Cinta Untuk Lily

Cinta Untuk Lily
BAB 41. Open The Door


__ADS_3

Edward menelan salivanya berkali-kali. Dia hanya diam seperti patung di depan pintu kamar Lily. Lily ternyata lupa mengunci pintu waktu masuk kamar tadi.


Lily kaget Edward tiba-tiba masuk kamarnya. Lily tidak sadar melepas penutup cocho cip bagian kanan. Edward semakin panas dingin melihat choco cip berwarna coklat muda didepan matanya.


Lily masih diam, dia bergeming. Otaknya membeku karena tiba-tiba Edward masuk kamar dengan pakaian sexy.


Jakun Edward bergerak naik turun, dan matanya tidak berkedip sedikitpun melihat kemolekan tubuh Lily.


Beberapa detik kemudian, Lily tersadar dan panik. "Tuan" Lily berlari ke atas ranjang dan menutupi tubuhnya dengan selimut sampai batas leher.


Edward akhirnya tersadar karena suara Lily. Edward mengatur nafasnya. Meskipun sebelumnya pernah melihat Lily tanpa pakaian. Tapi yang sekarang berbeda. Dia melihat Lily bukan dalam keadaan sakit tapi dalam keadaan normal.


Laki-laki mana yang tidak langsung panas kalau melihat perempuan berpakaian sexy seperti yang dikenakan Lily. Kalau mereka suami istri Edward pasti sudah menerkam Lily tanpa ampun. Dan dapat dipastikan akan menjadi malam panas untuk mereka berdua.


Sekarang, Edward menahan sekuat tenaga agar pertahanannya tidak jebol, setelah melihat Lily memakai lingeri yang dia pilih tersebut.


Edward menutup pintu dan berjalan ke arah ranjang. Lily sudah keringat dingin melihat Edward semakin mendekat. Lily semakin menggencangkan gengaman selimutnya.


Lily sangat malu karena Edward melihat tubuhnya memakai pakaian tapi tidak seperti memakai pakaian, apalagi segitiga yang dia pakai bagian cabelita bolong. Sudah pasti dia sangat malu sekali. Aset berharganya dilihat oleh Edward.


Edward mengambil lingeri dan underwear diatas ranjang yang masih berserakan, karena dicoba Lily satu per satu.


Edward tersenyum kepada Lily. Lily membalas senyuman Edward dengan canggung.


"Lingeri ini sangat cocok ditubuhmu Lily. kamu sangat sexy" Edward meletakkan semua lingeri dan ****** ***** diatas sofa kamar Lily.


Lily tidak berani menatap Edward karena malu. Lily membuang muka ke kanan.


"Muka kamu merah sekali Lily. Apa sekarang kamu sedang malu" goda Edward.


"Jangan menggodaku Tuan. Tuan keluarlah dari kamarku. Aku mau ganti baju" ucap Lily masih mengahadap kanan.


"Tidak usah ganti baju Lily kamu cantik pakai lingeri itu" ucap Edward melipat tangannya di dada.


"Aku tidak nyaman Tuan. Enak memakai kaos biasa" jawab Lily.


"Kenapa? Menurutku itu bagus, aku jadi tambah gemes sama kamu Lily" ucap Edward


"Pakaian ini untuk sepasang suami istri. Sedangkan Kita bukan suami Istri Tuan" Lily menjelaskan apa yang dia baca di laman pencarian.


"Lingeri bisa dipakai siapa saja Lily tidak harus dipakai oleh pasangan suami istri" ucap Edward.


"Aku tidak suka pakaian seperti itu. Baju kurang bahan begitu. Lebih baik tidak usah pakai baju sekalian" jawab Lily polos.


"Ide bagus Lily. Aku suka kalau kamu tidak pakaia baju" Edward tertawa ngakak.

__ADS_1


"Bukan itu maksud aku Tuan" Lily mencebik.


"Terus maksudnya seperti apa Lily? Seperti ini" Jakun Edward naik turun.


"Tuan" Lily menarik selimutnya kembali.


"Indah sekali Lily. Tidak salah aku memilihkan lingeri-lingeri itu untuk mu Lily" gumam Edward.


"Aku menyesal. Kenapa harus mencobanya" gumam Lily.


"Oke. Baiklah aku akan tidur di sini malam ini" ucap Edward.


