayang yang gemuk dan berpakaian merah hati berbicara dengan wajah kecewa.


"Betul sekali dayang yang kurus berpakaian kuning gading menimpali" "hati hati kalau berbicara, salah salah kita bisa dihukum nanti" Dayang berbaju hijau menjawab sambil memandang kesana kemari, saat pandangannya bertemu dengan putra mahkota dayang itupun langsung menutup mulutnya "celaka celakalah kita" Dayang berbaju merah dan berbaju kuning serempak menoleh sama seperti dayang berbaju hijau, tubuh ketiganya seakan kaku seketika menatap pangeran yang berjalan lurus ke arah mereka.


Pangeran menatap tajam, seakan baru tersadar dari pangeran yanh menghipnotis mereka langsung bersujud, "ampun yang mulia, ampuni kami" Pangeran Indra hanya diam tak mengerti apa yang terjadi. "Sudahlah, sebaiknya kalian kembali ke pekerjaan masing masing jangan bergosip lagi" Pangeran berlalu meninggalkan tiga dayang yang melongo tak percaya, mereka saling berpandangan "ternyata rumor yang mengatakan pangeran mudo hilang ingatan dan berubah jadi baik itu benat adanya" lirih terdengar suara dayang gendut berbaju merah di balas anggukan dua dayang temannya.


"Pangeran Indra melangkah tergesa menuju kediaman perdana menteri, 'Aku harus menanyakan apa yang sebenarnya terjadi supaya semua menjadi jelas dan tak salah langkah' pangeran berkata dalam hati. Pengawal yang selalu mendampingi pangeran berjalan sedikit berlari tapi tetap saja tertinggal jauh pangerannya seperti melayang berjalan cepat ke kediaman perdana menteri.


Perdana menteri menyongsong Pangeran Indra di depan pintu, terkejut dengan kedatangan pangeran yang begitu tiba tiba, baru saja pengawal yang berjaga di gerbang melaporkan kedatangan pangeran.


Panglima membungkuk hormat "Selamat datang di kediaman hamba pangeran, silahkan masuk" yakin dengan kedatangan pangeran yang tak biasa ini panglima segera membawa pangeran ke ruang kerjanya, mengunci pintu setelah mereka di dalam.

__ADS_1


"Suatu kehormatan bagi hamba, pangeran sudi datang ke kediaman hamba, kalau boleh hamba bertanya ada hal penting apa yang membawa pageran sampai datang kemari?"


"Baiklah perdana menteri, beta akan langsung pada pokok persoalannya, tolong ceritakan semua yang telah terjadi beta ingin dengar semuanya jangan ada yang dilewatkan".


"Maafkan hamba pangeran, apakah tidak sebaiknya yang mulia raja langsung yang menjelaskan pada pangeran?" sedikit rasa khawatir terpancar dari wajah perdana menteri Datuk Perdana.


"Tak perlu khawatir perdana menteri, beta akan bertanggung akan segalanya, mohon ceritakan semuanya, beta berhak tahu apa yang sudah terjadi supaya ingatan beta cepat pulih" Pangeran indra menatap tajam tak.ingin dibantah lagi.


"Baiklah pangeran, hamba akan ceritakan semuanya, semuanya bermula dari Pertemuan Pangeran dengan Putri Dara Jingga, Putri kerajaan Tanah Gadang, kerajaan tetangga kita, Putri jatuh hati pada pangeran dan berharap bisa menikah dengan pangeran, yang mulia raja tak kuasa menolak, lagi pula dengan perkawinan ini akan memperkuat hubungan 2 kerajaan, yang mulia menerima hubungan ini tanpa persetujuan pangeran, tapi saat itu pangeran pun tak menolak, tapi rupanya dalam diam pangeran sudah merencanakan sesuatu, saat hari pertunangan pangeran meracuni Putri Dara Jingga, tapi malang entah bagaimana pangeran pun akhirnya meminum racun yang sama, Putri Dara Jingga meninggal karena racun itu, dan pangeran sekarat karena racun yanh sama" Perdana menteri bercerita dengan perlahan, sesekali menatap wajah pangeran, tapi yang di lihat hanya memasang wajah datar. 'Ternyata reaksi racun itu kuat sekali hingga membuat pangeran tak ingat apapun' perdana menteri berkata dalam hati.


Pangeran Indra terdiam pura pura mengingat apa yang terjadi hingga kelebat ingatan itu muncul, ternyata racun yang di tubuh pangeran karena ciuman putri Dara Jingga, tiba tiba pangeran merasakan kepalanya sakit luar biasa "Aaarkh..," pangeran Indra memegangi kepalanya yang terasa amat sakit.


Perdana Menteri panik, "Pangeran, ada apa pangeran" Perdana menteri segera berlari memerintahkan pengawal untuk manggil tabib, tapi langkahnya terhenti "Perdana menteri, jangan, aku tak ingin ayahanda tahu, aku tidak apa apa" "tapi pangeran" Perdana menteri menatap cemas pada pangeran Indra "Beta Tidak apa apa ini sudah sering terjadi, menurut tabib ini karena ingatanku yang berangsur pulih, lihatlah aku baik baik saja" Pangeran Indra tersenyum, panglima pun lega melihat pangeran baik baik saja.

__ADS_1


"Terima kasih sudah bersedia menjelaskan semuanya, beta rasa cukup, beta akan kembali ke istana, Oh iya satu hal lagi, apakah panglima tahu mengenai pesta panen di kerajaan tetangga?" Panglima sedikit terkejut mendengar pertanyaan itu "Ada apa pangeran, mengapa menanyakan itu?" "Tidak apa hanya ingin tahu" "Kerajaan Tanah Gadang akan mengadakan pesta panen pada malam bulan purnama nanti, tapi sayang kerajaan kita tidak undang, hamba rasa pangeran faham" "Ya perdana menteri beta faham, terima kasih" "Tak perlu berterima kasih pangeran, pangeran membuat hamba sungkan" 'Ternyata rumor itu benar adanya pangeran telah berubah' pangeran membatin dan tersenyum, mendengar kata hati perdana menteri, 'andai kau tahu perdana menteri pangeranmu itu sudah membusuk di neraka, yang penting semua teka teki yang membuatku ragu melangkah sudah terjawab pangeran tersenyum penuh kemenangan. Pangeran Indra memahami ketakutan dari seluruh anggota kerajaan jika dia akan mengambil langkah yang salah, tapi dirinya bukan pangeran bodoh itu yang mengambil tindakan membabi buta tanpa memikirkan akibatnya.


hai reader terima kasih sudah mampir, ngga nyangka udah semakin panjang, dan author sdh mulai kewalahan menghafal nama😁 mohon saran dong, jalan aja terus nanti tamat baru tipo tipo apa tipo sekarang sambil jalan, maunya author sih tipo tipo dulu tapi ntar jadi lambat up nya btw tq 861 view,


__ADS_2