Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri

Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri
78. Keyza Anastasya Putri Zulkifli 2


__ADS_3

"Papa......... " Keyza berlari ke arah papanya yang baru saja tiba. "Sini, dasar bangat kanak macal nih, balindung pulang wan abahnyak".(Sini, dasar anak nakal berlindung pula dengan ayahnya). Acil Yana pura pura marah. "Ikam nik Yanak, kadak sadar tuhak, napa pulang manyasahi Keyza, jah pang rinduk, sakali batamuan kaya anjing wan kucing aor kalahi tarus (Kamu ini Yana, apa tidak sadar sudah tua? kenapa ngejar ngejar Keyza, katanya rindu, pas ketemu malah seperti anjing dan kucing sibuk berkelahi terus) Zulkifli geleng geleng kepala melihat tingkah adiknya itu.


"Talah kah sudah bamasak? Abang lapar banar nah, parut manggaruruk sudah" (Sudahkah selesai memasak? abang lapar banget ni, perut sudah keroncongan) Zulkifli bertanya pada Yana. "Talahay dah bangay, sambal acan naray lagik yang balom diulah, Wati! ulah sambal acan lah!" (sudah selesai bang, tinggal sambal terasinya saja lagi yang belum dibuat, "Wati! bikin sambal terasi ya) Yana memerintah Wati untuk membuat sambal terasi.


Meskipun sudah kaya raya Zulkifli tetap tidak melupakan asal usulnya, tidak seperti orang kaya baru yang sok kebarat baratan, dia tetap rendah hati, masih suka ikan asin dan sambal terasi bahkan iya tidak malu mengajak rekan bisnis untuk makan dirumah dengan menu kampung kesukaannya. Seperti hari ini mereka makan siang dengan gembira.


"Bang, sayurnya gangan bakaroh apa, gangan waluh" Amira yang menyendokkan makanan untuk suaminya bertanya. "Gangan waluh aja sayang, hari ini abang mau makan lauk kesukaan keyza" Zulkifli tersenyum pada anaknya yang ada di seberang meja. "Makan yang banyak ya sayang, ini semua lauk kesukaan Keyza kan" Zulkifli menambahkan semur ayam ke piring Keyza. "Terima kasih pa, Key pasti makan banyak, bisa gendut kalo makan ginian tiap hari" Keyza menggembungkan pipinya, semua tertawa melihat tingkahnya. Suasana yang meriah di meja makan membuat mama Keyza makin sedih, tapi dia cepat cepat menyembunyikan kesedihannya itu dengan pura pura ikut tertawa dengan lelucon yang dibuat anaknya.


Zulkifli mengenggam erat tangan istrinya dibawah meja, meski yang lain tidak melihat tapi Zulkifli bisa merasakan kesedihan istrinya itu, anak mereka satu satunya bisa saja pergi meninggalkan mereka kapan saja karena pendarahan di otak akibat kecelakaan yang dialaminya yang tak bisa disembuhkan.


Setelah makan siang, Zulkifli masuk ke kamarnya, istrinya sedang menangis menatap foto anaknya, Zulkifli mendekat, memeluk istrinya dan membelai rambutnya pelan untuk menenangkan istrinya itu. "Bang... anak kita bang... hiks..hiks..hiks..". Amira menangis sesungukan.

__ADS_1


Abang tahu sayang, kita bawa Key berobat ke Malaka, atau Singapur besok kita berangkat" Zulkifli berkata tegas. "Tapi bang, Dokter ahli dari Amerika saja tidak bisa menyembuhkannya, percuma bang, hiks.. hiks.. hiks" Amira menjawab di sela isak tangisnya.


'Hmmmm.... benar juga' zulkifli mendengar ucapan istrinya itu. "Jangan terlalu difikirkan yang, besok kita pulang ke Martapura saja, kita minta saran Abah dan Ummi, Zulkifli mengecup pelan kening istrinya.


"Abang harus balik ke kantor lagi ya, ada Michelle yang harus abang temui, siapa tahu nanti setelah meeting abang bisa berbincang minta sarannya tentang Keyza" Zulkifli menjelaskan, sebenarnya iya enggan meninggalkan istrinya yang sedang bersedih, tapi meetingnya dengan Michelle juga tak bisa ditunda, Michelle adalag client terbesarnya, selain itu Michelle juga sepupu dari Istrinya Amira,dan mereka telah bersahabat sejak kuliah. Amira mencium tangan suaminya, setelah cipika cipiki Zulkifli pergi meninggalkan istrinya, "Keluarlah jangan mengurung diri di kamar" perintahnya sebelum menghilang dibalik pintu.


