Cinta Untuk Lily

Cinta Untuk Lily
BAB 73. Leon dan Kimmy Bertengkar


__ADS_3

"Apa pekerjaan CEO itu sebanyak ini sayang?" Lily melihat-lihat tumpukan berkas di atas meja Edward.


"Iya. Masih banyak lagi pekerjaan diluar ini" jawab Edward.


"Apa tidak pusing?" tanya Lily dengan melingkarkan tangannya di pundak Edward.


"Tidak sayang. Aku sudah terbiasa menggerjakan pekerjaan ini sejak masih muda" Edward mengigit hidung Lily yang berada di pangkuannya.


"Aku mengantuk sayang. Aku mau tidur" ucap Lily.


"Tidurlah di pangkuanku nanti aku pindahkan kamu ke kamar pribadiku" ucap Edward.


"Tidak. Biarkan aku tidur di kamar saja. Nanti aku menganggumu sayang" ucap Lily.


"Kamu tidak pernah mengangguku sayang. Aku senang kalau kamu menemaniku kerja seperti ini. Pekerjaanku jadi lebih cepat selesai" jawab Edward.


"Benarkah?" Lily merasa tidak percaya.


"Benar sayang. Tidurlah, nanti aku bangunkan kamu kalau sudah mau pulang" ucap Edward.


"Bos" Leon membuka pintu ruangan Edward.


"Edward" Kimmy juga ikut masuk ke ruangan Edward.


Lily malu kepergok Leon dan Kimmy sedang mesra-mesraan dengan Edward. Edward mengusap bibir Lily dengan ibu jarinya.


"Kita salah waktu sayang. Ayo kita keluar saja" Leon mengajak Kimmy keluar ruangan Edward.


"Kenapa kalian kesini?" tanya Edward.


"Kita akan membahas soal ulang tahun Lily bos" ucap Leon dengan sengaja di perjelas.


Edward melempar salah satu berkas ke arah Leon.


"Aauuww" Kimmy berteriak.


Berkas yang di lempar Edward. Mengenai lengan Kimmy. Edward tersenyum tanpa dosa.


"Kamu tidak apa-apa sayang?" Leon mengelus lengan Kimmy.


"Tidak apa-apa sayang. Aku cuma kaget saja" jawab Kimmy.


"Leon tidak usah berlebihan. itu cuma kertas bukan batu" ucap Edward.

__ADS_1


Lily melihat Kimmy begitu dalam. Dia teringat perempuan itu yang membuat dirinya pingsan 2 minggu yang lalu.


Perempuan yang sangat akrab dengan Edward. Lily lalu menatap Edward Edward dengan memicingkan matanya.


'Apa mereka berbagi perempuan' batin Lily.


"Ada apa sayang, kenapa kamu menatapku seperti itu?" tanya Edward bingung.


Leon dan Kimmy juga menatap Lily. Sepertinya Lily sedang mencari jawaban atas ke rasa penasaran dalam pikirannya saat ini.


"Tuan kita keluar dulu. Nanti kita bahas lagi. Ayo sayang kita keluar" ucap Leon.


Leon dan Kimmy keluar ruangan Edward. Edward yang di tatap Lily dengan memicingkan matanya, sedikit ngeri.


"Kenapa sayang. Kenapa kamu menatapku seperti itu. Aku salah apa?" tanya Edward.


"Kalian berdua berbagi wanita?" tanya Lily.


"Apa maksud kamu sayang?" tanya Edward tidak mengerti.


"Aku pernah melihatmu memeluk perempuan itu dengan mesra. Sekarang Leon memanggilnya sayang" Ucap Lily dingin.


Edward tersenyum kepada Lily. Ternyata kekasihnya ini sangat cemburuan. Edward mengelus punggung Lily yang ada di pangkuannya.


Lily hanya diam menatap Edward dengan wajah dingin.


"Dia sepupuku sayang. Namanya Kimmy. Sekarang dia kekasih Leon" Edward menjelaskan singkat kepada Lily.


"Kalau kekasih Leon, kenapa dia tidak mengenalinya saat dia melihat perempuan itu bersamaku" ucap Lily.


"Karena Leon baru bertemu kembali dengan Kimmy, saat aku mengajaknya ke kantor" ucap Edward.


Edward menceritakan detail soal Kimmy dan Leon. Akhirnya Lily mengakhiri kesalahpahaman dirinya kepada Edward.


"Sudah sekarang kamu tidur saja. Katanya tadi mau tidur" ucap Edward.


"Sudah tidak mengantuk. Aku mau mengerjakan tugas saja" Lily turun dari pangkuan Edward.


Edward kembali bekerja dan Lily mengerjakan tugas kuliahnya.


