Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri

Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri
75. Dia Matahariku


__ADS_3

Matahari yang bersinar tepat diwajah Ayu membuat Ayu terbangun. Menatap kesamping berharap sang pujaan hati masih ada disana saat ia bangun. Tapi sia sia seperti sebelumnya Pangeran Indra sudah tidak ada disana. Ayu mengerti sangat penting bagi mereka untuk menjaga kerahasiaan hubungan ini, menghilang sebelum dayang dayang datang di pagi hari adalah lebih baik, dari pada tertangkap basah, karena rumor yang beredar akan lebih cepat menyebar dari wabah penyakit menular.


Seperti yang telah disepakati tadi malam Pangeran Arya akan menemui Yang Mulia Raja Gajah Pati hari ini. Sejak tadi Ayu merasa sangat gugup, hingga menjatuhkan sendoknya dua kali pangeran Indra belum juga menampakkan diri.


Tak lama kemudian pangeran muncul, dengan pakaian serba hitam pangeran Indra nampak begitu tampan bukan seperti psngeran tapi seperti pendekar silat yang gagah dan berwajah dingin. Untuk pertama kalinya Pangeran Indra hadir makan bersama keluarga kerajaan, dan disaat yang sama ibu Suri pun hadir disana, Entah mimpi apa dia semalam hingga harus bertemu si nenek sihir ini disini, pangeran menggerutu geram.


Pangeran Indra berusaha menahan kemarahan yang menggelora dari sang pemilik tubuh Arya Dwipangga, sejak insiden dirinya diracuni ibu Suri, Pangeran Indra selalu menghindari setiap acara dimana ada ibu Suri disana, Pangeran akan menolak hadir dengan berbagai alasan, tak ada yang peduli hal itu hingga akhirnya semua menjadi hal biasa dan begitu saja dilupakan.


Hingga hari ini Pangeran Indra tak bisa mengelak lagi, untuk kali pertama harus berhadapan langsung dengan ibu Suri. Pangeran datang dan memberi hormat pada Ayahanda dan permaisuri, juga Ibu Suri "Semoga panjang umur dan sehat selalu ibu Suri" Pangeran Indra berkata pelan dengan nada mengejek.


"Terima kasih Arya Dwipangga, aku merass sangat terberkati oleh orang yang bangkit dari kematian sepertimu". Ibu Suri menjawab lembut, tapi berbeda dengan yang di dengar Pangeran Indra nada itu lebih terdengar sarkastis dari pada lembut penuh syukur.


"Dasar tua bangka munafik, kau pasti akan mati ditanganku" Pangeran Indra membalas tatapan tajam ibu Suri padanya. Mereka saling bertukar senyum saling mengintimidasi dalam diam.


Mereka makan sambil berbincang bincang, Yang mulia bertanya ini itu untuk memecah kekakuan di meja makan. pangeran Indra hanya menjawab jika di tanya, selebihnya dia memilih diam pura pura menikmati makanannya. Saat semua telah selesai makan, Pangeran Indra berkata "Ayahanda ada hal penting yang ingin ananda sampaikan, bisakah kita berbicara berdua saja setelah ini?". "Baiklah, ananda bisa menunggu di perpustakaan, kita akan bertemu setelah pertemuan ayahanda selesai dengan para menteri. "Terima kasih ayahanda, hamba mohon izin pergi lebih dulu, ada keperluan yang harus segera diselesaikan". Pangeran Indra membungkuk hormat dan berlalu dari jamuan makan pagi yang sangat membuatnya tidak nyaman itu. Dan ibu Suri memandang kepergian Pangeran Indra dengan tatapan tidak senang dan berjanji akan menyelidiki apa yang akan dibicarakan Pangeran Arya pada Ayahandanya 'Apa yang akan dilakukan anak sampah itu? aku harus segera menyelidikinya sebelum dia mengacaukan semuanya' ibu suri membatin sedikit ketakutan muncul dibenaknya apakahh dosa masa lalunya akan terbongkar setelah bertahun tersimpan rapat rapat.

__ADS_1


Pangeran Indra menunggu sambil membaca, saat Yang Mulia Raja Gajah Pati memasuki ruangan, "Apa yang ingin ananda sampaikan?" Pangeran Indra membungkuk hormat, saat Baginda duduk di kursinya.