Edward merebahkan badannya di samping Lily. Lily gugup dan gemetar. Dia berdoa semoga Edward tidak masuk kedalam selimut.


"Kenapa muka kamu tegang sekali Lily" Edward menyangah kepalanya dengan tangan kanan. sedangkan tangan kirinya memeluk Lily.


Lily benar-benar mati kutu. Dia tidak bisa bergerak maupun pergi dari ranjang. Kalau dia pergi dari ranjang. Semua Asetnya akan terlihat Edward.


Kalau dia masih tetap diranjang, kemungkinan kecil dia bisa lolos dari keisengan Edward malam ini.


Tidak ada jalan mundur. Apapun keputusan yang diambil, Edward lah yang akan menang kali ini.


Muncul ide gila Edward. Tiba-tiba Edward berada di atas Lily. Lily langsung memejamkan mata dan memegangi Selimut dengan erat.


Edward mengelus pipi Lily. Mata Lily masih terpejam, dia tidak berani membuka mata.


"Buka matamu Lily kenapa kamu menutup matamu? Apa kamu takut dengan wajah tampanku ini?" Edward dengan percaya diri membanggakan dirinya.


"Tuan minggir dulu" tutur Lily.


"Baiklah aku minggir" Edward pura-pura bergerak minggir.


Saat Edward bergerak, mata Lily beradu pandang dengan mata Biru Edward. Mereka saling memandang.


Lily menelan salivanya. Dia kaku saat ditatap Edward. Edward tersenyum kepada Lily.


Edward mencium kening lalu ke bibir Lily. Lily awalnya diam, lama-lama membuka mulutnya dan menyambut bibir Edward.


Ciuman semakin memanas dengan lilitan lidah mereka berdua. Edward mencium leher Lily dan mengigit telinga Lily.


eeuugghh


"Maaf sayang ini terlalu enak" ucap Edward


Edward melanjutkan permainannya, aaaahhh keluar dari mulut sexy Lily.

__ADS_1


Eeemm ... Lily mengigit bibirnya.


"Bersuara saja Lily, jangan ditahan" ucap Edward.


"Sshhhh i-iyaaa Tuu-aannnn" ucap Lily terbata-bata.


"Sepertinya kamu suka Lily, dilihat dari ekspresi wajahmu" Edward tersenyum.


"Nyam-nyam-nyam ini enak sekali Tuan" Lily melengkuh.


"Aku akan memberimu ekstra lezat Lily"


uuhhhh uhhh sssshhhh


"Tuan pelan-pe-laaannn" eeemmm


"Lily oh Lily. Ayo kita keluar bersama Lily"


aaahhh Lilyy. ooohhhh Tuaaaaannnnnnnn


Lily dan Edward terkapar diatas ranjang setelah permainan panas tanpa penyatuan berakhir.


"Terima kasih Lily" Edward mencium kening dan bibir Lily.


Permainan panas pertama kali untuk Edward dan Lily. Membuat mereka kehabisan tenaga dan stamina.


Ini adalah pengalaman pertama untuk Lily. Mendapat pelepasan bersama orang tercinta gara-gara lingery sexy.


Setelah bersih-bersih. Edward meberikan Lily pakaian ganti.


"Pakai ini Lily. Nanti kamu masuk angin" Edward memberikan baju tidur kepada Lily.


Setelah Lily memakai baju, mereka tidur bersama. Edward memeluk Lily dari belakang. Lily memegang tangan Edward yang sedang memeluknya.


Lily tidak tahu kenapa dia merasa nyaman dengan Edward. Apapun yang dilakukan Edward kepadanya dia tidak bisa menolak.


Lily berharap dia akan terus bersama dengan Edward. Lily tidak mau jauh dari Edward. Edward juga merasakan ketenangan saat bersama Lily. Dia berharap Lily mencintainya, seperti dia mencintai Lily.


"Aku hanya ingin kamu tahu, bahwa kamu sangat spesial. Dan satu-satunya alasanku memberitahumu adalah karena aku tidak yakin ada yang sudah pernah memberitahumu sebelumnya Lily" gumam Edward.


Cinta sejati bukan muncul karena materi, namun cinta sejati muncul dari seseorang yang tulus dan tak pernah menuntut apa-apa.


Tidak perlu mencari seseorang yang sempurna, karena apabila seseorang mencintaimu apa adanya, maka dirimu akan merasa sempurna.


To be continue ...

__ADS_1


__ADS_2