Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri

Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri
46. Pesta Panen Kerajaan Tanah Gadang


__ADS_3

Para tamu kerajaan sudah mulai berdatangan, Rumah Penginapan juga mulai penuh dengan tamu tamu yang ingin meramaikan pesta panen. seluruh kota sudah hiruk pikuk sejak pagi para pedagang musiman sudah mulai memenuhi jalan memasang tenda tenda dadakan untuk menggelar dagangannya. pedagang Kain menggantung kain dagangannya, kain berwarna warni yang digantung berkibar kibar seakan umbul umbul berwarna warni, pedagang aksesories berteriak teriak menawarkan dagangannya "Sunting emas, sunting perak sunting emasnya nona mari mampir, model terbaru! pedagang gorengan tak kalah riuhnya menjujung dagangannya di atas nampan, menjajakannya berkeliling "Pegede angek! pegede angek!, sala lauak! sala lauak! sungguh meriah.


Dari kejauhan terlihat rombongan Menteri Kebudayaan Kerajaan Tanah Datar Datuk Rangga. Menteri Kebudayaan melakukan evaluasi akhir untuk memastikan pesta panen tahun ini berjalan lancar. Ada 3 acara inti pada acara pesta panen, arak arakan gunungan hasil panen dari 7 negeri bagian kerajaan tanah datar, semua di hias indah karena pemenangnya akan mendapat hadiah 7 ekor sapi dan 7 karung bibit padi terbaik. arak arakan berikutnya adalah rombongan kereta raja dan seluruh keluarganya dari 7 negeri bagian, dan acara puncak yang paling di nanti acara malam pertunjukan bakat, semua putri raja dan putri bangsawan dari seluruh negeri berlomba lomba menunjukkan bakatnya agar terlihat oleh para pangeran, tentu saja supaya para raja tertarik untuk menjadikan mereka menantu, istri maupun selir.


Semua bergembira menyambut pesta panen yang akan berlangsung selama 3 hari, di mulai malam ini saat bulan sedang terang benderang purnama ke empat belas.


Seperti di pasar begitu pula di istana Tanah Gadang tak kalah sibuknya, seluruh istana sibuk mempersiapkan pesta panen, sebagai tuan rumah tentu harus memastikan pesta berjalan lancar.


Di kamarnya Suri sedang bersiap, baju kurung merah cabe makin terlihat merahnya di kulit Suri yang putih, riasan lengkap dengan sunting emas bertahtakan berlian makin menambah kecantikannya hari ini. "Wow, putri..putri cantik sekali seperti bidadari yang turun dari kayangan" Siti melongo menatal kecantikan putri junjungannya "Pasti banyak yang akan terpesona malam ini, putri cantik sekali.


"Ada apa siti tak biasanya kau memuji berlebihan, pasti ada maunya" Suri menatap Siti pura pura marah "Maafkan hamba putri, hamba tak ingin apa apa, putri memang sungguh berbeda hari ini" Siti menatap Suri sungguh sungguh "Ha3x kena kau Siti, beta hanya bergurau, andainya kita bisa berjalan jalan di pasar malam ini pasti akan lebih menyenangkan" wajah Suri mendadak suram.

__ADS_1


Tiba tiba saja wajah suram itu berubah menjadi ceria, "Siti sini!"Suri meminta Siti mendekat dan membisikkan sesuatu ke telinga Siti "Apa?" Siti terkejut, "Hamba tidak berani putri, kalau Yang Mulia tahu kita pasti akan di hukum berat". Siti menggeleng tak setuju dengan ide putri junjungannya.


"Terserah kau saja, aku tetap akan pergi walaupun kau tidak mau ikut denganku" Suri menatap tajam pada Siti, akhirnya Siti mengangguk pasrah "Kau memang temanku yang baik Siti" Suri memeluk Siti, tak melihat wajah Siti yang terkejut dengan tingkah junjungannya yang aneh.


Arak arakan baru saja di mulai, rakyat kerajaan Tanah Gadang bergerombol memenuhi kiri kanan jalan utama ibukota Pagaruyung, Kereta paling depan kereta kerajaan Tanah Tinggi Pangeran Mairil Anuar Duduk dengan gagah di kursi kebesarannya Gunungan hasil panen dari kerajaan mereka adalah gunungan Padi yang dibentuk menyerupai Sapi, lengkap dengan bajaknya sangat indah, apalagi ada pula.seekor burung kecil dan patung seorang gembala bermain seruling di atasnya, makin membuat hidup gunungan itu.


