Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri

Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri
110. Menuju hari bahagia 2


__ADS_3

Acara berlulur dan berinai baru saja usai, pangeran Indra mulai bosan karena tidak bisa melakukan apa apa, ia harus diam berbaring di tempat tidur menunggu inai di tangan dan kakinya kering, kalau saja tidak ingat ancaman dari bundanya, ia pasti sudah kabur lewat jendela, 'ini saja sudah membosankan apalagi harus mengulang, pasti tambah membosankan' pangeran Indra membatin kesal.


Tiba tiba timbul idenya untuk melihat apa yang di lakukan Suri dengan membelah raga, pangeran tersenyum membayangkan bisa melihat Suri, namun baru saja pangeran akan merafal mantera bayangan kakeknya Arya Wisesa muncul di depan matanya, pangeran langsung membuka mata. 'Astaga, kakek mengagetkan saja' pangeran menenangkan dirinya yang terkejut karena kemunculan kakeknya, belum hilang rasa terkejutnya pangeran mendengar suara kakeknya "Jangan coba coba melakukan apapun kalau tidak ingin pernikahanmu gagal, bersabarlah sedikit lagi" suara Arya Wisesa terdengar mengancam, pangeran Indra hanya bisa tersenyum lemah "Baiklah kakek" jawabnya pelan.


Karena terlalu bosan tidak bisa melakukan apa apa akhirnya pangeran Indra tertidur hingga tanpa iya sadari siang telah berganti malam. 2 orang dayang datang untuk membersihkan inai di jari tangan dan kaki pangeran, Kruk kruk tiba tiba perut pangeran berbunyi, dayang dayang yang sedang membersihkan kaki.pangeran saling pandang dan tersenyum "Cepat selesaikan, dan ambilkan aku makanan" Pangeran memerintah.


"Menjunjung titah pangeran" kedua dayang menjawab serentak sambil mempercepat membersihkan kaki pangeran.


Pangeran tersenyum menatap wajahnya dicermin, baju teluk belanga berwarna kuning gading dengan sulaman benang emas begitu membuat pangeran semakin tampan, tak lupa sebilah keris di selipkan di pinggangnya. Debaran jantungnya berpacu sedikit lebih cepat, meski berusaha tenang, pangeran Indra tetap saja tak bisa menyembunyikan debaran di dadanya.


Pangeran Arya tersenyum melihat kakaknya yang terlihat gugup, dan langsung menggodanya "Sudah kukatakan kanda, biar aku dinda saja yang menikah, seperrtinya kanda masih belum siap menikah" Pangeran Arya tersenyum mengejek kakaknya, dan 'Bugh' "Aww ! sakit kanda, ampun, ampun" Pangeran Arya mengangkat kedua tangannya tanda menyerah kalah, akhirnya mereka tertawa bersama. "Apa sebegitu kelihatan?" Pangeran Indra bertanya pada pangeran Arya saat tawa mereka reda. "Ya, sangat" Pangeran Arya menjawab sambil tersenyum. "Tenanglah kanda sebentar lagi dia akan jadi milikmu selamanya". "Kanda belum melihat dinda Berliana, apa dia tidak pulang bersamamu Arya?" Pangeran Indra bertanya tentang adik perempuan mereka satu satunya. "Ya ada, tapi Ibunda menugaskan dia untuk mendampingi calon kakak iparnya, juga khusus ditugaskan untuk melindunginya" Pangeran Arya menjelaskan dengan wajah menggoda. "Maksudmu menjadi mata mata ibunda?" Pangeran Indra bertanya dengan mata melotot tak percaya. "Ya begitulah, ibunda tahu kanda, kau tidak bisa dipercaya" Pangeran Arya tersenyum penuh arti, sementara Pangeran Indra hanya bisa menggeleng lemah, dan merapikan tanjaknya yang tiba tiba miring. "Sudahlah, ayo kita balairung, semua pasti sudah menunggu kita. Mereka berdua berjalan bersisian menuju balairunh istana, di ikuti beberapa orang dayang yang sejak tadi sudah menunggu di depan paviliun.


