
"Kita harus bergegas menemukan lubang hitam itu, karena itu jalan satu satunya kita bisa pergi dari sini" Pangeran Indra berkata pada Suri. Mereka berdua berfikir keras, beberapa saat kemudian Suri berkata, "Kanda, aku rasa aku tahu dimana letak lubang hitam itu". "Benarkah sayang, dimana?" pangeran berseru senang.
"Di bagian Barat rumah ini, aku pernah ingin kesana tapi Jupin melarangku, saat kutanya alasannya dia marah padaku" Suri menjelaskan dengan rinci jalan ke arah lubang hitam itu.
Dan merekapun menyelinap kesana, "Tak bisakah kita berteleportasi kesana" tanya Suri berbisik, "Tidak sayang, aku belum pernah kesana jadi tidak bisa membayangkan keadaan disana, sedangkan untuk berteleportasi, aku harus bisa membayangkan tempat itu. "Owh begitu ya" Suri hanya mangut mangut mendengar penjelasan Pangeran Indra.
Akhirnya dengan susah payah mereka tiba di jalan setapak yang dimaksud Suri, mereka tetap berhati hati, berjalan mengendap endap perlahan di semak semak agar tidak berpapasan dengan siapapun, ternyata benar saja, tempat itu dijaga oleh pasukan yang berpakaian hitam hitam. Pangeran memanjat pohon untuk melihat keadaan di sekeliling tempat itu. ada 3 lapis penjagaan baru mereka bisa tiba di lubang hitam.
Apa boleh buat mereka harus melawan para penjaga yang kelihatannya tidak mudah untuk di kalahkan itu. Pangeran mencoba untuk menggunakan ilmu penghilang raga tapi aneh tubuhnya tidak bisa menghilang, ternyata daerah itu sudah dilindungi oleh kekuatan yang maha dasyat sehingga segala kekuatan gaib tak bisa digunakan disini.
Suri memandang kekhawatiran pangeran Indra "Ada apa kanda?" Suri memegang tangan pangeran Indra. "Sayang, maaf jika kanda tak bisa melindungimu, kali ini kita harus berjuang mengandalkan kekuatan luar saja, segala ilmu batin tidak bisa digunakan disini" Pangeran Indra memeluk Suri. "Tidak apa apa kanda, kita pasti bisa", Suri mencoba menenangkan Pangeran indra, walaupun batinnya berkata lain.
"Sudah pintar berbohong ternyata" Pangeran menggigit hidung Suri. "Aww!, Sakit kanda" Suri balas mencubit pinggang pangeran Indra "Aduh" Pangeran meringis pelan. "Kau berbohong sayang, bilangnya tidak apa apa, padahal cemas juga" Pangeran mengelus surai Suri dengan lembut.
__ADS_1
"Sudahlah jangan buang buang waktu, kita harus bergegas sebelum penghuni rumah sadar kita sudah melarikan diri. Pangeran Indra dan Suri melancarkan serangan diam diam, memanfaatkan penjaga yang lengah, hingga lapis pertama penjagaan itu dengan mudah dapat mereka lewati karena ilmu kanuragahan mereka masih dibawah rata rata.
Tiba di lapis kedua penjagaan, seluruh pengawal berpakaian merah, nampak siaga disana, berbeda dengan penjagaan di tempat pertama yang hanya 10 orang, di lapis kedua, terdapat 20 orang penjaga. Suri dan pangeran Indra tak bisa lagi mengalahkan mereka dengan memanfaatkan kelegahannya, terpaksa melawan dari depan, untung saja Suri memiliki ilmu silat yang tinggi sehingga bisa dengan mudah mengalahkan mereka.
Walaupun mereka kalah jumlah dalam pertarungan itu namun mereka berhasil menyelesaikannya, keduanya saling memandang dan tersenyum puas, namun tiba tiba satu anak panah meluncur dengan cepat menyasar ke arah pangeran Indra, "Kandaaaa Awas!" Suri segera menangkis panah itu.
Namun pergerakan anak panah yang begitu cepat menbuat serangan Suri hanya membelokkan sedikit arah anak panah hingga melukai pelipis kiri pangeran, belum sempat bersiaga, anak panah kedua sudah datang menyerang lagi, Panah ke tiga, ke empat, dan seterusnya hingga tak terhitung banyaknya, beberapa berhasil melukai Suri dan Pangeran Indra meski tidak fatal. Hingga akhirnya dengan susah payah mereka berhasil mengalahkan sang pemanah gelap itu.