Gunungan ke dua berbentuk Lumbung padi dari susunan jagung, karena hasil utama kerajaan Taratak Buluh adalah jagung, kuningnya jagung nampak semakin bercahaya ditimpa cahaya lampu lampu malam itu, pangeran Rindra berdiri gagah di keretanya mengiringi gunungan dari kerajaannya.


Gunungan ke 4 berasal dari kerajaan Batang Hari gunungan terbuat dari susunan gandum yang disusun sedemikian rupa hingga membentuk seperti kue yang sangat enak, Pangeran Marah Ruli Duduk angkuh di kursinya, Pangeran tampan yang terkenal sangat dingin, tatapannya tajam membius siapa saja yang melihatnya, rakyat yang tadinya riuh saat pangeran Hatta lewat seketika sunyi senyap, tenggelam dalam pesona pangeran Ruli.


Gunungan ke lima, ke enam, dan ke tujuh, adalah gunungan dari kerajaan tujuh batu, kerajaan Bukit Tinggi, dan Kerajaan Sijunjung, ke tiganya hanya berbentuk gunungan biasa, gunungan padi berbentuk kerucut ditambah sayuran buah buahan dan biji bijian, ke tiga kerajaan sudah pernah menang sebagai gunungan terbaik, oleh karena itu gunungan mereka tidak di nilai hanya melengkapi gunungan saja, sesuai ketentuan negeri yang sudah pernah memenangkan gunungan terbaik tidak berhak menang lagi sebelum semua negeri mendapat kemenangan yang sama, hal ini dibuat demi kerukunan semua negeri. Oleh karena itu Kerajaan Tanah Gadang sangat makmur, aman dan tentram, sesama negeri saling menjaga sebagai saudara yang saling membutuhkan bukan saingan yang saling menjatuhkan.

__ADS_1


Arak arakan tiba di tribun utama Raja Bagagar Alam Sakti duduk di singgananya berdampingan dengan Permaisuri Mutia Ayu, di kiri kanannya duduk Putri Dara Jingga dan Putra Mahkota Pangeran Bagagar Syah.


Arak arakan berlalu perlahan melewati Tribun utama, semua mata pangeran terpaku menatap Putri Dara Jingga, yang sungguh cantik jelita, auranya terlihat sangat memukau. Pangeran Hatta melotot hampir tak bisa menahan diri untuk menghampiri putri Dara Jingga di Tribun Utama 'Benarkah itu Puteri Dara Jingga? ternyata dia secantik bidadari, mengapa selama ini aku tak menyadarinya?' Patut di perjuangkan pangeran Hatta tersenyum nakal, iblis iblis di darah plamboyannya pasti sedang memberikan bisikan bisikannya.


Pangeran Ruli yang terkenal dingin, tak pernah peduli dengan puteri manapun malam ini begitu terpesona, pangeran yang duduk di singgasana berdiri tegak tak berkedip menatap Puteri Dara Jingga, "Beginikah rasanya terpesona, seketika aku jatuh cinta padanya pangeran membatin.


Semua pangeran begitu terpesona dengan kecantikan Puteri Dayang Suri selama ini puteri yang manja dan keras kepala begitu melekat pada puteri Raja Bagagar Alam itu, tak ada yang menyukai sikap kekanak kanakannya. Berbeda sekali dengan malam ini semua terbius dengan kecantikannya yang anggun mempesona, semua pangeran berkata dalam hati ingin mengejarnya.


Arak arakan terus berlanjut dengan kereta para anggota kerajaan di belakangnya. Arak arakan selesai saat lewat tengah malam. Semua begitu gembira di malam pertama pesta bulan purnama yang terang benderang di atad sana seakan tersenyum riang menyaksikan pesta yang meriah. Menteri Kebudayaan tersenyum bangga, hari pertama pesta panen berjalan dengan lancar di bawah pimpinannya.


Tq reader, masih berusaha up tiap hari, sebelum siap ngajuin kontrak, nulis 1000 kata terasa masih berat, btw tw 874 view maaf kalo dikit, sanggupnya baru segini. i love so much more😘

__ADS_1


__ADS_2