
Zarra baru saja kembali ke kamarnya ketika seseorang mengetuk pintu tok.. tok.. tok.. "Encik Zarra" "Ye sekejab" Zarra membuka pintu, Saddam berdiri di depan
pintu dengan 4 buah kotak "Tuan muda nak awak pakai malam ni" Zarra menatap kotak ditangannya, 'Ape pulak ni?' batin Zarra. Seakan mendengar apa yang ada difikiran Zarra Saddam pun menjelaskan "Tuan nak awak ikut ke istana malam ni" "What!" Zarra tak sadar sudah berteriak, Saddam melotot menatap Zarra, Zarra menutup mulutnya dan kotak yang dipegangnya jatuh ke tepat di kaki Saddam. "Aww..." Saddam berteriak "Sorry.. Sorry Encik saya tak sengaja" Zarra segera memungut kotak yang jatuh, dan memungut baju yang sudah keluar dari kotaknya. "Maaf Encik Saddam saya kena pergi ke?" Zarra bertanya pada Saddam dengan wajah memelas, tapi yang ditanya malah menjawab "Awak kena siap 7.30 PM" Saddam berlalu pergi meninggalkan Zarra yang terduduk lemas.
Zarra duduk di depan cermin menatap jam di sudut meja riasnya 6.30 PM 'satu jam lagi' Zarra membatin. Zarra menatap wajahnya dicermin bingung harus melakukan apa, membuka kotak yang diberikan Saddam padanya Gaun berwarna pink, satu pasang sepatu high heels berwarna senada, dan sepasang anting berlian.
Saat Zarra menatap barang barang itu terdengar ketukan di pintu "Encik Zarra, Saya Mira, saya datang nak solekkan awak" suara gemulai yang terdengar aneh di telinga Zarra. "Ye, tunggu jap" Zarra buru buru membuka pintu. Zarra masih melongo melihat dua orang yang berdiri di sana satu orang laki laki dengan rambut pirang yang berdandan maskulin tapi terlihat menor dengan make up nya yang tebal dan seorang wanita yang berambut pendek yang tomboy 'dua orang ni tetukar jantina agaknya' batin Zarra'. Zarra masih mematung di pintu ketika laki laki itu memaksa masuk membuat Zarra terdorong ke samping. Perempuan tomboy yang dari tadi asik mengunyah permen karet mengikuti di belakangnya dengan membawa 1 buah tas dan 1 buah gaun.
"Ok, Encik Zarra saya Mira, dan ini asisten saya Andi, Tuan muda yang suruh kita datang solek awak, dah duduk kita mulakan tak banyak masa lagi ni, awak tahu lah kan tuan muda tu macam mana, kalau awak lambat siap lah awak nanti, saya tak nak tuan muda salahkan saya"
Zarra hanya menurut duduk di depan cermin, sementara laki laki yang bernama Mira itu terus saja bicara tanpa henti sambil memoles alat make up di wajah Zarra. 40 menit kemudian Mira selesai "Ok, finish" suara Mira membuyarkan lamunan Zarra, saat Zarra menatap cermin betapa terkejutnya Zarra "I ke tu?" wajah di cermin begitu berbeda Zarra seperti tak mengenali dirinya sendiri "Ye lah, sape lagi kalau bukan you Miss Cinderella" Mira menjawab pertanyaan Zarra dengan gemulai.
"Miss Cinderella?" Zarra bertanya bodoh "Ye la, Miss Cinderella, tak kan you tak sedar lagi Encik Zarra oy, seorang Nurse berdampingan dengan Tuan Muda Pangeran Yazzid, tak kan nak sebut beauty and the beast pulak, kan?"
Zarra menatap tajam pada Mira "You nie, nak puji ay ke nak hina Mira?" Mira baru sadar kalau ucapannha menyinggung Zarra "Upss Sorry encik Zarra,saya tak maksud macam tu", "Engkau tu kan Me, selalu macam tu, asek asek telepas cakap, maaf lah Encik Zarra Amer tu memang macam tu" Andi yang sejak tadi diam berbicara membela Mira.
__ADS_1
"Amer? you panggel ay Amer? Mira lah Mira dah berapa kali ay cakap call me Mira not Amer!" Mira begitu kesal "ha... ha..ha.." Andi dan Zarra tertawa bersama melihat Mira yang kesal karena di panggil Amer.
"Dah lah tu jangan merajok" Andi menenangkan Mira. "Jom encik Zarra saye tolong saling baju" Andi menuntut Zarra untuk berganti baju, "Kenapa pulak you yang tolong, ay kan ade?" Mira merungut kesal "Hello encik Amirul bin Muhammad Ibrahim" tak kan you nak tengok Encik Zarra salin baju" Andi melotot pura pura marah "You ni kan Andira suke sangat buat ay marah, ay tak selera lah nak tengok, takkan tak faham faham lagi" Mira merajuk.