"Sayang itu tadi pacarnya Edward?" tanya Kimmy.


"Iya" jawab Leon singkat.

__ADS_1


"Bertemu di mana mereka? sepertinya masih kecil" ucap Kimmy.


"Dia masih kuliah. Dia karyawan di sini" jawab Leon.


"Whaaattt Karyawan?" Kimmy menjerit histeris.


"Kenapa heboh begitu sayang?" ucap Leon mengalihkan pandangan dari laptop kepada Kimmy.


"Sejak kapan Edward suka dengan bawahannya sendiri? Memang kakek Gabriel sudah tahu?" tanya Kimmy.


"Memang apa salahnya suka dengan bawahan, yang penting dia baik dan tidak mencari keuntungan dari Tuan" jawab Leon.


Leon sedikit terganggu dengan ucapan Kimmy. Dia juga seorang bawahan. Hati Leon sedikit terluka dengan ucapan Kimmy.


"Apa seorang karyawan tidak berhak mendapat cinta. Jangan lupa Kimmy, aku juga karyawan Tuan Edward" ucap Leon.


"Bukan begitu maksud aku Leon. Aku tidak membicarakan kamu. Aku sedang membicarakan Edward dan Lily. Aku juga tidak bermaksud merendahkan Lily" ucap Kimmy.


"Jangan sampai Tuan Edward dengar ucapanmu. Kamu akan dapat masalah besar. Aku tidak bisa membelamu, kalau itu terjadi" Leon mengingatkan Kimmy.


"Sepertinya kamu sangat patuh terhadap Edward" ucap Kimmy.


"Apa maksudmu bicara begitu Kimmy? Tuan besar sudah menyelamatkan hidupku. Sudah sepantasnya aku membalas budi kepada mereka. Bahkan nyawaku aku pertaruhkan untuk mereka" ucap Leon sedikit emosi.


"Apa kamu tidak terlalu berlebihan Leon. Kamu mempertaruhkan nyawamu untuk mereka. Bagaimana dengan keluargamu nanti kalau kamu sudah menikah. Haaaahhh. Apa kamu tidak memikirkan hal itu" Kimmy terbawa emosi.


"Asal kamu tahu Kimmy. Aku tidak berniat untuk menikah. Hidupku aku dedikasikan kepada keluarga Tuan besar dan Tuan muda. Kalau pun aku harus menikah. Pasanganku harus menerima keputusan itu. Kalau selama hidupku, aku akan mengabdi kepada keluarga Eugenio" Leon menahan amarahnya supaya tidak meledak.


"Apa!! tidak akan menikah. Terus untuk apa hubungan ini ada Leon. Aku pikir kita menjalin hubungan karena suatu saat nanti kita akan menikah. Kamu memang sudah gila Leon. Sebegitunya kamu mencintai keluarga Edward daripada kehidupanmu sendiri " ucap Kimmy.


"Itu memang keputusanku dari awal Kimmy. Kalau kamu tidak suka kamu bisa meninggalkan diriku. Aku memang mencintaimu, aku juga ingin kamu menjadi pasanganku dan mendukungku, tapi soal keputusanku untuk tetap mengabdi menjaga keluarga Tuan besar itu memang tidak bisa aku rubah" ucap Leon sedikit menahan perih.


"Kamu memang egois Leon. Kamu hanya memikirkan dirimu sendiri. Kamu tidak pernah berubah, dari dulu hanya Edward yang kamu perdulikan. Kamu tidak memahami perasaanku" Bibir Kimmy sedikit bergetar karena menahan tangis.


"Masalahnya ada pada kamu Kimmy. Kamu membahas Tuan Edward dan Lily. Tapi kamu membahas sampai kemana-mana. Aku hanya ingatkan kamu Kimmy. Jangan pernah memandang orang lain karena status sosial. Kerena orang yang memiliki status sosial di bawahmu belum tentu dia lebih rendah dari kamu. Ada satu lagi yang perlu kamu ingat. Aku dan Lily sama-sama di selamatkan kehidupan kami oleh Tuan besar dan Tuan muda. Kami berdua mengabdikan hidup kami pada orang berjasa kepada kami" Leon bicara tegas.


Tidak tahan lagi Kimmy keluar dari ruangan Leon. Dia menangis sepanjang jalan menuju parkiran mobil. Dia tidak menyangka kalau Leon lebih memilih Edward daripada dirinya.


Aaarrrrgggghhhh


Leon membanting ponsel yang di pegangnya, sampai hancur. Ternyata keputusannya jatuh cinta kepada Kimmy salah. Dia kembali mengambil keputusan kalau sendiri lebih baik daripada bersama dengan orang yang salah.


To be continue ....

__ADS_1


__ADS_2