"Baiklah ayahanda ananda rasa tidak perlu basa basi lagi, batalkan pertunangan diajeng dengan pangeran Kalingga itu", pangeran berkata tegas. "boleh ayahanda tahu alasannya?" Yang mulia raja menatap tajam pada Pangeran Indra. "Aku mencintainya" pangeran Indra berkata sambil menatap tajam pada yang mulia.


"Lancang!, apa kau sadar apa yang kau ucapkan Arya Dwipangga! Yang mulia berteriak marah. Prok! prok! prok! tiba tiba ibu Suri memasuki perpustakaan dengan bertepuk tangan "Seperti yang kau lihat, sampah tetaplah sampah, tak akan jadi berguna meskipun di pungut masuk ke istana, tetap tidak berharga!" Permaisuri menghina Arya Dwipangga.


"Kau!" Arya Dwipangga sudah tak kuasa menahan amarah yang sejak tadi ditahannya, dan kini sang nenek sihir muncul tiba tiba dan langsung menyulut api yang sudah membara di dadanya, dengan langkah cepat pangeran Arya mencekik ibu Suri, "Arya! lepaskan! Apa kau sudah gila! Yang mulia berteriak marah! tapi Arya Dwipangga tak peduli dengan teriakan yang mulia, tangannya mencekik makin kencang, yang mulia makin panik berusaha membebaskan Ibu Suri, namun dilarang Arya Dwipangga "Berhenti disitu ayahanda, atau dia benar benar akan mati!" Ibu Suri makin kesulitan bernafas karena Pangeran Indra mencekik lehernya makin kencang. Yang mulia terdiam ditempatnya melihat ancaman Arya Dwipangga yang tidak main main.


"Apa ayah tahu penderitaan yang di alami ibuku selama bertahun tahun?" ibuku tersiksa ayah, perempuan ini telah meracuninya pelan pelan, ibu tahu tapi tetap meminumnya, karena apa? karena perempuan tua ini mengancam akan membunuhku, ibu rela berkorban demi aku, demi keselamatanku ibu rela berpisah denganku, mengirimku keluar istana dengan alasan untuk belajar, ayah tahu betapa tersiksanya aku harus berjauhan sejak kecil dengan ibu?, hingga hari kematiannya aku belum sempat menemuinya!". Pangeran Indra sudah tak perduli lagi, yang mulia harus tahu orang seperti apa ibunya ini fikir pangeran Indra.


"Dan apa ayah tahu setelah ibu meninggal perempuan ini juga ingin membunuhku? tapi sayang rencananya gagal, karena aku masih hidup, penguasa langit memberiku umur panjang untuk memberitahukan pada ayah betapa jahatnya perempuan ini!".


"Aku ayahanda, aku buktinya, dan aku tidak peduli jika harus mati sekalipun setelah membalas dendam kematian ibuku!". pangeran Indra berbicara dengan berapi api tanpa sedikitpun melepaskan cengkramannya di leher ibu Suri. "Saat aku sekarat, perempuan ini mengatakan semuanya, dia fikir aku mati saat itu juga, tapi sayang, aku masih hidup untuk membalasmu, kau harus mati!" Pangeran Indra mencekik ibu Suri dengan kekuatan tenaga dalamnya hingga ibu Suri meregang nyawa seketika, Pangeran Indra menutup jalan darah Ibu Suri hingga aliran darah ke jantung berhenti tiba tiba, ibu suri mati dengan mata melotot karena detak jantungnya yang berhenti tiba tiba.


Yang mulia terpaku ditempatnya tenggelam dalam dilema, Ibundanya mati dibunuh oleh anandanya sendiri, dalam kegalauannya yang mulia memerintahkan "Tangkap pangeran Arya, penjarakan dia di penjara bawah tanah!"

__ADS_1


Dan prajurit yang berjaga diluar dengan sigap mengamankan Pangeran Indra. Pangeran tidak melawan membiarkan saja dirinya di penjara. Seketika seluruh istana menjadi gempar, berita kematian Ibu Suri yang dibunuh oleh Pangeran Arya Dwipangga sudah menjadi gosip utama.