Zarra ingin memujuk,tapi ditahan Andi "Dah lah Encik Zarra biarkan je nanti kite lambat pulak" Zarra akhirnya mengikuti Andi berganti pakaian di sudut kamar, Andi menarik tirai melindungi Zarra yang yang berganti pakaian, tapi sesaat kemudian Zarra tidak jadi memakai pakaian yang diberikan Andi. "Andi, Sorry saya tak boleh pakai baju nie" "Kenapa Encik?" "Tuan dah bagi baju tadi,suruh saya pakai" "Owh.. cakap lah, kat mana baju tu saya tolong ambekkan" "Kat depan cermin dalam box" Andi bergegas mengambil dan memberikan pada Zarra.
"Wow.... lawanye awak encik Zarra macam artis Fazura" Andi memuji Zarra. "Mesti tuan terpesona tengok awak nanti you look soo beautiful" Mira turut memuji. "Cuba pusing" Mira meminta Zarra berputar untuk memastikan bahwa sudah tidak ada lagi yang kurang dari penampilan Zarra, Zarra berputar dua kalu "Perfect" Mira tersenyum puas. "Ok Encik Zarra kita minta diri dulu" Mira dan Andi pamit setelah cipika cipiki. Zarra tersenyum menatap pantulan wajahnya di cermin, wajahnya begitu cantik, selama ini Zarra tidak pernah menggunakan make up, hanya bedak dan lipstik saja hingga tampilannya malam ini begitu membuat Zarra takjub.
Suara dering handphone mengalihkan perhatian Zarra "kring.. kring" Zarra menatap nama dilayar handphone Saddam "Ye encik Saddam" "Are you ready" "Ya saye dah siap" "Ok, cepatlah turun" "Baeklah Encik" Zarra menutup panggilan telpon, mengambil Clutch berwarna pink di ranjang dan melangkah cepat.
Saddam sudah menunggu di mobil membukakan pintu untuk pangeran dan Zarra, tapi Zarra menolak dengan isyarat tangan bahwa dia bisa masuk sendiri, Saddam mengangguk tanfa faham dan langsung masuk lebih dulu.
Saat Zarra ingin masuk kakinya tersandung pangeran dengan cepat menangkap tubuh Zarra hingga Zarra mendarat aman di pelukan pangeran. Mereka diam sesaat tak ada yang bergerak hanya saling menatap karena wajah mereka yang begitu dekat, hingga suara batuk Saddam menyadarkan keduanya "Ehem ehem, rase macam tengok drama Korea" Saddam menyindir.
Pangeran dan Zarra buru buru membetulkan posisi duduk mereka, "Jalan" perintah pangeran pada Saddam. Zarra hanya tertunduk malu "Maaf tuan" bisik Zarra lirih.
__ADS_1
Mereka tiba di istana, suasananya sudah begitu ramai. Suara musik instrumen terdengar lembut menyapa tamu tamu yang datang, pesta yang elegan menggambarkan bahwa ini adalah pesta orang ternama.
Pangeran turun lebih dulu dari mobil dan membuka pintu mobil untuk Zarra, Zarra menyambutnya dengan ragu, tapi mata coklat itu menegaskan bahwa Zarra tak boleh menolak. "Jalan pelan, jangan gelojoh" pangeran memperingatkan Zarra. Zarra ingin melepaskan tangannya dari genggaman Pangeran tapi pangeran makin mengeratkan pegangan tangannya "Saya tan nak awak jatoh, jangan buat saya malu" Pangeran menegaskan bahwa dia sengaja memegang tangan Zarra agar Zarra tidak jatuh, Zarra hanya pasrah, berjalan di samping pangeran membuat Zarra tersiksa, belum lagi harus selalu tersenyum pada setiap tamu yang menyapa.
Tiba tiba datang seorang wanita dengan pakain merah yang begitu mencolok "Hai Yazzid, long time no see, you still handsome macam dulu dulu" perempuan itu menggayut manja pada lengan pangeran Yazzid dan menatap tidak senang pada Zarra "Hai" Pangeran Yazzid hanya menjawab singkat.
"Sapa ni, grilfriend baru you ke? tak nak kenalkan dengan Ay? Zarra hendak menjawab tapi Pangeran Yazzid lebih dulu menjawan "Ye Grilfriend baru ay, Zarra, Zarra ini Sabrina" Zarra mengulurkan tangan pada Sabrina, tapi Sabrina tak menyambutnya "Artis?Models? Sabrina menatap Zarra merendahkan" "No, Zarra ni baru balim dari luar negara, you tak kenal lah, Sorry kita nak jumpa ayahanda dulu" Pangeran Yazzid melepaskan tangan Sabrina yang bergelayut manja sejak tadi. Sabrina sangat kesal dengan tingkah pangeran, tapi tak bisa menahan "Awas kau perempuan gatal, tak ade sapa boleh dapatkan Yazzid selain aku" Sabrina menyeringai marah dan pergi mengambil minuman meredakan amarahnya.
"Sape tadi tu tuan?" Zarra memberanikan diri bertanya "Nenek Sihir" jawab pangeran asal.
tq 1480 view, disebabkan author senang tengok viewer yang terus naek signifikan tambah 1 part, tq semua 😘😘😘
Eh jangan lupa like, komen dan tekan favorite biar ngga ketinggalan update 💖
dukung terus Pangeran Indra dan Suri ya, tanpa dukungan kamu mereka tak mungkin bersatu hiks...hiks..hiks😜😜😜
__ADS_1