
Ayu menutup pintu dengan cepat setelah berdebat dengan Muti yang ingin membantunya membersihkan diri, walau dengan ragu akhirnya Muti berhasil juga disingkirkan Ayu.
Saat Ayu berbalik tiba tiba sepasang tangan kekar sudah memeluknya dari belakang, "Kangmas" Ayu menyapa manja. "Kenapa lama sekali sayang, kangmas sudah bosan menunggumu disini.
Seperti biasa, kalau ayahanda dan kangmas Adi mulai berdebat pasti akan lama, bahkan bisa lebih lama kangmas. "Oh ya ayahanda mengajak kangmas makan bersama kami besok malam, Kangmas Adi yang diminta mengundang kangmas" Ayu menjelaskan "Jangan katakan padanya kalau kangmas sudah tahu dari Ayu" Ayu mewanti wanti "Siap sayang" Pangeran Indra mengecup lembut pipi Ayu "Tu kan mulai lagi" Ayu pura pura merajuk.
kangmas rindu sekali padamu sayang, menunggu malam terasa sangat lama sekali, kalau tidak memikirkan akibatnya, ingin rasanya kangmas berlari ke kamar mu disiang hari. Pangeran Indra masang wajah sendu "Gombal" Ayu mencubit Pangeran Indra "Eits jangan cubit cubit, pangeran Indra berkelit dan mengancam, Ayu yang faham akan akan ancaman itu mukanya langsung bersemu merah.
Pangeran Indra mendorong Ayu untuk berjalan ke tepi ranjang, tanpa melepaskan pelukannya sedikitpun. "Kangmas" panggil Ayu pelan "Hmmm". Pangeran Indra menjawab pelan dan mendudukan Ayu di pangkuannya. "Tadi saat Ayu mandi kangmas tiba tiba muncul di hadapan Ayu, itu Ayu mimpiapa beneran ya?" Ayu bertanya penasaran. "Beneran" Pangeran Indra menjawab singkat "Ayu sontak berdiri, jadi jadi tadi kangmas ngintip Ayu mandi? Ayu bdrkacak pinggang sambil melotot marah. Pangeran Indra hanya meringis melihat Ayu marah.
"Jangan marah begitu, kanda makin gemes melihatnya" Pangeran Indra ikut berdiri hingga Ayu terpaksa mundur karena jarak mereka.yang terlalu dekat, tapi Pangeran Indra malah makin mendekat hingga Ayu tak bisa mundur lagi saat tubuhnya membentur lemari yang ada di sisi ranjang, Kedua tangan pangeran menapak di lemari menggunci Ayu disana hingga tak bisa kemana mana lagi.
__ADS_1
Ayu memejamkan matanya pasrah akan apa yang akan terjadi. Pangeran Indra tersenyum melihat Ayu yang sudah menyerah kalah. Akhirnya pasangan kekasih itu tenggelam dalam gelapnya malam melepas rindu yang seharian telah di tahan dengan susah payah.
"Kangmas" suara Ayu terdengar lemas, Ayu hampir kehabisan nafas karena sejak tadi pangeran Indra terus menciumnya. "Ya sayang" "Ayu takut" Ayu bersuar lagi. Pangeran Indra mengerti apa yang ditakutkan Ayu. Membimbing Ayu untuk duduk lagi di tempat semula.
Pangeran Indra mengenggam erat kedu tangan Ayu, menatap dalam ke manik matanya yang hitam berkilau, "Ayu percaya kangmas kan" Pangeran bertanya lembut, dan Ayu mengangguk pelan. "Tak ada yang bisa memisahkan kita sayang, ini jalan takdir kita, apapun yang terjadi harus kita lewati bersama" Pangeran berkata lembut namun tegas dan penuh makna.
Ayu tak kuasa menahan tangis mata indah itu mulai berkaca kaca. Pangeran Indra menarik Ayu kedalam pelukannya, dan tangis Ayu pecah disana. "Bersabarlah sayang, saat semua ini berakhir tak ada lagi yang dapar memisahkan kita. Pangeran mengecup kening Ayu, membelai rambutnya pelan untuk menenangkan Ayu. Hingga perlahan laham tangisan itu hilang, Ayu tertidur dalam pelukan Pangeran Indra.
