Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri

Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri
29. Kasmaran


__ADS_3

Suri memecut kudanya semakin kencang saat benteng kerajaan Swarnabumi sudah terlihat samar-samar di kejauhan. "Hiyaaa! .. Hiyaaa..." tak sampai setengah jam Suri sudah melewati benteng, dan tiba di pasar, Suri turun menuntun kudanya sambil melihat lihat pasar malam, yang sudah sepi pengunjung karena malam semakin larut.


Pandangan Suri tertumpu pada penjual aksesoris yang menjual perhiasan buatan tangan, ada gelang terbuat dari akar kayu yang menarik perhatian Suri, Suri mendekati penjual aksesoris yang langsung berdiri menyambut kedatangan Suri.


Suri mengambil gelang yang ditaksir dan mencoba memakainya, "Cocok sekali Putri, gelang akar bahar itu, bagus juga untuk kesehatan bagi yang memakainya" penjual aksesoris memuji pilihan Suri. Suri hanya tersenyum tipis menatap penjual aksesoris Suri tahu penjual itu sengaja memuji agar Suri membeli dagangannya.


"Berapa yang ini Pak Cik?" Suri bertanya, "3 keping perak putri" "5 keping perak sahaja Pak Cik saya beli 2" Suri menawar. Penjual Aksesoris nampak ragu, tapi melihat Suri yang meletakkan kembali gelangnya membuatnya menjawab dengan cepat "Baiklah putri 5 keping perak untuk 2 gelang" penjual itu dengan sigap mengambil 2 buah gelang, memasukkannya ke dalam punjut kain, dan memberikannya pada Suri.


Suri bergegas pergi sambil tersenyum puas, sambil berkata dalam hati "trik lama yang selalu berhasil" pura-pura tidak jadi membeli jika tidak berhasil menawar.


Suri terus menelusuri pasar membeli beberapa kue yang menarik perhatiannya lalu bergegas pulang. Suri tiba di kediamannya, langsung menuju paviliun, beruntung tidak berpapasan dengan ayahandanya karena Suri cukup lelah dengan kejadian hari ini, ingin mandi dan langsung beristirahat.


Malam terasa amat panjang bagi Suri, selesai mandi dan makan, Suri ingin langsung tidur, tapi matanya sulit sekali terpejam, fikirannya selalu tertuju pada pangeran Indra kekasihnya.


Suri terbayang-bayang sentuhan Kekasihnya, Suri mulai hafal, pangeran selalu mencium keningnya, kedua matanya, hidungnya, lalu minta izin mencium bibirnya, Suri jadi senyum-senyum sendiri mengingatnya.


Sentuhan pangeran Indra seperti protokol kerajaan yang harus runtut di ikuti tahap tiap tahapnya, seperti dosa besar jika salah satunya di langgar.


Di Kerajaan Buana Gemilang


Pangeran Indra tersenyum di depan cermin mustika sakti, memperhatikan setiap gerak gerik Suri, sama seperti Suri, Pangeran Indra pun tak dapat memejamkan mata karena terus memikirkan buah hatinya, hingga pangeran bangun melihat Suri dari cermin mustika sakti.


Lelah karena tak dapat memejamkan mata Suri pun bersenandung :


Bila cinta menyapa

__ADS_1


keindahan syurga terlukis dijiwa


sehari tak bersua


resah dan gelisah tiada terkira


Hanya berjumpa jadi penawarnya


seakan di dunia tiada yang lainnya


Bila cinta menghilang


neraka dunia seakan menjelma


derai air mata membasuhi dunia


seakan semua tiada berguna


berkah yang dipunya tiada nilainya


dinding kaca bukannya batu


janganlah salah menaruh besi


jatuh cinta jangan terlalu

__ADS_1


bila berpisah hancurlah hati


cinta yang datang jangan dihadang


cinta yang hilang jangan dikenang


cinta hakiki tak kan terbagi


cinta sejati takkan terganti


Dinding kaca bukannya batu


janganlah salah menaruh besi


jatuh cinta jangan terlalu bila berpisah hancurlah hati


"Sabda Cinta"


Erie Suzan


Suri bersenandung hingga tak sadar Suri tertidur, senandung cintanya yang indah berganti dengkur halus Suri.


Di kerajaannya pangeran Indra pun beranjak ke peraduan, pangeran tersenyum, memejamkan mata hingga malam memeluk mimpinya bersama Suri.


Hai reader terima kasih sudah mampir membaca novelku, 193 view, tiap hari makin bertambah, terima kasih banyak, walaupun masih silent reader tapi sudah cukup memberi semangat buat aku tetap nulis. btw tetap kutunggu like dan commentnya 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2