Keluarlah seseorang dengan pakaian serba hitam, turun dari sebuah pohon dengan gayanya yang seperti terbang, terlihat bahwa dia memiliki ilmu silat yang cukup tinggi dengan ilmu meringankan tubuh yang tidak bisa di anggap remeh, 'Pantas saja anak panah yang di lepaskannya bisa melesat begitu cepat karena dilepaskan dengan tenaga dalam yang cukup tinggi' Pangeran Indra membatin, Pria itu mendarat tepat 10 langkah di hadapan pangeran Indra. Sebagian wajahnya tertutup caping. "Sudah kuduga kau bukan Indra" orang itu mulai bicara.
Ha.. ha.. ha.. Jupin tertawa lantang, aku tak perduli apa yang kau katakan, bertahun tahun aku bersabar jadi budak ayahmu, tapi apa yang kudapat? tak ada! berharap si tua bangka itu mati, tapi hanya sia sia nyawanya terlalu alot, ha.. ha..ha.. Jupin tertawa lagi.
"Dasar bajingan kau Jupin, lawan aku, Hiyaaaaa! Pangeran Indra segera menyerang Jupin, namun Jupin berkelit dengan gerakan yang sangat cepat, serangan Pangeran Indra hanya mengenai tanah kosong.
__ADS_1
"Kau tak akan menang melawanku, racun yang kuberikan padamu sudah mulai bekerja mematikan syaraf syaraf mu, makin banyak yang kau lakukan makin cepat kau mati. Jupin tersenyum menyeringai. Pangeran Indra tak peduli terua menyerang membabi buta, akibatnya darah segar mulai keluar dari hidunh dan mulutnya.
"Kanda hentikan! kumohon hentikan!" Suri berteriak, dan masuk ke tengah arena, mendorong Pangeran Indra untuk mundur. "Kau bukan lawanku" Jupin berkata meremehkan, tapi Suri tak peduli, sebuah rencana telah bermain di kepalanya, hingga saat pertarungan berjalan makin sengit, pedang Suri terpental jauh.
"Sudah ku katakan kau bukan tandinganku, tapi lau boleh juga, andai kau mau kau bisa jadi pendampingku, setelah membunuh dia tentunya, Jupin menggerlingkan mata menggoda. Suri jijik melihatnya "Kau kira aku sudi, lebih baik mati dari pada harus bersamamu!". "Perempuan sialan, tidak tahu si untung, mati lah kau, Jupin menyerang Suri dengan pedangnya, kemarahan sudah menguasainya hingga kurang waspada, "Arkhhhh" Suri menikam Jupin dengan belati yang di sembunyikannya. "Kau.. perempuan licik" Darah mengalir dari sudut bibir Jupin. "Melawan orang licik sepertimu, juga harus dengan kelicikan. Jupin mati, karena tuaukan belati Suri tepat mengenai jantungnya.
Suri memapah pangeran Indra, berjalan dengan sempoyongan, hingga saat makin dekat ke arah lubang hitam mereka melihat lubang hitam yang tanpa penjaga. "Aneh kemana para penjaga yang kulihat tadi, apakah ini jebakan?
Pangeran Indra dan Suri sudah bersiap menghunus pedang saat sesosok pria dengan pakaian serba putih melayang ke arah mereka. Pria itu mendarat tepat di hadapan Pangeran Indra dan Suri. Pangeran tersenyum lebar, dan Suri menatap aneh atas reaksi pangeran Indra itu. "Kakek!" ternyata laki laki itu adalah kakek pangeran Indra Arya Wisesa.
Pangeran Indra langsung berlutut memberi hormat pada kakek sekaligus guruny itu, dan Suri hanya mengikuti apa yang dilakukan kekasihnya.
"Berdirilah, tak perlu basa basi lagi kita harus segera pergi, sebelum lubang hitam ini tertutup dan hanya akan terbuka 1000 tahun lagi. Pangeran Indra dan Suri sontak berdiri, dan sang kakek sudah melompat lebig dulu ke dalam lubang hitam itu. Pangeran Indra menggandeng tangan Suri dan mereka melompat bersama ke dalam lubang hitam. "Aaaaaaaaaaaaaaaa" mereka berputar putar di dalam lubang hitam yang tidak tahu dimana ujungnya.
__ADS_1
tq 12893 viewers, maaf jika ada typo typo pengrn kejar up 3x kalo bisa but 2 hari ini koq sepi banget, ngga da like dan komentπ ππππππ