Musik zapin sudah terdengar dari kejauhan, suara merdu seorang penyanyi istana terdengar sayup sayup menyanyikan tembang selamat datang, mengalu alukan para tamu undangan. seluruh istana nampak begitu meriah dengan hiasan bunga bunga dimana mana, meski hanya dinominasi bunga mawar putih, tidak mengurangi keindahan pesta itu, sebaliknya semua nampak mewah dan sungguh romantis dengan nuansa putih dan emas dimana mana, istana berubah istana negeri dogeng yang serba putih. Semua begitu gembira, menyambut pesta pernikahan pangeran Indra dan Putri Dayang Suri dengan penuh sukacita.


Keluarga pengantin wanita sudah memenuhi pendopo utama tempat acara pernikahan akan di gelar, Panglima Hang Tuah duduk di kursi kehormatan di dampingi istrinya Dayang Intan. Panglima nampak sangat gagah dengan pakaian berwarna putih dilengkapi songket berwarna emas lengkap dengan tanjak yang juga berwarna emas, serasi dengan pakaian yang dipakai istrinya yang juga berwarna putih, dilengkapi selendang berwarna emas yang senada dengan songket yang dikenakan panglima sungguh menambah aura kecantikannya.

__ADS_1


Seluruh keluarga mempelai wanita duduk berpasangan sesuai dengan tingkatan mereka dalam keluarga, pengantin wanita duduk di dalam ruang khusus yang telah disediakan, karena sesuai adat di kerajaan buana gemilang pengantin wanita tidak diperkenan hadir sebelum sah bergelar istri.


Putri Dayang Suri nampak sangat cantik malam ini dengan baju kebaya putih bersulam benang emas, rambutnya yang panjang disanggul sederhana, perhiasan intan berlian turut dikenakan, tak lupa selendang berwarna putih dan mahkota kecil di kepalanya melengkapi kesempurnaan penampilan Putri Dayang Suri malam ini. Kecantikan alaminya makin terserlah dengan riasan wajah sederhana sungguh tidak dapat di ungkapkan dengan kata kata.


Sementara itu di balairung istana Yang Mulia Raya Surya Buana dan Permaisuri Intan Buana duduk di singgasana, semua rombongan sudah bersiap untuk menuju pendopo utama tempat acara pernikahan dilangsungkan. Permaisuri berkali kali menatap ke arah paviliun pangeran Indra namun yang di nanti tak kunjung kelihatan batang hidungnya. Yang mulia Raja Surya Buana mengenggam tangan permaisuri untuk menenangkannya.


Tak lama kemudian yang ditunggu tunggu akhirnya tiba, permaisuri tersenyum lega dan langsung berdiri menyambut kedatangan putra nya itu. Rombonganpun langsung berjalan membentuk iring iringan menuju pendopo utama kerajaan dengan pangeran Indra dibarisan depan di apit raja dan permaisuri.


Melihat iring iringan pengantin pria memasuki pendopo musik yang memeriahkan acara langsung berhenti, pengawal di pintu utama mengumumkan kedatangan rombongan pengantin pria. Semua yang hadir langsung berdiri. Semua menunggu rombongan tiba di pendopo dengan penuh hikmat.


Saat iring iringan tiba di pendopo musik kembali dimainkan para penari langsung masuk ke tengah pendopo menarikan tarian persembahan sebagai penghormatan pada rombongan mempelai pria. tujuh penari yang cantik jelita di dampingi tujuh penari pria tampan menari dengan lincah, semua menyaksikan dengan gembira.


Tibalah acara berbalas pantun untuk membuka palang pintu, dua gadis memegang selendang di sebagai penghalang jalan bagi mempelai pria, rombongan pengantin belum diperkenankan masuk jika belum menyelesaikan kewajiban mereka, perdana menteri mewakili pihak pengantin wanita, dan pihak pengantin pria diwakili oleh menteri kebudayaan mereka akan saling berbalas pantun sebagai acara adat yang tidak boleh dilewatkan


Menteri Kebudayaan memulai pantun :

__ADS_1


Assalamualaikum kami ucapkan


kepada tuan tuan sekalian


kami datang bersama rombongan


salah dan silaf mohon maafkan


Perdana Menteri :


Walaikum salam kami sambutkan


kepada tuan tuan sekalian


apa maksud dan tujuan

__ADS_1


kami disini sangatlah heran


15316 view, tq reader semua, maaf beribu maaf, kesibukan author di dunia nyata bikin kehaluan author mandegπŸ™ˆ maaf banget ya, tiap 3 hari pasti dapat surat cinta jadi walaupun gantung tetap harus update, semoga author mood nya segera bagus ya, mks tetap setiaπŸ™ love you manyak manyak😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2