Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri

Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri
12.


__ADS_3

Suasana di gelanggang yang sangat riuh dengan sorak soray penonton, tiba tiba sunyi senyap, saat pengawal mengumumkan ketibaan rombongan keluarga kerajaan "Paduka yang mulia raja Surya Buana tiba....." Penonton yang penuh sesak di jalan menuju tribun utama segera menyingkir ke sisi kanan dan kiri untuk memberi laluan kepada kereta yang mulia dan keluarga.


Yang mulia dan permaisuri duduk di singgananya di ikuti para pangeran dan puteri kerajaan Buana Gemilang, saat semua telah duduk di tempatnya yang mulia raja berdiri dan menyampaikan pidato singkatnya "Rakyat Buana Gemilang yang kucintai hari ini beta sangat bahagia karena pesta pernikahan Putera Mahkota dan Puteri Mahkota Dayang Suri telah berlangsung dengan gilang gemilang, hari ini hari terakhir dari 7 hari pesta perayaannya. Seperti tradisi kerajaan kita, semua pemenang pada lomba memanah dan berkuda ini akan di angkat menjadi prajurit kerajaan, dan berhak mengajukan 1 permintaan, ananda beta wajib mengabulkan permintaan itu selama tidak menyimpang dari aturan kerajaan Buana Gemilang, baiklah dengan ini beta nyatakan perlombaan pacuan kuda dan panahan resmi dilaksanakan. Duar! Duar! Duar! Tembakan panah berapi di lemparkan ke udara 3x tanda berlangsungnya acara pacuan hari itu.

__ADS_1


Pertandingan dilaksanakan sesuai kasta yang ada di kerajaan Buana Gemilang, kesatria, bangsawan, brahmana dan rakyat jelata, kecuali kasta brahmana semua ikut meramaikan pertandingan, semua bersemangat untuk menang, selain karena bisa langsung menjadi prajurit kerajaan, tapi bisa juga untuk mengabulkan 1 permintaan, rakyat jelata biasanya meminta hadiah koin emas, ada juga yang meminta sepetak sawah, kalangan kesatria dan para bangsawan lebih memilih jabatan dan pendidikan, semua peserta memiliki tujuan masing masing. Pertandingan di mulai dengan kasta yang paling rendah, seketika gelanggang menjadi riuh kembali karena pacuan yang sangat seru.


Pertandingan berlangsung sangat seru hingga tak terasa matahari mulai tergelincir ke barat, saat semua kasta telah selesai bertanding, dan hadiah telah di bagikan, Yang mulia telah berdiri bersiap untuk pidato penutup, tiba tiba semua dikejutkan oleh suara pangeran Arya, Tunggu! Aku ingin menantang puteri mahkota untuk bertanding denganku! Pangeran Arya berkata dengan lantang.

__ADS_1


Puteri Dayang Suri turut berdiri di samping suaminya seraya berkata, baik lah adinda, kuterima tantanganmu, bersiaplah, jika dinda kalah maka dinda harus siap menerima hukuman, apa bentuk hukumannya akan kuserahkan pada putera mahkota, kanda harap dinda tak akan menyesali kelancangan ini".


Puteri Dayang Suri mengambil busur panah dan menyampirkan anak panah di bahunya lalu berjalan tegap ke singgasana, memberi hormat pada yang mulia, dan berlari cepat ke arah Cantika, kuda putih dengan surai keemasan yang sangat cantik, lima langkah lagi tiba di depan Cantika, Dayang Suri melakukan salto dan mendarat tepat di punggung Cantika, seketika tepuk tangan gemuruh memenuhi gelanggang, semua berdecak kagum dengan atraksi yang dilakukan Dayang Suri. Semua penonton berdiri tak ingin kehilangan sedetikpun momen berharga yang hampir mustahil terulang lagi. Beberapa orang mulai bertaruh siapa yang akan memenangkan pertandingan.

__ADS_1


__ADS_2