Setiap malam pangeran Indra akan mendatangi Ayu, melepas rindu hingga Ayu tertidur lalu menghilang, Putri Ayu semakin dewasa, tak pernah lagi bertingkah manja, selalu berusaha melakukan kegiatannya dengan sempurna agar bisa cepat selesai dan pura pura kembali ke kamarnya. Namun tanpa diketahui siapapun Ayu dan Pangeran Indra selalu pergi bersama menghabiskan waktu di hutan untuk berburu rusa, atau hanya sekedar menikmati pemandangan dari puncak tertinggi di kerajaan Majapada. Mereka begitu menikmati kebersamaan kali ini, seakan rindu yang terpendam lama tak pernah habis terobati, Saat malam mulai gelap barulah Ayu dan pangeran Indra pulang ke istana, dan Ayu akan berpura pura baru bangun dari tidur saat Muti datang unguk membantunya bersiap makan malam.
Ayu terkikik geli bila mengingat sandiwara yang telah dia lakukan untuk menipu Muti dayang setianya itu.
__ADS_1
Ternyata perubahan sikap Ayu tak luput dati perhatian ayahandanya, namun kedewasaan ayu di artikan lain oleh Ayahandanya. Anak gadis yang dewasa sudah adalah wanita yang siap untuk menikah, hingga hari pinangan itu datang Ayu benar benar terkejut.
Pagi ini seluruh istana Majapada nampak sangat sibuk, para pengawal dan dayang dayang berjalan hilir mudik mempersiapkan Pesta. Tenda tenda besar di pasang di halaman istana, dan di bagian dalam istana dihias sedemikian rupa.
Ayu yang baru saja keluar dari astana nya nampak bingung 'Ada pesta? pesta apa ya?ayu membatin bingung. Saat Ayu berpapasan dengan seorang dayang Ayu memanggil dayang itu dan bertanya "Dayang, apa kau tahu pesta apa yang akan dilaksanakan nanti?" Ayu bertanya sopan. Maaf gusti putri, hamba tidak tahu". Sang dayang menjawab sambil menunduk. "Ya sudah, pergilah". Ayu melanjutkan perjalanannya ke tempat latihan tari. Setiba disana latihan sudah berlangsung dan Ayu nampak bingung 'Apa aku terlambat? sepertinya tidak, malah hari ini aku datang lebih cepat' Ayu membatin.
Ayu duduk saja memperhatikan teman teman nya menari saat mereka selesai, Ayu segera bergabung dengan teman temannya, tapi Nyi Kencana berkata pada Ayu "Gusti putri, maaf hari ini kami akan berlatih tanpa gusti putri" Ayu begitu kecewa. "Ada apa Nyi? apa aku berbuat kesalahan lagi?" Ayu bertanya penasaran, karena seingatnya dirinya tidak melakukan kesalahan apapun hingga harus dihukum "Maaf gusti ini perintah kanjeng permaisuri" Nyi Kencana menjelaskan "Baiklah kalau begitu Nyi". Ayu meninggalkan tempat latihan dengan kecewa.
Tiba di astananya Muti sudah menunggu Ayu dengan beberapa orang dayang, "Ada apa Muti?" Ayu bertanya pada Muti. "Ini Perintah Kanjeng Permaisuri, gusti putri" 'Hmmm ada pa ini, tadi perintah ibunda, dan ini juga' bathin Ayu penasaran. Ayu menurut saja ketika Para dayang membimbingny untuk melakukan perawatan, tubuh Ayu di pijat dengan minyak zaitun, dan di lulur dengan beras kunyit, sehingga kulitnya yang putih, semakin terlihat halus dan mulus. Rambut Ayu yang panjang di pijat, kemudian di berikan ramuan penghitam rambut yang terbuat dari merang, dan sari bunga raya, kemudian dibiarkan selama 2 jam, dan di cuci dengan air hangat setelahnya di pijat lagi dengan minyak kemiri, rambut ayu terlihat makin bercahaya. Jari jari tangan Ayu yang lentik semakin indah dengan Kuku kuku panjang yang di beri cat kuku berwarna merah yang berasal dari pohon pacar cina. Dan wajah Ayu, diberikan perawatan dengan putih telur dan bedak beras, setelahnya di segarkan dengan potongan timun, kulit Ayu makin segar dan kenyal, kecantikan Ayu makin terlihat setelah perawatan yang dilakukan para dayang. "Putri adalah calon pengantin paling cantik" puji seorang dayang. Namun tak di duganya, Ayu bukan senang dengan pujian itu tapi sangat terkejut, "Apa katamu dayang?, Calon pengantin apa?" Sang dayang menunduk dan menjawab dengan gemetar "Bukankah... gusti putri malam ini akan dilamar?"
"Dilamar!" Ayu berteriak marah.
__ADS_1
5677 view, tq viewers, jangan lupa sedekah like dibanyakin ya, love you tujuh turunan 4 tanjakanππππππππ