Ayu melihat dari jendela kamarnya, beberapa dayang sedang berbisik bisik, suara mereka hanya terdengar mendegung tak jelas, tapi saat seorang dayang tak sadar berteriak, Ayu langsung terkejut mendengarnya "Apa?Pangeran Arya membunuh ibu Suri?" Dan dayang temannya langsung menutup mulut dayang yang berteriak itu "pelankan suaramu, apa kau ingin lidahmu dipotong karena bergosip?" dan dayang yang baru saja berteriak langsung terdiam kaku, tak berani bicara sedikitpun "Ada apa? kau takut?" Temannya yang menutup mulut bingung melihat perubahan mendadak temannya yang bermulut comel itu.


Sang dayang yang bermulut comel langsung menjatuhkan diri, " Ampuni hamba gusti putri, hamba tidak bermaksud menceritakan aib keluarga istana, hamba mohon jangan hukum hamba, dayang itu langsung menangis ketakutan, kedua temannya yang masih terkejut dengan kehadiran Ayu segera melakukan hal yang sama bersujud di hadapan Ayu.


"Ceritakan padaku apa yang kalian dengar, tidak dikurangi, apalagi dilebih lebihkan" Ayu memerintah, ketiga dayang saling berpandangan, hingga seorang dayang yang bernama tukiyem mewakili untuk bercerita.


Betapa terkejutnya Suri mendengar pangeran dipenjara, penjara bawah tanah adalah penjara paling kejam, penjara yang diperuntukkan bagi para penghianat dan tahanan perang. Ayu terkulai lemah, 'Mengapa semua jadi begini kangmas' batin Ayu, 'Apa kangmas akan meninggalkan Ayu?' Ayu menangis, raganya tak kuasa membayangkan apa yang akan terjadi pada kekasihnya itu Ayu limbung jatuh terduduk dilantai, Ayu tak ingin Kehilangan orang yang begitu disayanginya itu, melawan perintah ayahandanya juga tidak mungkin itu sama saja dengan menentang raja hukumannya adalah mati.


Tak peduli apa yang akan terjadi padanya Ayu berlari ke penjara bawah tanah, tiba disana Ayu tidak di izinkan masuk, karena perintah yang mulia Gajah Pati, tak ada yang diperkenankan menemui Pangeran Arya hingga hukuman dijatuhkan padanya. Ayu tidak kehabisan akal segera menuju kediaman kakaknya "Kangmas, Ayu langsung memeluk kakaknya itu dan menangis di pelukannya.


"Kangmas, tolong dia kangmas", Ayu berbicara sambil menangis. Pangeran Adipura membelai rambut adiknya berusaha menenangkannya. Setelah Ayu terlihat tenang pangeran Adi membawa adiknya duduk. Memberinya minuman hangat, dan menggenggam erat tangan Ayu. 'Diajeng, maafkan kangmas, kangmas harus jujur, kalian tidak sepatutnya jatuh cinta, karena kalian kakak adik, ini cinta terlarang" Pangeran Indra berkata dengan sangat hati hati takut adiknya marah karena tidak membelanya.


Tapi diluar dugaannya Ayu tidak marah. "Kangmas, ini tidak seperti yang kangmas fikirkan" lalu Ayu menceritakan semuanya, dan Pangeran Adi hanya diam, tidak tahu harus percaya atau tidak. "Diajeng, ini konyol, bagaimana kangmas bisa percaya, ceritamu tidak masuk akal, hanya ada di dalam dongeng, sadarlah diajeng, jangan seperti ini", Pangeran Adi menatap adiknya tak percaya.

__ADS_1


"Terserah kangmas mau percaya atau tidak, tapi itulah yang terjadi kangmas, Ayu mencintainya, jika Kangmas Arya Dwipangga mati, Ayu juga akan ikut bersamanya!" Ayu pergi setelah menyelesaikan ucapannya, panggilan Pangeran Adi tak dihiraukannya. "Diajeng, jangan gila, diajeng dengarkan kangmas!" "Maafkan Ayu kangmas, dia matahariku, aku tak bisa hidup tanpanya" Ayu menangis sambil berlari ke astananya.


terima kasih dukungannya viers yg baik hati, tq sedekah like nya, ditunggu juga komen maniznya, n tetap dukung terus Suri dan yayang Indranya, segini dulu hari ini, semoga bsk bisa up lagi, love you 7 turunan😘😘😘😘


__ADS_2