Cinta Untuk Lily

Cinta Untuk Lily
BAB 100. Pagi Yang Indah


__ADS_3

Setelah Leon berbicara kepada Arthur soal Peter. Arthur menyuruh Leon menghubungi Edward esok hari.


[Ada apa Leon?]


[Maaf Tuan menganggu honeymoon Tuan]


[Katakan ada apa?]


[Peter datang ke rumah Tuan. Dia ingin bertemu dengan Lily]


[Apa! Kapan dia ke rumah?]


[Setelah Tuan pergi ke Maldive]


[Berani sekali dia datang ke rumahku]


[Apa yang harus aku lakukan Tuan?]


[Bilang kepada Peter kalau dia datang lagi. Suruh kembali 3 minggu lagi. Jangan memberi dia apapun Leon, kalau dia minta uang]


[Baik Tuan]


[Ada lagi yang penting?]


[Tidak Tuan. Hanya itu saja]


[Apa dia berhasil masuk rumah?]


[Tidak Tuan. Hanya di depan gerbang. Beruntung saya pulang pada saat mereka datang, jadi saya menyuruh penjaga tidak membukakan gerbang untuknya]


[Bagus. Jangan beri mereka kesempatan untuk masuk ke dalam rumah. Tunggu aku sampai pulang]


[Baik Tuan]


Edward memutus telpon Leon. Lalu menyusul Lily di pinggir kolam renang.


"Kamu mau berenang sayang?" tanya Edward.


"Aku tidak bisa berenang sayang. Kamu saja yang berenang" ucap Lily.


"Aku akan mengajarimu sayang. Jangan khawatir. Suamimu ini juara 1 lomba renang. Jadi kamu tidak perlu takut kalau kamu akan tengelam" ucap Edward.


"Baiklah tapi jangan tinggalkan aku sendiri di dalam kolam renang" ucap Lily.

__ADS_1


"Tidak sayang. Kamu tenang saja. Lepas bajumu sayang, kamu tidak mungkin pakai kaos besar itu untuk berenang" ucap Edward.


"Terus aku harus pakai apa sayang?" Tanya Lily.


"Lepas semua atau kamu pakai bikini" ucap Edward.


"Maksud kamu, aku harus naked?" Tanya Lily.


"Itu lebih bagus sayang. Jadi kamu tidak perlu pakai apapun. Badan kamu jadi enteng" ucap Edward.


"Hiiissshhh, itu maunya kamu sayang" ucap Lily.


"Memang kenapa sayang, kita ini suami istri. Kenapa kamu harus malu sayang" ucap Edward.


"Nanti aku masuk angin kalau tidak pakai apapun" ucap Lily.


"Ya sudah kamu pakai bikini saja" ucap Edward.


"Sama saja, itu seperti tidak pakai apapun" ucap Lily.


"Terus kamu mau pakai apa? Pakai selimut saat berenang?" ucap Edward sewot.


"Kenapa kamu jadi sewot. Pilihanmu tidak ada yang benar sayang, semua terbuka" ucap Lily.


"Namanya juga berenang sayang. Lagian tidak akan ada yang melihat kita. Kita juga suami istri apa salahnya" Edward nyebur ke dalam kolam renang.


Dia mencari kemana-mana tidak menemukan Edward. Lily memanggil nama Edward, tapi tidak ada sautan.


"Edward kemana? Kenapa tidak ada?" Lily mulai panik.


Hampir 30 menit. Edward tidak muncul lagi. Lily sudah ganti pakian. Lily menangis, dia takut kalau Edward senggaja meninggalkan dirinya jauh dari kota kelahirannya.


Mendengar suara tangisan Edward berlari menghampiri Lily. Edward memeluk Lily, dia bingung ada apa, kenapa Lily menangis.


"Edward" Lily mengencangkan pelukannya.


"Ada apa sayang kenapa kamu menangis?" Tanya Edward.


"Kamu keman saja. Aku mencarimu di kolam renang tidak ada. Aku memanggil namu tapi kamu tidak menjawab. Aku takut sendirian. Aku takut kamu membuangku jauh dari Jerman" ucap Lily sesegukan.


