Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri

Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri
52. Melepas rindu


__ADS_3

"Mohon bijak" part ini mengandung sedikit adegan dewasa, untuk yg dibawah umur dilarang baca (jangan ngeyel ya udah di ingetin 😎)


*


*


"Rangga" Cempaka terkejut melihat siapa yang berdiri di depan pintu, sedangkan Pangeran Indra hanya tersenyum tak bisa berkata kata, hanya matanya yang berbinar mampu mewakili betapa rindunya dia pada wanita yang berdiri di depan pintu itu.


"Sayang" Pangeran Indra menarik Suri kepelukannya, untuk sesaat mereka hanya diam larut dalam perasaan masing masing. Dug dug dug dug suara detak jantung mereka mulai terasa saling memburu, hingga Cempaka berinisiatif melepas pelukannya lebih dulu.

__ADS_1


"Kau pasti lelah, aku akan menyiapkan makanan untukmu, istirahatlah dulu, saat Sekar ingin melangkah meninggalkannya Pangeran Indra segera menarik tangannya, secepat kilat membungkam bibir itu, hingga sekar hanya terdiam kaku, Pangeran Indra merengkuh erat tubuh Suri, melepas rindunya yang teramat dalam, seakan tak ingin melepaskannya lagi. Tapi Suri tiba tiba meronta membuatnya terpaksa melepaskan bibir indah itu. "Hah! hah! hah! apa kau sudah gila, aku bisa mati kehabisan nafas" Cempaka pura pura marah, mukanya memerah entah marah atau senang, dia berlari ke dapur meninggalkan Pangeran Indra yang tersenyum bahagia, "Manis" bisiknya nakal.


Pangeran Indra mengikuti Suri ke dapur memperhatikan Suri dari cekungan pintu menuju dapur, Suri lincah sekali bergerak kesana kemari menyiapkan makanan, Pangeran Indra tersenyum, di kehidupan nanti saat kau jadi permaisuriku, kupastikan tak akan kubiarkan sedetikpun kau jauh dariku, tak perlu melakukan semua pekerjaan itu, pangeran begitu menikmati khayalannya, hingga tak sadar Suri memperhatikan tingkah anehnya. "Rangga,kau kenapa?" "Eh.. Emm.. tidak apa sayang, aku hanya terlalu senang sudah menemukanmu" Pangeran Indra berkilah. "Baiklah kalau begitu ayo makan, kau pasti laparkan?"


Pangeran Indra makan dengan lahap, karena sudah dua hari ia hanya makan buah buahan yang ditemukan di hutan. Eergh... Pangeran Indra bersendawa, "maaf sayang masakanmu enak sekali, aku kekenyangan" Suri menutup mulut menahan tawa "Tidak apa apa aku faham Rangga, sudahlah kamu istirahat saja dulu aku mau membereskan ini" Suri membereskan semua piring kotor, membawanya ke tempat cuci piring untuk di cuci, Pangeran Indra menatap dari meja makan apa yang dilakukan Suri, hingga tanpa Suri sadari Pangeran Indra sudah memeluknya dari belakang. "Rangga!" Suri terkejut "Lepas,nanti kamu basah" Suri mendorong Pangeran Indra dengan bokongnya tapi bukannya menjauh Pangeran Indra makin mempererat pelukannya "Tidak apa apa sayang, jangankan basah sedikit mandi juga tidak apa apa asal sama kamu" "Ih dasar genit".


Akhirnya Suri selesaikan mencuci piring dengan Pangeran Indra yang masih memeluknya. "Ayok kita kedalam, kamu pasti lelah, sebaiknya segera tidur" dengan terpaksa Pangeran Indra melepas pelukannya.


Pangeran Indra menutup bibir Suri dengan bibirnya hingga tawa itu hilang seketika. Pangeran Indra memeluk erat Suri agar tidak menjauh darinya, saat tak ada lagi penolakan Pangeran baru melepaskannya, "Tidurlah denganku, aku tak akan melanggar janjiku, aku tak akan melakukannya sebelum malam pertama kita nanti, malam ini biarkan aku memelukmu, untuk melepas rinduku yang menggunung" Pangeran menatap sayu pada Suri berusaha menahan hasratnya yang menggebu.

__ADS_1


Suri tersenyum walau dalam hati bingung, kapan Rangga mengucapkan janji itu, tanpa sadar Suri menggeleng. Gelengan Suri membuat Pangeran Indra kecewa. "Kau tidak percaya padaku?" "Bukan, bukan itu maksudku, aku percaya" Suri tersenyum melihat Pangeran Indra salah faham. "Tidurlah sudah sangat larut, pangeran mencium puncak kepala Suri, keningnya, lalu turun kemata, hidung, dan bertahan lama di bibir Suri yang begitu menggoda. "Kenapa bibirmu begitu manis sayang" Suri hanya diam tak ingin menjawab. "Sayang.... sayang... tak ada sahutan hanya nafas pelan yang terdengar, Pangeran Indra mengeratkan pelukannya tersenyum lega karena sudah menemukan kekasihnya.


Kediaman I Gede Kendra


Di kediaman I Gede Kendra semua sibuk mencari Rangga yag menghilang tanpa jejak. Ibunda Rangga Ni Luh Ayu Rengganis, tak henti hentinya menangis, "Baru saja sembuh, sekarang malah menghilang hiks..hiks.. hiks.. Ni Luh Rengganis berbicara di sela sela isak tangisnya. "Sudahlah jangan menangis lagi, kita pasti bisa menemukannya, kembali saja ke kamar, tenangkan dirimu" I Gede Kendra menenangkan Istrinya.


Semua Para Normal ,Dukun, dan ahli ahli ilmu kebatinan lainnya di kumpulkan, untuk membantu menemukan Rangga. Sudah 2 hari mereka melalukan pencarian namun belum ada petunjuk apapun yang didapatkan.


Sementara di kediaman Calon Arang nun jauh di dalam hutan kematian terlihat calon arang sedang komat kamit di depan sebuah belanga yang airnya berwarna hitam, bau kemenyan sangat menusuk membangunkan aura aura mistik disana yang memang sudah sangat menakutkan. Calon Arang merafal mantera menaburkan bunga bunga di belanga hitam itu mulutnya komat kamit tanpa henti Calon arang menutup semua pandangan para ahli kebatinan yang sedang mencari Rangga Hai hai...hi.. kalian tak akan mampu menembus dinding hitam yang kubuat, jika memaksa kalian akan mati hi.. hi.. hi

__ADS_1


seringai menakutkan di tengah malam di tengah hutan yang sunyi begitu menakutkan hingga burung burung malam terbang menjauh dari sana.


Hai reader, tq sudah mampir maaf ngga banyak, karena yang mampir juga ngga banyak, btw yang penting up😊


__ADS_2