Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri

Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri
67. Apa dia sudah gila?


__ADS_3

Sementara itu Ayu sedang kesal di kamarnya Ayu yakin pangeran Arya sedang mengintip tadi 'Apa dia sudah Gila?, dia sengaja mengintipku' Ayu membatin.


'Apa sebenarnya yang dia inginkan? kalau di fikir fikir mustahil juga kalau dia mencintaiku, dari dulu dia selalu dingin, kenapa sekarang mendadak berubah manis padaku, sudah lama tidak muncul tiba tiba muncul berubah begini, meresahkan' Ayu terus mengomel sendiri memikirkan perubahan yang terjadi pada pangeran Arya kakaknya itu. Sebagai anak selir pangeran tidak pernah memiliki ambisi akan kekuasaan, pangeran sadar sepenuhnya dia hanyalah putra seorang selir, dengan alasan ingin menimba ilmu pangeran menjauh dari kehidupan istana yang penuh dengan tipu muslihat dan intrik, pangeran berkelana keluar masuk hutan dan berguru ilmu pengobatan juga ilmu olah kanuragan pada banyak guru, pangeran kembali sebab ibunya sakit keras, tapi malang pangeran terlambat , ibundanya tidak tertolong dan meninggal sebab sakit misterius yang di deritanya.


Pangeran bertekat untuk mengusut tuntas siapa dalang dari kematian ibunya, namun karena kurang waspada pangeran malah menjadi korban, pangeran sekarat karena minum racun, dan ternyata dalang dari semuanya adalah ibu Suri Ratu Ayu Mayang Sari, dari awal ibu Suri tidak suka dengan Selir Diah Ayu Pitaloka, Raja Gajah Pati Sangat menyayangi Diah karena Diah adalah kekasihnya. Raja Gajah Pati mau menikah dengan Permaisuri Ayu Rengganis asalkan di izinkan menikah dengan kekasihnya Diah Ayu Pitaloka.


Ibu Suri terpaksa menyetujuinya, tapi dengan licik berusaha melenyapkan Diah dengan segala cara. Diah Ayu tahu dirinya diracun namun tetap meminumnya demi keselamatan putranya, racun yang sangat mematikan tidak berasa dan tidak berbau, hingga tidak terdeteksi oleh tabib manapun yang secara perlahan menggerogoti tubuhnya hingga merusak seluruh organ dalam tubuh, saat makin parah akan mengakibatkan kematian.


Karena itu untuk menyelematkan Pangeran Arya, Diah Ayu meminta pangeran untuk menjauh dari istana dengan alasan untuk menimba ilmu. Pangeran Arya tidak pernah tahu apa yang terjadi hingga dirinya juga diracun oleh ibu Suri, Saat dirinya sekarat ibu Suri menceritakan semuanya dengan puas karena telah berhasil mengingkirkan ibu dan anak yang sangat dibencinya itu. Pangeran Arya mati, namun secara ajaib bangkit dengan sehat pada esok harinya, tak ada yang tahu pangeran Arya telah menyerahkan raganya pada pangeran Indra dengan begitu dia akan dapat menuntut balas atas kematian ibunya.


'Sungguh tragis' bathin pangeran Indra, demi mengamankan kekuasaan mereka sanggup melenyapkan nyawa siapa saja. Pagi hampir menjelang saat ingatan ingatan pangeran Arya Dwipangga berhenti muncul di kepala Pangeran Indra, sangat menguras tenaga hingga pangeran segera terlelap karena kelelahan.


Tok tok tok, "Gusti pangeran" Wiro sudah mengetuk berulang kali tapi tidak ada sahutan, Wiro hampir putus asa saat pintu kamar Pangeran Arya akhirnya terbuka. "Gusti pangeran, Putra mahkota sudah menunggu di taman, pangeran ingin sarapan bersama" Wiro menjelaskan sambil menunduk "Sampaikan pada putra mahkota tidak perlu menungguku nanti aku akan menemuinya di tempat biasa" "Sendiko dawuh gusti" Wiro segera berundur sambil berfikir betapa beraninya pangeran Arya menolak panggilan seorang putra mahkota.

__ADS_1


"Dikmas" Putra mahkota menghampiri Pangeran Indra di sebuah tempat hiburan Bunga, tempat makan yang juga menyajikan hiburan tarian dan pertunjukan lainnya bagi kalangan bangsawan dan orang kaya di Majapada, Mereka duduk di balkon lantai 2 ruang yang menghadap langsung ke panggung pertunjukan. Pangeran Indra asik melihat pertunjukan tari, hingga tak menyadari kedatangan putra mahkota.


"Aku kira kau hanya suka melihat Ayu menari, tak kusangka kau memang menyukai tarian" Putra mahkota tersenyum mengejek. "Kangmas, sejak kapan kangmas datang? maaf karena asik menonton tidak menyadari kedatanganmu" pangeran berkata sungkan. "Ah dikmas, beranu ku katakan jangan sungkan begitu, jika kita hanya berdua, abaikan semua tata krama, anggap saja kita teman" putra mahkota pura pura kesal lalu berbisik, "Apa kau tahu dikmas kadang kadang aku berfikir ingin lari dari istana hidup menjadi rakyat jelata pasti menyenangkan bukan?"