"Hei, you late man! Michelle melihat jam pergelangan kanan nya, 5 minute 27 second" Michelle pura pura marah. "I'm Sorry very very sorry, apa harus aku bilang macet" Zulkifli juga pura pura marah ha.. ha..ha.. mereka tertawa bersama "What up bro, long time no see" I'm so kangen" Michelle menyapa Zulkifli dengan bahada Inggris bercampur Indonesia itu, Ayah Michelle bule Amerika dan Ibunya orang sunda, sejak tamat SMA Michelle pindah ke Amerika untuk kuliah dan meneruskan bisnia ayahnya di sana, tapi mereka tetap menjalin hubungan.


Mereka meeting hingga sore, saat selesai jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, semua sudah meninggalkan ruang meeting Michelle dan Zulkifli tinggal berdua saja. "Whats happen?, tell me" Michelle membuka pembicaraan. "Keyza Sel, aku ngga tahu harus gimana lagi, dokter dari Amerika sudah angkat tangan, tak ada harapan lagi untuk anakku" Zulkifli menggaruk kepalanya yang tak gatal. "So? sekarang lu mau nyerah aja gitu? Michelle bertanya lagi. "Entahlah, besok kami akan pulang dulu ke Martapura, minta saran Abah dulu, pengennya aku langsung bawa ke Malaka atau Singapur, tapi Amira ngga setuju" Zulkifli menjelaskan.


"Baguslah, udara di kampung lebih sehat, bagus buat Keyza, I miss your kampong Zul" Michelle tersenyum membayangkan suasana Martapura, karena dia pernah beberapa kali kesana.

__ADS_1


"Ayo ikut, ummi pasti senang kamu datang" Zulkifli mengajak Michelle serius. "I'm.Sorry Zul, i cant join your family, I must go to Samarinda Tommorow, I hope pulang dari Samarinda bisa mampir, Salam buat Ummi dan Abah" Michelle memohon maaf karena tak bisa ikut.


"Its ok, aku faham, kamu sibuk banget kan 1 minggu harus jadi kutu loncat" Zulkifli mengejek Michelle. Michelle meninju Zulkifli, namun dengan sigap Zulkifli menangkap tangan Michelle, dan mereka jatuh di lantai dengan tubuh saling bertindihan, wajah mereka sangat dekat hingga deru nafas masing masing terdengar jelas. Michelle makin dekat hendak mencium bibir Zulkifli, tapi Zulkifli langsung membuang muka, "Sel, aku harus pulang sekarang" terdengar suara lemah Zulkifli. "Just kissing Zul, please, not more" Michelle memelas, akhirnya Zulkifli membiarkan Michelle menciumnya, saat ciuman makin panas, Zulkifli mendorong Michelle. "Enough Sel, aku ngga mau merusak persahabatan kita, termasuk hubunganmu dengan Amira" Zulkifli berusaha menolak sehalus mungkin tak ingin Michelle kecewa, dilain sisi Zulkifli lelaki normal dia tak ingin jika membiarkan lebih lama tak bisa lagi mengontrol kelelakiannya. "Sorry" Michelle menjawab lemah, "Aku keluar duluan" Katanya sambil bangun dan merapikan jas nya yang sedikit kusut.


Michelle memang telah lama jatuh hati pada Zulkifli, tapi Zulkifli menganggapnya hanya tan biasa hingga Zulkifli bertemu Amita sepupu Michelle, dan jatuh cinta padanya. Michelle kecewa dan memilih menjauh dengan menetap di Amerika, tapi hatinya telah iya berikan sepenuhnya pada Zulkifli hingga iya memilih tak menikah meskipun usianya kini telah kepala empat.


Zulkifli mengganti jas nya tak ingin aroma farfum Michelle dikenali Amira. Zulkifli sangat berhati hati tak ingin terjadi seperti di sinetron sinetron, istri mencium bau farfum, atau noda lipstik yang melengket di kemeja. Zulkifli tersenyum melihat wajah tampannya di cermin, noda lipstik Michelle sudah tak berbekas sama sekali. 'Maafkan aku Sel, aku tahu ini berat buat kamu, tapi aku juga ngga ingin ngecewain Amira dan Keyza, 'Zulkifli membatin'


"Langsung pulang" Zulkifli berkata singkat pada Amin supirnya. "Baik pak" Mobil pun melaju menuju rumah Zulkifli ke perumahan Elite nya di area Benteng.


8512 view, tq reader semua yang baik hati, maaf cuma bisa up 1 part aja, tetap setia ya sama indra dan Suri, maaf kalau sedikit melenceng hari ini,, biar ceritanya sedikit berkembang ngga melulu Suri dan Indra ajah, tetep jangan lupa sedekah like nya, dan komen2 maniz yang selalu aku suka, love you 7 turunan๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2