
Sultan Kembali ke kediamannya sebuah kondominum di pusat kota hanya orang orang tertentu yang tinggal disana keamanan yang sangat terjamin membuat kondominium ini sangat eksklusif dan mahal. Pengamanan di tangani langsung oleh FBI, Makanan di datangkan langsung dari restoran restoran yang telah meraih bintang michelin bisa di pastikan semua layanan di Kondomium ini adalah layanan first class.
"Sultan menelpon asistennya di kamar yang bersebelahan dengan kamar Sultan. "Anwar, datang ke bilik beta" ("Anwar datang ke kamar saya") "Baeklah tuanku" Anwar muncul dari pintu kamar yang terhubung langsung ke kamar Sultan, Asisten Sultan itu hanya diam menunggu Sultan bicara. "Anwar rahasiakan ini dari pada pengetahuan Permaisuri, beta tak mahu tibe tibe sahaje permaisuri datang, awak kan tahu intan payong permaisuri tu tak boleh sakit sikit pon, boleh gaduh nanti satu hospital dibuatnye" "Baeklah tuanku"
And then awak kena siasat apa yang dibuat adinda beta, jika dia tahu kemalangan ini membuat anaknde beta hilang ingatan dia pasti akan buat yang lebih teruk lagi, atau menurut beta ada kemungkinan anaknda hamba kena bomoh, siasat semua, beta nak esok dah dapat jawaban pasti dari awak" "Baeklah tuanku" dalam hati Anwar merutuk 'Ya Allah tolonglah hambamu ini, dalam sehari kena selesaikan masalah yang teruk macam ini'. Anwar segera mendelegasikan tugasnya pada tim detektif khusus kerajaan Johor untuk menyelidiki apa yang diperintahkan Sultan Ibrahim, tak lupa disertai ancaman jika mereka gagal maka mereka akan langsung dipindahkan menjadi pengawal penjara pulau terasing, bisa di pastikan tak ada yang mau pindah kesana karena letaknya yang jauh di pulau terpencil tak ada kendaraan yang bisa masuk kesana kecuali helikopter. Dipindahkan kesana sama saja dengan pindah ke pulau kematian.
"Ha..ha..ha.. rasakanlah tak kan aku nak tenggelam sorang, aku akan bawak korang semua jika gagal melaksanakan tugas, Anwar tersenyum licik.
Sementara itu pangeran Indra yang berada di rumah sakit mulai bosan karena hanya berbaring di kamar saja. Saddam asistennya juga tak terlihat batang hidungnya. 'Bosan sekali, entah tempat apa ini, semua serba aneh, belum pernah kutemui sebelumnya, jangankan menemukan Suri aku berada dimana saja tidak tahu haduuuuh' Pangeran menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Tak lama terdengar pintu di ketuk, tok tok tok dan muncullah si manusia menjengkelkan Saddam asiatennya. "Hei awak ni pegi mana bosan tau duduk sorang sorang dalam bilik ni. ("Hei kamu pergi kemana, saya bosan ditinggal sendiri di kamar ini") "Amboi tuan muda macam budak kecik je, kalau bosan tu pandai pandai lah tengok tv ke, main game ke kat phone tu, tak kan tu pon saye nak ajar?" (Amboi tuan muda seperti anak kecil saja, kalau bosan kan bisa nonton tv, atau main game di handphone") "Tengok tv, main game?" ape tu?" "What!" Saddam begitu terkejut hingga tak sadar dia melompat dari kursinya. 'Ya Allah apa dah jadi ni, terok sangat ke kepala tuan muda ni, sampai buka tv tak tahu, phone tak tahu' Saddam membatin bingung.
"ini tv tuanku" Saddam menunjukkan benda persegi yang menempel di dinding memencet remotenya, kebetulan saat tv nya nyala channel yang ada adalah the animal seekor harimau sedang menerkam mangsa, melihat itu Pangsran Indra langsung memasang kuda kuda siap melawan harimau itu, Saddam yang melihat hanya melongo 'Ya Allah ape lagi ni' batinnya "Tuan muda, tu cuma gambar je, bukan ada pon harimau tu, tak boleh keluar, tengok ni", Saddam menyentuh layar TV, barulah Pangeran Indra tenang 'Dunia apa ini semua bikin aku tidak tenang, semoga Suri bisa segera kutemukan agar bisa segera kembali'. Pangeran membatin sambil memijit mijit kepalanya yang terasa sangat pusing.
Saddam mematikan TV, tak ingin ada kejadian susulan setelah kejadian tadi, sebelumnya dia berniat ingin memberikan handphone pada tuan mudanya tapi di urungkan karena tak ingin sesuatu yang aneh terjadi lagi.
"Sebaeknye tuan muda berehat, supaya lekas sembuh, tak payah fikir bukan bukan" Saddam menyelimuti Pangeran Indra dan kembali ke tempat duduknya.
__ADS_1
Saddam berkirim pesan via whats up ke Asisten Sultan, menyampaikan apa yang baru saja terjadi,
Saddam \= keadaan tuan muda makin teruk, you tau tak pas aku tadi buka tv, dia meloncat pas tengok harimau nak terkam
Anwar \= what π±
Saddam \= iye, masa tu tadi aku rasa nak ketawa ada, kesian pun ada, tuan muda macam manusia primitif.
Anwar \= jaga sikit cakap kau tu, aku bagi tau sultan mati engkau kang!π
Saddam \= Ay! sejak bila plak engkau jadi mak cik bawang nieπ°
Saddam \= Nak denga ke tak nie?
Anwar \= ok ok, so? ape jadi lepas tu
Saddam \= Tak de, aku ingat nak bagi die main game kat phone dia, tapi tengok macam tu,tak jadilah nanti macam macam hal pulak jadi kan.
__ADS_1
Anwar \= betollah tu, biz tu tuan muda macam mana?
Saddam \= Aku suruh je die membute, aku kate supaya lekas sihat, naseb baeklah die nak denga cakap aku, kalau tak tak taulah aku ape nak.
Anwar \= Aku raselah kan tuan muda tu mesti kena bomoh, betol tak?
Saddam \= Aku rasa macam tu jugak, kalau iya pon teruk pasal accident hari tu tak kan lah sampau lupe semua kan?
Anwar \= betol lah tu, nanti aku syor kan pada tuanku bawa balik je tuan muda, kite cuba care kampong pulak.
Saddam \= Dah care modern tak boleh sihat, mestilah cara kampong kan.
Anwar \= Okey lah, aku nak tido dah ngantok sangat nie, esok kita jumpa bye
Saddam \= bye
(yang nak translate sile tinggalkan jejak di komenπ)
__ADS_1
yang minta crazy up, hari ni dah up 3x, jangan kedekut, bagilah sedekah like, koment, n π i love you moreπππ