"Ssshh sshhh. Itu tidak benar. Siapa yang akan membuang perempuan secantik ini di sini. Aku yang akan rugi. Malam-malamku akan sunyi sayang tanpa mendengar ******* manja kamu" Edward bercanda supaya Lily tidak sedih lagi.


"Ih kamu. Selalu pikirannya kesana" Lily mencubit pinggang Edward.

__ADS_1


"Auuww. Sakit sayang, baru jadi suami istri. Sudah KDRT saja kamu ini" ucap Edward bercanda.


"Habisnya. Aku sedang panik dan ketakutan kamu malah bercanda" ucap Lily menghapus air matanya.


"Maafkan aku sayang. Aku tadi habis berenang di laut. Di bawah resort ini. Airnya jernih dan segar banget sayang. Aku pikir kamu tidak jadi berenang. Makanya aku mencoba berenang di bawah sana" jawab Edward.


"Di laut? Apa kamu tidak takut tengelam?" tanya Lily.


"Tidak sayang. Airnya tidak dalam, sangat cantik viewnya. Aku betah di sini, jadi ingin tinggal di sini" ucap Edward.


"Tidak mau. Aku lebih suka tinggal di Hamburg" ucap Lily.


"Kenapa. Disini indah sayang. Lihatlah pemandangannya sangat cantik meskipun tidak secantik kamu" Edward menoel hidung Lily.


"Gombal" Lily memukul tangan Edward.


"Tidak. Memang seperti itu. Cantiknya kamu itu tidak ada yang menandingi. Miss universe saja kalah kalau dibanding kamu sayang. Makanya aku sangat mencintaimu. Selain cantik wajah kamu, hati kamu juga sangat cantik sayang" Edward ******* bibir Lily yang ada di pangkuannya.


Lily membuka mulutnya supaya suaminya bisa menjelajahi rongga mulutnya. Ciuman lembut yang di lakukan Edward membuat Lily menikmati ciuman dari suaminya tersebut.


Ciuman hangat berubah menjadi ciuman pagi yang panas, untuk membuka awal hari yang indah.


Suara deburan ombak yang tenang membuat suasana mereka semakin romantis dan sinar matahari pagi masuk ke dalam kamar mereka membuat mereka bersemangat dalam menjalani kegiatan di pagi hari.


pelukan dan ciuman mewarnai pagi pertama mereka di Maldive. Layaknya pasangan suami istri pada umumnya Edward dan Lily melakukan kewajiban sebagai suami dan istri di pagi hari.


Setelah mereka mendapat pelepasan pertama mereka di Maldive. Edward membawa Lily ke dalam kamar mandi. Permainan panas mereka lanjutkan di kamar kamar mandi.


Dua kali pelepasan di kamar mandi membuat Lily lemas. Edward dan Lily berendam di bathtub. Mereka saling berbincang hangat sambil berendam.


Setelah selesai mandi, Edward memesan makanan untuk makan pagi mereka. Edward memesan makan khas Maldive, dia ingin mencoba kuliner di Maldive. Tempat dengan pesona lautnya yang luar biasa.


"Sayang aku pesan makanan khas Maldive. Kamu pesan makanan yang lain tidak" Edwar bertanya kepada Lily yang rebahan di atas tempat tidur.


"Terserah kamu sayang. Samakan saja. Aku lagi malas memilih makanan" ucap Lily.


"Baiklah aku akan pesankan kuliner Maldive untuk kita" Ucap Edward.


Edward memesan makanan lewat telpon resort. Pagi ini mereka akan makan di dalam resort saja. Nanti sore baru mereka akan jalan-jalan melihat sekitar resrt mereka. Karena saat mereka datang tidak bisa melihat apapun karena sudah malam. Hanya bisa melihat lampu.


Edward menyusul Lily di atas tempat tidur. Mereka berpelukan. Selayaknya pengantin baru yang masih hangat. Tidak mau terpisah satu sama lain inginnya nempel terus seperti perangko.


Dasar mereka saling bucin. Mana bisa dipisah walaupun cuma 1 detik. Pasti saling mencari. Sama-sama saling membutuhkan dan saling melengkapi.

__ADS_1


Saat menemukan pasangan yang tepat. Hubungan akan indah karena satu sama lain saling melengkapi bukan saling menyakiti.


to be continue ....


__ADS_2