Pangeran Indra tidak menjawab, pura pura serius menyantap makanan, "Apa yang ingin kau bicarakan padaku Adi?" Pangeran Indr bertanya sambil terus makan "Wahhhh! pangeran Adipura melongo, terkagum pada apa yang baru di dengarnya. "Apa kau sudah mulai mabuk Arya, ha.. ha.. ha.. aku suka kau seperti ini kita bisa jadi teman minum".


"Apa kau menyukai Ayu" tiba tiba saja Pangeran Adi bertanya serius. Pangeran Indra yang sedang minum langsung tersedak mendengarnya. "Apa?" hanya itu yang sanggup dia katakan.


"Ayu berulang kali melihat kau menatapnya, bukan seperti tatapan seorang kakak pada adiknya, tapi tatapan seorang laki laki pada seorang wanita". Pangeran Adi menjelaskan dengan santai. "Apa aku harus menjawabnya?, sungguh bodoh" Pangeran Indra pura pura kesal.


"Aku tahu apa yang menyebabkan kau begitu padanya, tapi lebih baik kau sendiri yang mengatakannya" Pangeran Adi menatap tajam pada pangeran Indra. 'Dia bilang sudah tahu?aku harus bagaimana? Pangeran Indra membatin bingung, akhirnya pura pura minum untuk menutupi kegelisahannya.


"Kau tidak perlu malu padaku, mencintai bukanlah dosa, tapi kau harus berusaha melupakannya, biar dia tenang di surga" Pangeran Adi bicara panjang menasehati Pangeran Indra. Pangeran Indra tetap diam pura pura fokus pada minumannya 'Apa lagi ini, cinta? melupakan? siapa yang di surga?' batin pangeran Indra.

__ADS_1


"Aku tahu, kau suka menatap Ayu karena wajahnya mirip kekasihmu Sekar Arum bukan?, tapi dia bukan Sekar Arum Arya, kau harus sadar itu" Pangeran Adi terus bicara. 'Owh.. ternyata begitu, tidak sia sia aku diam, memang diam itu emas' batin pangeran.


"Hei! Kau harus dengarkan nasehatku, aku ini kakakmu, putra mahkota, kau harus patuh ingat ya, he.. he.. he.. ternyata Pangeran Adi mulai mabuk, karena terlalu banyak minum, bicaranya mulai aneh, Pangeran Indra tersenyum dam memapah Pangdran Adi untuk pulang, dua orang pengawal setia Putra mahkota langsung membawanya.


"Antar Putra Mahkota pulang" perintah Pangeran Indra "Sendiko dawuh gusti" dua pengawal itu menjawab serempak.


Pangeran Indra kembali minum seorang diri saat seorang wanita penghibur datang menghampirinya, Kedasih nama wanita penghibur ini, kembangnya tempat hiburan Bunga, wajahnya cantik karena riasan yang terlalu tebal tubuhnya yang agak berisi makin menggoda karena kebaya ketat yang dipakainya, hingga setengah dadanya menonjol keluar karena korset yang terlalu ketat.


"Tidak enak minum sendiri gusti pangeran, hamba akan menemani gusti" Kedasih berbicara manja dengan gerakan menggoda yang sangat dibuat buat. menyodorkan segelas minuman kepada Pangeran Indra. Pangeran Indra jengah melihatnya 'Dasar murahan' batin pangeran. Tiba tiba "Aww..maaf gusti pangeran hamba tidak sengaja" Kedasih pura pura merasa kaget, lalu segera mendekat mengelap minuman yang tumpah di dada pangeran dengan ujung kebayanya, mereka terlalu dekat hingga dada Kedasih menempel di dada Pangeran Indra.


"Pangeran mendekat seakan ingin memeluk, Kedasih senang sekali, fikirnya pangeran sudah masuk perangkap pasti sebentar lagi pangeran akan jatuh dalam pelukannya, angan angannya langsung melayang tinggi, dirinya pasti bisa menjadi selir pangeran, Kedasih tersenyum bahagia.


Kedasih seakan terbang saat Pangeran berbisik di telinganya "Kau yakin ingin menemaniku? aku pastikan ini", pangeran meremas dada kanan Kedasih, membuat Kedasih mengerang lemah, "Dan ini" Pangeran meremas dada kiri Kedasih membuat erangan Kedasih makin kencang karena senang, namun tiba tiba wajahnya berubah pucat saat mendengar kalimat terakhir Pangeran Indra "Tidak akan menempel lagi ditubuhmu" Kedasih melompat mundur, menatap wajah bengis Pangeran Indra "Ampun, ampun gusti" Kedasih melangkah mundur dan berlari meninggalkan kamar itu.

__ADS_1


'Apa dia sudah gila?' Kedasih membatin dan terus berlari tanpa mempedulikan tatapan heran orang orang yang melihatnya.


tq 2085 view, dukung terus Dayang Suri dan Pangeran Indra😘


__ADS_2